Ditjen PSP Kementan Gulirkan Gerbang Emas di Kabupaten Gowa

oleh -72 views

Ditjen PSP Kementan Gulirkan Gerbang Emas di Kabupaten Gowa

GOWA – Untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menggulirkan Pilot Percontohan Kegiatan Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) Sektor Pertanian.

Peletakan batu pertama Pilot Percontohan Gerbang Emas dilakukan Selasa (20/20/2020), di Dusun Boalromang, Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan luas lokasi 25 x 100 M.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Selain menjadi penyedia bahan pangan, pertanian juga menjadi penyedia lapangan kerja bagi sebagian besar rakyat Indonesia.

“Untuk itu, sektor pertanian dituntut untuk dikelola secara efisien. Saat kita ingin menggenjot produktivitas, berarti kita harus memikirkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu kita harus memikirkan juga pola panen petani yang sejalan dengan pola kebutuhan konsumen,” katanya.

Mentan SYL meminta agar jangan terjadi saat panen petani justru tidak menikmati keuntungan karena harga jual sedang rendah akibat pasokan yang melimpah (over supply).

“Berarti harus ada juga fasilitas penyimpanan yang memadai. Karena, petani tidak dapat menunda penjualan jika tidak ada fasilitas penyimpanan yang memadai. Terutama untuk produk-produk pertanian dan pangan yang bersifat perishable (cepat rusak/busuk) dan bulky (besar),” tuturnya.

Sementara Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan untuk mengatasi hal itu diperlukan upaya penyederhanaan aspek distribusi pangan. Sehingga, tercapai keseimbangan harga yang saling menguntungkan, baik di tingkat produsen maupun tingkat konsumen.

“Untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, dibutuhkan dukungan sarana dan prasarana pasca panen. Baik itu yang bersumber dari bantuan pemerintah maupun dari swadaya petani. Kita menjawab hal itu dengan melaksanakan kegiatan Pilot Percontohan Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat atau Gerbang Emas Sektor Pertanian di daerah sentra produksi,” katanya.

Sarwo Edhy menjelaskan, Pilot Percontohan Gerbang Emas dimaksudkan untuk membantu Poktan/Gapoktan dalam mengintegrasikan stakeholder aspek distribusi bahan pangan. Khususnya dalam menyerap produk pangan strategis, dan menyimpan hasil pertanian di saat harga rendah.

“Di samping itu, kegiatan Gerbang Emas dapat memberikan dampak positif berupa kendali kepada Kementerian Pertanian untuk mengamankan ketersediaan pangan. Pilot Percontohan Gerbang Emas ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelompok penerima bantuan,” terangnya.

Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian untuk komoditi hortikultura ini dihadiri Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementerian Pertanian, Indah Megahwati, bersama Staf Ahli Menteri Pertanian Firdaus Hasan.

Hadir juga Kepala Dinas Hortikultura Kabupaten Gowa, Camat Kecamatan Tambolo Pao dan Kepala Desa Bola Romang.

Indah Megahwati mengajak seluruh stakeholder yang ada untuk ikut menyukseskan kegiatan ini.

“Bapak, Ibu petani yang ada disini, saya minta untuk dapat ikut serta mengerjakan program ini. Karena nanti ketika ini sudah selesai dan jadi, yang akan merasakan manfaatnya secara langsung adalah petani-petani yang ada disini,” tuturnya.

Indah menyampaikan bahwa selain gudang penyimpanan, juga akan dibangun cold storage agar komoditi holtikultura hasil panen di Bola Romang dapat tetap terjaga kualitasnya.

Indah pun mendorong masyarakat untuk membuat ekosistem bisnis yang baik dengan cara produk pertanian dijual sudah dalam bentuk olahan dengan kemasan yang menarik, untuk meningkatkan nilai jual.

Sementara Firdaus Hasan berharap Gerbang Emas mampu mendorong kemandirian petani.

“Gerbang Emas ini kami harapkan mampu mendorong kemandirian petani, meningkatan taraf ekonomi masyarakat, juga sebagai percepatan pertumbuhan ekonomi desa di era Covid-19,” tutur Firdaus Hasan.

Kepala Desa Bola Romang, Arsad menuturkan dari 1700 warga desa, 80% pekerjaannya adalah petani dan peternak. Oleh karena itu, Arsad sangat berterimakasih atas program Gerbang Emas ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *