Sulsel mendapat tambahan Pupuk Subsidi 99.630 Ton

oleh -61 views

MAKASSAR – Tambahan pupuk bersubsidi Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura Sulawesi Selatan (Sulsel) telah disetujui Kementerian Pertanian (Kementan). Untuk kebutuhan hingga Desember, Sulsel mendapat tambahan jatah pupuk bersubsidi sebanyak 99.630 ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan, Kementan terus berupaya menjamin kelancaran distribusi dan kemudahan petani guna mengakses pupuk subsidi dengan mengambil langkah tegas.

Selain menambah alokasi, Kementan juga telah mengumpulkan para distributor untuk memberikan kemudahan kepada petani guna mengakses pupuk bersubsidi yang sudah tersuplai di tingkat kios, walau belum memiliki kartu tani.

“Saya minta distributor jangan main-main dengan distribusi pupuk karena pupuk bukan hanya kebutuhan tanaman tapi lebih pada sebagai basis ketahanan pangan terutama pada masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Mentan SYL, Jumat (23/10).

Ia menegaskan, pemerintah juga berkomitmen untuk serius memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi petani. Karenanya, Presiden Joko Widodo telah menyetujui tambahan pupuk bersubsidi dengan volume 1 juta ton, atau senilai Rp 3,14 triliun.

Hal itu, lanjut Syahrul, mengingat sektor pertanian memiliki peran vital dalam menyelamatkan perekonomian nasional dan ketahanan pangan rakyat di saat pandemi Covid-19. Yang mana sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto pada kuartal II/2020 dengan capaian 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Dikuranginya alokasi pupuk subsidi di tahun ini, memang membuat Kementerian Pertanian menjadi lebih selektif dalam pendistribusian pupuk subsidi. Tapi kita bisa pastikan stok pupuk yang ada di gudang pabrik pupuk aman, artinya mencukupi. Kita juga berusaha agar aloksi pupuk subsidi bisa ditambah agar pertanian maksimal,” ujar Mentan SYL.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam mendengar keluhan petani di sejumlah daerah mengenai keberadaan pupuk, termasuk di Sumsel ini.

“Kita sudah menyiapkan berbagai langkah dan strategi untuk mengamankan kebutuhan pupuk para petani. Salah satu upaya yang kita tempuh adalah melakukan realokasi pupuk subsidi tersebut,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menjelaskan, salah satu langkah yang akan diambil adalah akan menarik alokasi pupuk di Desember ke bulan Agustus dan September.

“Kita juga akan melakukan realokasi untuk daerah kebutuhannya telah tercukupi dan memiliki stok lebih, kita akan tarik ke daerah yang masih kurang pupuknya. Langkah ini bisa lebih efektif dalam menghadapi permasalahan,” tutur Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Andi Ardin Tatjo menyatakan, permintaan tambahan kuota tersebut dilakukan sebab adanya pengurangan kuota pupuk subsidi dari 2019 lalu sebanyak 30 persen.

Karenanya, di 2020 ini hingga pertengahan tahun, realisasi pupuk subsidi di Sulsel melampaui setengah dari alokasi dari Kementerian Pertanian RI. Misalnya saja, untuk pupuk jenis Urea, SP36, dan ZA.

“Tambahan kuota pupuk subsidi ini sudah mulai kita salurkan ke petani. Penyalurannya harus terealisasi 100 persen tahun ini,” ungkap Ardin.

Ardin merincikan, tambahan 99.630 ton pupuk tersebut terdiri atas pupuk Urea dengan tambahan 89.319 ton dari alokasi sebelumnya 233.691 ton, pupuk SP36 dengan tambahan 4.009 ton dari sebelumnya 31.196 ton, dan pupuk ZA dengan tambahan 6.302 ton dari sebelumnya 54.437 ton.

Yang mana masing-masing pupuk tersebut sudah terealisasi sebesar 71,69 persen, 86,94 persen, dan 79,88 persen. Selain ketiga jenis pupuk tersebut, Dinas Tanaman Pangan juga menyalurkan pupuk subsidi jenis NPK dan Organik.

“Penyaluran pupuk ini akan kita sesuaikan dengan masa tanam. Kalau belum waktunya masa tanam, kita tahan dulu,” tandas Ardin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *