Rumah Sandiuno Indonesia Collaboration Center Siap Wujudkan Efisiensi Penggunaan Pupuk Anorganik

oleh -800 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA-Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) Collaboration Center mengaku akan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik, dan menghindari pencemaran lingkungan dengan mengharuskan penggunaan pupuk organik dalam proses budidaya di lahan sawah produktif.

Namun hal itu akan terwujud secara nyata jika pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi menang Pilpres 2019 yang akan berlangsung pada 17 April mendatang.

“Melalui pengembangan usaha tani padi organik dan penggunaan pupuk organik pada lahan-lahan produkstif sawah maka akan terbuka lapangan pekerjaan sektor pertanian, terjadi peningkatan nilai tambah produk beras dan peningkatan pendapatan petani padi nasional,” ujar Haris F Harahap, Dewan Pakar RSI bidang Pangan dan Ekonomi Pertanian di Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Collaboration Center bersama PENA ’45 pada Konferensi Pers, Kamis, (11/4/2019) di Jakarta.

Haris F Harahap menilai kondisi berkaca pada penurunan daya dukung lahan sawah, yang berdampak pada tingkat kesejahteraan petani padi nasional, salah satu usaha untuk menghambat degradasi daya dukung lahan.

“Jika Prabowo-Sandi Insya Allah diberi mandat memimpin Indonesia, Rumah SandiUno Indonesia akan mendorong pemerintahan Prabowo-Sandi untuk membuat program usahatani padi/beras organik melalui program pengembangan model usahatani padi organik Nasioanal, pengembangan teknologi pembuatan pupuk organik yang efisien dan efektif, dan kembali menerapkan pupuk organik bersubsidi Nasional,” tambah Haris F Harahap, yang didampingi Ketua Umum PENA ’45, Hendy Siswanto dalam membedah soal harga dan lapangan kerja.

Tercatat dalam pembenahan lapangan kerja dari data yang diperoleh BPS dapat disimpulkan bahwa penurunan pengangguran di pemerintahan Jokowi-JK tidak sebesar di pemerintahan SBY.

Atas data tersebut, RSI menilai perlu adanya terobosan untuk menurunkan angka pengangguran di Indonesia lebih signifikan yang akan menjadi industri strategis nasional Prabowo-Sandi.

“Industri strategis nasional tersebut dilandasi pemenuhan kebutuhan pasar global dari produk dan jasa Indonesia yang bernilai tambah yang salah satunya adalah wood pellet karena adanya komitmen dari pasar global untuk penurunan emisi karbon, menurunkan suhu 1,5 derajat Celsius, berdasarkan hasil dari Perjanjian Paris di 2015. Wood pellet memegang peranan penting karena merupakan salah satu bahan bakar terbarukan untuk pembangkit listrik tenaga biomassa. Lembaga engineering dan konsultan internasional Poyry menyatakan di tahun 2025 kebutuhan wood pellet dunia sebesar 51 juta ton tiap tahunnya dan memerlukan 30 juta per tahun fasilitas produksi baru senilai 7 miliar USD,” ucap Lendo Novo, Ketua Dewan Pakar RSI Collaboration Center, didampingi Rikobimo Badri, Dewan Pakar RSI bidang transportas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *