Sumsel Lakukan Rapat Evaluasi dan Monitoring SIMURP

oleh -506 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//SUMATERA SELATAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, melaksanakan Rapat Evaluasi dan Monitoring Percepatan Pelaksanaan Kegiatan SIMURP Tahun 2020.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, kegiatan rapat ini bisa mengetahui progres proyek SIMURP.

“Di Tahun 2020, Kegiatan SIMURP dilaksanakan pada 16 Kabupaten yang berada di 8 provinsi. Ke-16 kabupaten itu adalah Banyuasin, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Cirebon, Indramayu, Karawang, Subang, Jember, Banjarnegara, Purbalingga, Purworejo, Takalar, Bone, Pangkajene dan Kepulauan, Katingan, Lombok Tengah. Sementara 8 provinsi yang dipilih untuk SIMURP adalah Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat,” terangnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, BPPSDMP Kementerian Pertanian merupakan instansi pemerintah yang bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap penyelenggaraan penyuluhan pertanian.

“Yang salah satunya berupa layanan penyuluhan yang berfokus pada adaptasi teknologi baru oleh petani,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Selatan, Antoni Alam, mengatakan proyek SIMURP difokuskan pada Climate Smart Agriculture (CSA).

“SIMURP dilaksanakan guna menjawab salah satu tantangan dalam peningkatan produksi pangan di tengah perubahan iklim yang berdampak terhadap keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan. Pada dasarnya CSA merupakan pendekatan pada pengembangan strategi pertanian untuk mengamankan ketahanan pangan berkelanjutan dalam menghadapi kondisi perubahan iklim,” katanya.

Antoni Alam menambahkan, tiga hal utama yang menjadi sasaran pencapaian melalui CSA, yaitu Peningkatan produktivitas dan pendapatan sektor pertanian, Mengadaptasi dan membangun ketangguhan terhadap perubahan iklim, serta Sedapat mungkin mengurangi dan atau meniadakan emisi Gas Rumah Kaca.

Menurutnya, Kegiatan SIMURP ditingkat Provinsi meliputi pelaksanaan kegiatan Training of Trainer (ToT) Teknologi Berbasis Climate Smart Agriculture (CSA), Training of Farmer (ToF) Teknologi Berbasis Climate Smart Agriculture (CSA), Pengawalan dan Pendampingan di Provinsi/Kabupaten, Penguatan BPP dalam Mendukung Teknologi Berbasis CSA (penyediaan sarana BPP, pengorganisasian BPP, Bimbingan Teknis Penguatan BPP dalam Mendukung Teknologi Berbasis CSA, Sarana Pembelajaran Teknologi CSA dan Workshop Agribisnis).

“Pelaksanaan ToT Climate Smart Agriculture Kegiatan Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak (SIMURP) Tahun 2020, telah dilaksanakan selama 5 hari, yaitu 10 – 14 September 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 15 (lima belas) orang penyuluh dan tenaga administrasi yang berasal dari BPP Kecamatan Karang Agung Ilir, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan. Training of Training (TOT) bertempat di UPT BPPSDMP Sembawa Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.

Sementara Pelaksanaan Training of Farmer (ToF) Climate Smart Agriculture Kegiatan Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak (SIMURP) Tahun 2020 dilaksanakan selama 3 hari pada 8 – 10 September 2020. Kegiatan ini diikuti 24 orang ketua gapoktan/pengurus dan anggota kelompok tani yang ada di Kecamatan Karang Agung Ilir. Training of Farmer (ToF) Teknologi Berbasis Climate Smart Agriculture (CSA) bertempat di BPP Karang Agung Ilir Kabupaten Banyuasin.

“Dengan Kegiatan Climate Smart Agriculture Kegiatan Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak (SIMURP) Tahun 2020 ini, diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan CSA bagi petani sehingga dapat mengadopsi teknologi yang disampaikan dan dapat mencontohkan teknologi tersebut,” ujarnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan SIMURP mempunyai manfaat yang positif buat petani.

“SIMURP bisa mengangkat produktivitas. Untuk itu, kita selalu mengimbau petani untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius. Serap ilmu yang diberikan, dan terapkan pada lahan pertanian sendiri,” tutur Mentan.(NF/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *