TOF SIMURP di BPP Cipunagara Bikin Petani Mahir Operasionalkan Transplanter

oleh -123 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//SUBANG – Kegiatan Training of Farmer (ToF) Pertanian Cerdas iklim (CSA) Proyek Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang digelar di BPP Cipunagara Kabupaten Subang, 21-23 September 2020, mengajarkan petani untuk mengoperasionalkan transplanter.

ToF SIMURP di BPP Cipunagara dibuka oleh Kasie Penyuluhan Dinas Pertanian Pertanian Kabupaten Subang. Hadir dalam kegiatan itu perwakilan dari Pusat Penyuluhan Pertanian,Koramil, dan 24 orang peserta ToF yang berasal dari pengurus dan anggota kelompok tani.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan ToF CSA SIMURP harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh para petani di Indonesia.

“Kegiatan ToF CSA SIMURP memberikan banyak manfaat buat petani dan penyuluh. Ikuti kegiatan ini dengan serius sehingga bisa diaplikasikan di pertanian,” tutur Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi, mengharapkan pelatihan ToF memberikan manfaat kepada petani.

“Khususnya dalam meningkatkan pengetahuannya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, caranya dengan cerdas memanfaatkan iklim. Misalnya bagaimana pertanian hanya memerlukan air sedikit tetapi produktivitasnya tetap tinggi serta memanfaatkan alat mesin pertanian modern secara optimal,” jelasnya.

Fasilitator kegiatan Tof sebelumnya telah dilatih melalui Training of Trainer (ToT) dengan materi-materi pertanian cerdas iklim. Antara lain pengolahan tanah berbasis CSA (KATAM, PUTS, pupuk organic), pembenihan berbasis CSA (persemaian dapog, varietas adaptif), pemupukan susutan.

Juga materi pemeliharaan tanaman berbasis CSA (penyiangan dan penyulaman, pemupukan susulan, emisi gas rumah kaca), pengairan berbasis CSA (intermitten AWD, praktek AWD dan BWD), PHT berbasis CSA (perbanyakan Paeny Baccillus Polymyxa, Tricoderma, pestisida nabati), dan panen dan pasca panen berbasis CSA, serta Post Test dan Rencana Tindak Lanjut kegiatan ToF.

Salah satu pembelajaran dalam ToF tersebut peserta diperkenalkan bagian- bagian mesin transplanter dan traktor. Serta, cara mengoperasionalkannya sehingga petani tidak saja mengandalkan pada operator mesin yang jumlahnya terbatas.

Pembelajaran juga dilakukan dalam kelas, praktek pembuatan pertanian Cerdas iklim, dan pemutaran vidio pertanian CSA serta diskusi, selama pembelajaran peserta bersemangat menyimak dan berdiskusi materi-materi CSA yang disampaikan oleh 7 orang Narasumber. Kesan salah satu peserta ToF.

“Dengan pelatihan ToF banyak ilmu yang di dapat terutama pembelajaran cara mengoperasionalkan alat-alat mesin pertanian yang selama ini cuma melihat di sini kami diajari cara mengoperasionalkan dan cara memeriksa mesin jika terjadi masalah pada mesin,” kata Dedi Nursyamsi lagi.

Pada akhir pelatihan ToF, sebagai penangungjawab kegiatan Tof Dinas Pertanian Subang, mengharapkan adanya tindak lanjut/ penularan ilmu dari pembelajaran Tof ditingkat petani lainnya oleh peserta Tof sehingga petani dilapangan dapat menerapkan pertanian CSA melalui kesepakatan oleh para peserta TOF, yaitu antara lain Tidak membakar jerami, Pemupukan spesifik lokalita berdasarkan alat PUTS, Penggunaan bagan warna daun/BWD, Penggunaan pupuk organic, Menerapkan jajar tanam legowo, Penerapan 4 prinsip PHT.

Juga Penggunaan pestisida nabati sebagai alternative PHT, Melakukan penyiangan dengan alat gasrok atau weeder, Menerapkan prinsip panen yang baik untuk mengurangi kehilangan hasil/losses, serta Meningkatkan IP/Indeks Pertanaman. (LW/NF/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *