Usai Wisata Kopi Nusantara BRI, WIPC 2019 Hadirkan Tantangan Baru

oleh -710 views

JAKARTA – Rangkaian lomba foto Wisata Kopi Nusantara BRI sudah berakhir. Karya terbaik pun sudah selesai dipamerkan. Kini, tantangan baru telah dibuka. Wonderful Indonesia Photography Contest (WIPC) 2019 menghadirkan Wisata Atraksi Nusantara – Huawei. Konten foto dan videonya masih bisa dikirim hingga April.

Seluruh agenda lomba foto dan video Wisata Kopi Nusantara BRI ditutup Minggu (3/3). Semua karya terpilih selesai dipamerkan di Ruang Temporary, Museum Bank Indonesia, Jakarta, 1-3 Maret 2019. Lomba foto dan video Wisata Kopi Nusantara BRI sendiri sudah berakhir pada Desember 2018. Program ini diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung angkatan tahun 1980 (IA ITB80) dan Kemenpar.

Menjadi seri pertama WIPC 2019, pameran Wisata Kopi Nusantara BRI berlangsung sukses. Pembukaan pameran diawali torehan tinta air kopi ke kanvas melalui aksi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. Torehan ini lalu diselesaikan menjadi lukisan oleh Pelukis Ari Bintoro. Hadir juga Ketua Dewan Juri Arbain Rambey.

“Pameran ini menjadi lanjutan rangkaian lomba foto dan video Wisata Kopi Nusantara BRI. Dan, secara umum pameran karya terbaik ini sudah sukses digelar. Karya-karya yang ditampilkan sangat bagus dan memiliki karakter kuat. Tentu ini menjadi karya yang luar biasa,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Minggu (3/3).

Pameran Wisata Kopi Nusantara BRI juga diselipkan penyerahan album foto. Album foto Wisata Kopi Nusantara BRI diserahkan Ketua Panitia WIPC 2019 Patricia Francisca kepada Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. Pada Sabtu (2/3), agenda pameran semakin berwarna dengan Coffee Talk bersama Coffee Enthusisast Edhie Natalis.

Coffee Talk semakin nikmat dengan 1.000 cangkir kopi gratis. Ada juga kehadiran 6 booth kopi binaan Bank Indonesia. Daerahnya adalah, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

“Agenda pameran ini sangat padat. Daerah yang disertakan adalah sentra kopi terbaik di nusantara. Yang jelas, semua agenda ini sangat menginspirasi,” tegas Rizki lagi.

Inspirasi lomba foto dan video pun berlanjut. WIPC 2019 kini membuka tantangan baru melalui Wisata Atraksi Tradisional Huawei. Program ini memberi kesempatan batas akhir pengiriman materi lomba 30 April 2019. Penjurian akan dilaksanakan 5-10 Mei 2019, lalu pengumuman dilaksanakan 14 Mei. Kiki-sapaan Rizki Handayani-menambahkan, lomba ini tetap terbuka bagi umum.

“Lanjutan program WIPC 2019 sudah mulai digulirkan. Lomba ini terbuka bagi umum. Warga negara asing juga boleh ikut, asalkan sudah memiliki KIMS. Jadi, segera produksi konten terbaik lalu kirim ke panitia Wisata Atraksi Tradisional Huawei. Waktunya masih tersedia cukup,” lanjut Kiki.

Wisata Atraksi Tradisional Huawei 2019 memiliki beberapa ketentuan. Regulasinya, konten lomba berisi obyek yang ada di Indonesia. Tidak boleh ada unsur SARA, sadisme, dan pornografi. Karya yang dikirim bukan hasil plagiat. Info lengkap kunjungi https://wipcontest.com/ketentuan-umum.

Secara umum, lomba Wisata Atraksi Tradisional Huawei 2019 terdiri dari kategori terbuka dan tertutup. Untuk kategori terbuka terdiri dari format vlog dan foto yang diunggah di media sosial. Untuk vlognya terdiri dari tema Lomba Vlog Pesona Indonesia dan Lomba Foto Wisata Atraksi Tradisional. Kategori tertutup, ada tema Atraksi Tradisional Indonesia, Aku dan Tradisi, hingga Pesona Indonesia.

“Silahkan cermati aturan lombanya. Siapkan konsep konten yang unik dan menarik. Yang jelas ada apresiasi besar bagi karya-karya terbaik,” tegas Kiki lagi.

Sebagai gambaran umum, WIPC 2019 memiliki beberapa seri. Selain Wisata Kopi Nusantara BRI dan Wisata Atraksi Tradisional Huawei, ada juga kanal lainnya. Sebut saja Wisata Desa Tradisional yang ditutup Juli 2019 hingga program Wisata Berwawasan Lingkungan pada September 2019 nanti. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menerangkan, WIPC membuka kesempatan berkreasi lebih luas.

“WIPC 2019 adalah program luar biasa. Program ini membuka kesempatan sangat luas bagi siapapun untuk mengekplorasi kreativitasnya. Indonesia juga memiliki banyak event dan destinasi yang bagus. Ini tentu bisa menjadi obyek yang ideal. Untuk alat, saat ini banyak handphone yang punya kamera bagus. Sekarang semua kembali kepada personal, bagaimana mengoptimalkan semuanya,” tutup Menpar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *