Sukseskan Food Estate Kalteng, Kementan Formulasikan Penguatan SDM

oleh -71 views

PULANG PISAU – Formulasi khusus disiapkan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) untuk mensukseskan program Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng). Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Pelatihan, Pengawalan, hingga Pendampingan petani dilakukan secara menyeluruh. Hingga kini beberapa program sudah mulai berjalan.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hadir langsung mengunjungi lokasi Food Estate yang tepatnya berada di Belanti Siam, Pandih Batu, Pulang Pisau, Kalteng. Selain Pulang Pisau, Kapuas juga ditunjuk sebagai role model lain dari Food Estate. Untuk Pulang Pisau, Food Estate digulirkan pada lahan 10 Ribu Hektar. Adapun luas lahan 20 Ribu Hektar diterapkan di Kapuas.

“Presiden Jokowi sudah melihat langsung progress Food Estate di Kaltim, khususnya Pulang Pisau. Secara umum, program Food Estate di Kalteng akan menjadi percontohan daerah lain. Selain optimalisasi lahan, kami juga memberikan perhatian lebih kepada kualitas SDM stakeholder pertaniannya,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kamis (8/10).

Mendukung akselerasi Food Estate di Kalteng, sedikitnya ada 5 elemen yang diberikan BPPSDMP. Sebut saja Pelatihan, Pengawalan, Korporasi, dan Monitoring Evaluasi (Monev). Agenda Pelatihan diberikan kepada penyuluh, petugas, dan petani. Pengawalan program Food Estate pun diwujudkan dalam bentuk supervisi kepada para penyuluh pertanian.

Secara teknis program Pengawalan diimplementasikan melalui beberapa elemen. Sebut saja identifikasi potensi wilayah, pengawalan wilayah, hingga pendampingan penyuluh pertanian dan alumni. Untuk Monev terdiri aktivitas pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan. Ada juga pengadaan Sarana IT yang terbagi dalam 5 Kostratani di Pulang Pisau dan Kapuas meliputi 10 Kostratani.

“SDM menjadi kunci utama kesuksesan program Food Estate di Kalteng. Untuk itu, beragam program pelatihan diberikan secara rutin. Dengan pelatihan ini, diharapkan semua stakeholder Food Estate bisa melakukan inovasi dan pengembangan program lebih lanjut,” terang Syahrul.

Menguatkan SDM secara khusus, Kementan melalui BPPSDMP menggulirkan 62 Pelatihan. Zonasi Pulang Pisau mendapat kuota 22 Pelatihan, lalu 40 Pelatihan digulirkan di Kapuas. Agenda Pelatihan tersebut memberikan slot sekitar 1.843 orang. Untuk Pulang Pisau slot bagi 10 Desa diberikan bagi Pandih Batu dan 3 Desa di Maliku. Slot lebih besar digulirkan di Kapuas yang meliputi 4 kecamatan. Ada Basarang (13 Desa), Pulau Petak (12 Desa), Kapuas Timur (6 Desa), dan Kapuas Barat (11 Desa).

“Penguatan kualitas SDM akan dilakukan secara kontinyu. Materinya beragam sesuai dengan kebutuhan dan arah kenijakan Food Estate. Dengan dukungan SDM handal dan berkualitas, program Food Estate akan terakselerasi dengan baik. Impact positifnya akan cepat dinikmati oleh petani bahkan masyarakat luas,” terang Syahrul.

Lebih detail lagi, sebanyak 22 Pelatihan digulirkan di Pulang Pisau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40,1% Pelatihan sudah diberikan. Pelatihan ini diberikan kepada 408 orang. Pelatihan yang sudah digulirkan diantaranya Operator dan Pengawasan Alsintan, Manajemen UPJA, Pengelolaan Organisasi Kelompok, hingga Integrasi Padi, Jeruk, dan Itik atau pun Integrasi Padi, Kelapa Genjah, juga Itik.

Pulang Pisau saat ini masih memiliki slot 13 Pelatihan yang belum digulirkan. Rentang tata waktu dari pelaksanaannya Oktober hingga November 2020. Beberapa Pelatihan yang akan digulirkan diantaranya, Rencana Usaha Kelompok I dan II. Ada juga Pelatihan Padi Lahan Rawa Bebas Residu II, selain Integrasi Padi, Itik, Ikan. Pelatihan lainnya adalah Tumpangsari Padi-Kelapa Genjah hingga Pekarangan Pangan Lestari.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menjelaskan Program Food Estate memiliki potensi sangat besar, terlebih meningkatkan produktivitas pertanian secara umum. “Posisi SDM menjadi vital karena 50% menjadi kunci keberhasilan pertanian. Melalui berbagai program pelatihan yang diberikan, diharapkan ada beragam inovasi untuk mendukung kesuksesan Food Estate,” jelas Dedi Nursyamsi.

Mendapatkan slot 44 Pelatihan, program ini juga akan digulirkan Oktober sampai Desember 2020. Sebanyak 40% Pelatihan akan digulirkan Oktober, seperti Pengelolaan Organisasi Kelompok Tani, Budidaya Padi Lahan Rawa, dan Rencana Usaha Kelompok. Ada juga Pelatihan Tumpangsari Padi dan Hortikultura, Manajemen UPJA, Rencana Usaha Kelompok, hingga Operasional Alsintan Pra Panen.

“Program pelatihan diberikan secara tematik. Sangat lengkap dan komprehensif. Harapannya menaikan kemampuan stakeholder pertanian di Kalteng dari berbagai sisi. Mereka juga harus adaptif terhadap beragam perkembangan pengetahuan dan teknologi,” tutup Dedi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *