Dipuji IMF, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik Ke-2 Dunia

oleh -355 views

JAKARTA – Ekonomi Indonesia on the track. Pertumbuhannya kompetitif bahkan jadi nomor 2 dunia di bawah Tiongkok. Acuannya kontraksi ekonomi Indonesia yang hanya 1,5%. Adapun ekonomi Tiongkok diprediksi tidak mengalami kontraksi dan tumbuh 1,9%. Dan, performa Indonesia tersebut langsung diapresiasi International Monetary Fund (IMF) di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

“Perekonomian Indonesia terus tumbuh positif. Semakin kompetitif. Artinya, berbagai kebijakan hingga strategi yang diterapkan berjalan sesuai harapan. Sudah tepat dan tinggal didorong terus. Lebih penting, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua,” ungkap Menteri Koordiantor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Meski masih mengalami kontraksi, tapi rapor perekonomian tersebut masih lebih baik. Sebab, banyak negara anggota G-20 justru mengalami kontraksi ekonomi sangat dalam. Contohnya saja Spanyol yang perekonomiannya mengalami kontraksi hingga minus 12,8%. Nasib lebih baik dimiliki Korea Selatan yang rapor kontraksinya tidak sedalam anggota G-20 lainnya dan berada di bawah Indonesia.

“Indonesia harus terus optimistis dan menjalankan semua regulasi yang sudah ditetapkan. Masyarakat bisa berperan di dalam pemulihan ekonomi dengan menjalankan protokol kesehatan. Sebab, pemulihan ekonomi secara meyeluruh sangat dipengaruhi oleh tingkat sebaran pandemi Covid-19. Semakin cepat pademi Covid-19 ini reda, maka pemulihan ekonomi makin bagus,” terang Airlangga.

Titik balik perekonomian tidak mengalami kontraksi tampaknya sudah di depan mata. Realisasinya bisa terwujud pada 2021 karena pertumbuhannya saat ini sangat kompetitif. Pada 2021, Indonesia diprediksi memiliki ekonomi cerah dan bersanding bersama Tiongkok dan India. India diperkiakan mengalami rebound dengan kontraksi 8% setelah sekarang terpuruk di atas 10%.

“Semua tetap harus bekerja keras dan cerdas. Titik balik perekonomian sudah di depan mata. Semuanya tetap berjalan bagus dan akan terus positif. Indonesia akan terus menempel Tiongkok,” tutupnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *