ToF CSA SIMURP Digelar di Kabupaten Subang

oleh -153 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//SUBANG – Kabupaten Subang menggelar Training of Farmers (ToF) Climate Smart Agriculture (CSA) Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) di Kecamatan Pagaden, 14 – 16 September 2020.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan ToF CSA SIMURP harus diikuti dengan sungguh-sungguh.

“Kegiatan ToF CSA SIMURP memberikan banyak manfaat buat petani dan penyuluh. Ikuti kegiatan ini dengan serius sehingga bisa diaplikasikan di pertanian,” tutur Mentan SYL, Jumat (18/9/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, mengatakan ToF CSA SIMURP menjadi bagian untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian.

“Kebangkitan pertanian harus diawali dari kebangkitan SDM pertanian, yaitu petani, penyuluh, petani milenial, poktan, dan gapoktan. Peningkatan SDM pertanian bisa dilakukan dengan berbagai pelatihan salah satunya dengan ToF,” tuturnya.

Dedi Nursyamsi mengatakan, pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan SIMURP yang dilaksanakan di tahun 2020. Lokasi TOF terdiri dari kelas yang bertempat di BPP (Balai Pelatihan Pertanian) dan lahan praktek dilahan sawah petani.

“Kegiatan SIMURP merupakan salah satu bagian dari Kostratani dalam rangka pembangunan pertanian di kecamatan,” jelasnya.

Selain TOF CSA, BPP pelaksana kegiatan SIMURP juga mendapatkan fasilitas IT yang mendukung pelaksanaan pelatihan pertanian di BPP.

Dedi mengatakan, tempat dan fasilitas IT yang mumpuni menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan TOF CSA menjadi lebih baik. Peserta TOF CSA juga disuguhi hiburan tontonan video tutorial teknologi CSA SIMURP sebagai media pelatihan lain selain materi ceramah.

Kegiatan praktek CSA yang dilaksanakan di lahan sawah petani antara lain adalah praktek alat mekanisasi pertanian seperti traktor roda 4 dan transplanter (alat tanam padi). Para peserta milenial banyak yang tertarik dalam mencoba praktek alat mekanisasi tersebut.

Pada kesan dan pesan peserta TOF disampaikan oleh salah satu peserta milenialnya, bahwa mereka sangat berterima kasih kepada BPP atas pelaksanaan TOF-nya.

“Awalnya saya pikir pelatihannya akan membosankan, tapi dengan penyampaian materi secara kreatif, isi pelatihan jadi lebih menarik. Dan saya berharap akan lebih banyak dilaksanakan pelatihan pertanian untuk petani milenial.”

Pada akhir kegiatan, dirumuskan rencana tindak lanjut yang disepakati oleh para peserta TOF, yaitu Tidak membakar jerami, Pemupukan spesifik berdasarkan alat PUTS, Penggunaan bagan warna daun/BWD, Penggunaan pupuk organic, Menerapkan jajar tanam legowo, Penerapan 4 prinsip PHT, Penggunaan pestisida nabati sebagai alternative PHT.

Juga Melakukan penyiangan dengan alat gasrok atau weeder, Menerapkan prinsip panen yang baik untuk mengurangi kehilangan hasil/losses, serta Meningkatkan IP/Indeks Pertanaman.(LW/NF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *