Tren Terus Meningkat, Airlangga Kuda Hitam Pilpres 2024

oleh -141 views

JAKARTA – Poros-poros politik diprediksi akan bermunculan di Pilpres 2024. Apalagi, kontestasi dirintis elit politik agar memunculkan 3 paslon presiden dan wakil presiden. Salah satu polarisasi paslon di Pilpres 2024 adalah koneksi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ketua Umum Partai Golkar tersebut bahkan disebut sebagai ‘kuda hitam’ bagi lawan politiknya.

“Pak Airlangga bisa menjadi kuda hitam di Pilpres 2024. Tren Pak Airlangga terus meningkat. Potensi besar Pak Airlangga sangat mengkhawatirkan bagi lawan-lawan politiknya,” ungkap Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah.

Kalkulasi politik ideal memang dimiliki Airlangga. Sebab, Airlangga sudah memiliki kendaraan politik. Dukungan penuh diberikan Partai Golkar dan Koalisinya. Elektabilitasnya juga positif. Mengacu survei KedaiKOPI, Airlangga punya elektabilitas 17,6% sebagai tokoh parpol yang paling ideal sebagai presiden 2024. Melewati banyak nama beken lainnya seperti, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno, bahkan Politisi PDI-P Puan Maharani yang notabene Ketua DPR RI.

Nilai positif Airlangga juga ditegaskan oleh Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPPM). LPPM menempatkan elektabilitas Airlangga tertinggi dengan15,7%. Unggul jauh atas nama beken seperti, Ganjar Pranowo (10,2%), Moeldoko (9,1%), Muhaimin Iskandar (8,4%), bahkan Anies Baswedan (7,2%). Adapun Partai Golkar menempel PDIP dengan selisih elektabilitas hanya 0,4%. PDIP memiliki elektabilitas 17,7%, sedangkan Partai Golkar punya tingkat keterpilihan 17,3%.

“Peluang Airlangga maju di Pilpres 2024 tentu sangat besar. Hingga kini belum ada figur mengemuka yang dominan. Hal ini tentu memungkinkan masing-masing partai politik berkesempatan mengusung tokoh-tokoh yang potensial,” terang Dedi lagi.

Kepercayaan besar juga diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Airlangga banyak menempati posisi penting nasional seperti, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional hingga Presidensi G-20. Untuk pemulihan ekonomi, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia mencapai 55,3 hingga Mei 2021. Naik kompetitif dari April 2021 yang ada di slot 54,6. Airlangga juga mampu menyerap kembali 10 Juta tenaga kerja korban pandemi Covid-19. Slot pengangguran kini tinggal 6,26%. Semakin impresif, kesejahteraan pekerja naik 3,78%.

“Kondisinya kini agar berbeda dari Pilpres sebelumnya yang langsung mengerucut 2 nama waktu itu. Dengan kondisi yang ada sekarang, artinya akan ada lebih dari 2 poros dalam penyelenggaraan Pilpres 2024. Kalau terjadi 3 poros dalam Pilpres 2014 tentu sangat bagus. Kontestasi lebih ramai. Bisa mendongkrak partisipasi pemilih. Saya optimistis adanya peningkatan pemilih,” tegas Dedi.

Menghitung potensi yang ada, Pilpres 2024 bisa diikuti oleh 3 poros politik. Ada poros koalisi Partai Golkar, koalisi PDI Perjuangan, dan koalisi partai politik menengah. Membangun koalisi besar, Partai Golkar memiliki slot presidential threshold 12,31%. Artinya, untuk memenuhi kuota 20% hanya dibutuhkan 8%. Ada banyak opsi untuk membangun koalisi, apalagi Partai Golkar rajin membangun komunikasi politik. Salah satunya adalah Partai NasDem dengan kuota 9,05%.

“Kami tetap melihat adanya dinamisasi politik yang akan semakin menarik ke depan. Waktu Pilpres 2024 masih panjang dan cukup waktu untuk membangun koalisi partai sekaligus menarik suara dukungan pemilih. Kami yakin bisa bermain cantik untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024 bersama partai politik koalisi,” papar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Maman Abdurahman.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *