Mahasiswa FTI Universitas Budi Luhur meraih Medali Emas di ajang Asean Skills Competition XII 2018 Bangkok

oleh -1.531 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA-Setelah Salsabillah, Zasda Menyusul Dengan Medali Emas di Ajang ASEAN Skills Competition XII 2018 Bangkok.
Tak henti-hentinya Universitas Budi Luhur menorehkan prestasi bagi mahasiswa-mahasiswanya. Belum kering bibir ini membicarakan Rajiah Salsabilla sang Spiderwomen merebut medali emas di ajang Sport Climbing Asian Games 2018, di nomor beregu putri Women’s Speed Relay, kini giliran Zasda Yusuf Mikail mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur membanggakan dengan meraih medali emas di ajang ASEAN Skills Competition XII 2018 Bangkok.

Kejuaraan yang digelar tanggal 31 Agustus – 2 September 2018 tersebut merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang melombakan berbagai jenis keterampilan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara negara anggota ASEAN sekaligus untuk mengetahui kompetensi tenaga kerja muda.

Ajang ini bisa mempromosikan kualifikasi tenaga kerja Indonesia di kancah ASEAN. Beragam kejuaraan yang dikompetisikan seperti Graphic Design Technology, IT Network System Administration, IT Software Solutions for Business, Mechanical Engineering Design, Web Design and Development, dan lain-lain.

Mahasiswa yang sejurusan dengan Rajiah yakni Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Budi Luhur, menunjukkan keahliannya hingga dapat meraih medali emas untuk Indonesia.
Di ajang World Skills ASEAN Skills Competition 2018, yang digelar di Bangkok, yang melombakan 26 Skills dari 6 kategori yang dilombakan dengan 300 kompetitor dan lebih dari 1000 delegasi dari 10 negara di ASEAN, berlomba untuk menunjukkan yang terbaik di antara Negara ASEAN.

Kali ini, Zasda bersama dengan Risky Muhammad, mewakili Indonesia di bidang IT Network System Administration. Keduanya menduduki podium juara dengan Rizky sebagai peraih medali perak.

“Partisipasinnya dalam ajang World Skills ASEAN Skills Competition 2018 di Bangkok. ASEAN Skills Competition merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang melombakan beragai jenis keterampilan,” ujar Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Didik Sulistyanto .

Prestasi demi prestasi sudah ditunjukkan oleh Zasda semenjak awal masuk dunia perkuliahan. Zasda mampu menunjukkan bahwa tidak ada yang dapat membatasi untuk meraih prestasi. Siapapun dapat berprestasi asalkan mempunyai kemauan. Zasda merupakan mahasiswa peraih beasiswa di Universitas Budi Luhur, selain itu juga merupakan mahasiswa yang berperan serta dalam tim pengembangan aplikasi ADI (Assoisasi Dosen Indonesia), Ngampooz dan juga Peduli Sekitar di Budi Luhur Data,” pungkas Goenawan Brotosaputro Dekan FTI Universitas Budi Luhur yang sangat bangga dengan mahasiswanya yang berprestasi di tingkat dunia.

Lebih lanjut Zasda menambahkan “” menurut saya kompetisi adalah cara yang cukup baik untuk meningkatkan kemampuan kita baik hàrd skill maupun soft skill

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *