Skenario ‘Film Horor’ Bayangi Tangsel Melalui Figur Saraswati

oleh -20 views

TANGERANG SELATAN – Ciri pemimpin represif ternyata melekat di figur Calon Walikota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati. Sikapnya dinilai sangat reaktif dalam merespon sikap kritis para netizen yang mengunggah koleksi foto masa lalunya. Karakter itu seolah menguatkan sifat represif dalam dirinya. Dan, sifat represif Saraswati kini jadi bayangan mimpi buruk menyeramkan bagi masyarakat Tangsel.

“Dalam merespon sesuatu, Saraswati justru bertindak represif. Idealnya tetap mengedepankan dialog. Karakter seperti ini akan terus muncul dan dilakukan Saraswati. Melaporkan dan mengancam pemilik akun dengan UU ITE kurang bagus. Apalagi, dia itu warganya atau calon warganya,” ungkap Mantan Anggota DPR RI Rachmayanti.

Untuk diketahui, ada opini yang menyebutkan gaya kepemimpinan represif lebih menyeramkan dari otoriter. Gaya kepemimpinan represif selalu berusaha memunculkan ketakutan dalam grass root. Cara yang dilakukan biasanya memberikan tekanan dan ancaman. Jadi, untuk membuat tunduk bawahannya, perasaan takut akan sengaja dimunculkan.

Bagaimana dengan pemimpin otoriter? Gaya pemimpi otoriter sebenarnya tidak sampai memunculkan rasa takut di bawah. Hanya saja, gaya ini tidak memberikan kesempatan kepada orang lain mengambil keputusan. “Karakter negatif kepemimpinan harus dihindari. Tangsel punya budaya kekeluargaan yang kental. Artinya, dialog menjadi solusi utama atas persoalan yang muncul,” tegas Rachmayanti.

Lebih lanjut, Rachmayanti pun berasumsi. Saraswati dinilai sengaja membuat persoalan jadi lebih besar untuk menarik simpatik publik. “Saraswati memakai kasus yang muncul sebagai panggung pencitraan. Dia memposisikan diri sebagai korban dan berharap simpati masyarakat. Padahal perlu diketahui, sikap simpatik akan muncul kalau memberi maaf. Tapi, semua kembali kepada karakter pribadi,” katanya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *