Tingkatkan Produksi dan Kemandirian Petani, Kementan Galakkan Penerapan Teknologi

oleh -99 views

KOLAKA UTARA – Untuk memaksimalkan pengembangan pertanian, Kementerian Pertanian mendorong penerapan teknologi. Harapannya, produktivitas bisa ditingkatkan dan kelompok tani bisa lebih mandiri.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Kementan terus memberikan perhatian besar kepada petani.

“Kita berikan bantuan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Dengan bantuan alsintan ini, kami harap kegiatan pertanian semakin produktif, efisien, dan efektif,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan modernisasi pertanian, pelatihan dan pendampingan poktan terus dilakukan Kementan.

“Peningkatan SDM menjadi salah satu fokus yang dilakukan Kementerian Pertanian. Oleh sebab itu, pendampingan serta sejumlah pelatihan terus kita lakukan,” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, komitmen memajukan pertanian daerah terus dilakukan Kementan melalui berbagai program pemberdayaan.

Diantaranya Progam Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) yang mendistribusikan alsintan untuk wilayah sasaran di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Penyerahan bantuan langsung salah satunya diberikan kepada Ketua Kelompok Harapan baru komoditi Kakao oleh penyedia. Ada beberapa jenis alsintan yang diterima seperti Sprayer, mesin potong rumput dan chainsaw.

Pengajuan seluruh alsintan ini adalah hasil musyawarah kelompok sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.  Penyerahan bantuan dilaksanakan di Desa Latowu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara.

Adriana Buangin, Fasiltator Desa READSI, terus mendampingi poktan Harapan Baru berharap dengan adanya bantuan alsintan tersebut dapat menunjang kegiatan pertanian agar lebih mudah dan cepat.

“Bantuan alsintan mensyaratkan kontribusi 30% pendanaan swadaya masyarakat dan 70% didukung pendanaan melalui program,” terangnya.

Melalui skema pendanaan ini akan meningkatkan rasa memiliki poktan atas bantuan yang diberikan serta membiasakan petani menabung untuk mencukupi pendanaan kontribusi swadaya.

Harapan petani dapat berubah mindsetnya menjadi petani dan poktan yang lebih mandiri.

Program ini akan berlangsung hingga 2023 mendatang. Meski di tengah pandemi Covid-19 pemerintah saat ini berupaya agar bagaimana kemudian bantuan READSI bisa dimanfaatkan sesegera mungkin.

“Dengan berbagai bantuan yang diberikan, pemerintah daerah menyerahkannya dalam bentuk barang, tidak lain agar bantuan bisa langsung digunakan, berbeda jika diberikan dalam bentuk uang tunai,” tambah Adriana

“Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya program READSI. Kelompok dibimbing oleh Penyuluh dan Fasilitator Desa serta diberikan pelatihan, saprodi hingga bantuan alsintan untuk meningkatkan produktivitas,” ucap Cadir, Ketua Kelompok Tani Harapan Baru.

Pemerintah tidak hanya meminta petani untuk menanam. Namun memberikan teknologi. Petani pun diminta tidak hanya menerima bantuan melainkan juga mengembangkan teknologi tersebut.

Pada tahun 2045 indonesia ditargetkan menjadi lumbung pangan dunia. Oleh karena itu perlu Kerjasama dan komitmen Bersama untuk membangun pertanian yang modern.

Mendukung Program Utama Kementerian Pertanian, READSI hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten bertujuan meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran.

Diantaranya mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga, infrastruktur sederhana, simpan pinjam, KUR lewat kelompok tani per komoditas.

READSI juga memberikan dukungan saprodi hingga alsintan sebagai paket lengkap program pemberdayaan petani dan pengembangan perdesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *