11 Suku Meriahkan Festival Irau Malinau 2018

oleh -995 views

SUARAJATIM.CO.ID– Kehebohan tersaji di Kalimantan Utara, Senin (15/10). Sebab, Irau Malinau kembali bergulir. Tahun ini, pelaksanaan festival budaya tersebut lebih heboh. Sebab, 11 etnis Suku Dayak asli Kabupaten Malinau akan terlibat

Irau Malinau digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Tahun ini, festival budaya ini sudah memasuki pelaksanaan yang ke-9 kalinya. Pelaksanaannya dipusatkan di Pelangi Intimung.

11 Etnis Suku Dayak asli Malinau yang akan terlibat adalah Lundayeh, Kenyah, Kayan, Tahol, Tinggalan, Punan, Abai, Berusu, Sa’ben, Tidung, dan Bulungan.

Kekayaan budaya Malinau akan semakin terpancar jelas. Sebab, paguyuban-paguyuban etnis nusantara yang ada di Malinau atau disebut Irau, juga dilibatkan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji pelaksanaan event dua tahunan ini. Karena, menyajikan berbagai kebudayaan.

“Irau Malinau memang menjadi pestanya Suku Dayak asli Malinau. Karena 11 suku akan terlibat. Hanya saja, paguyuban etnis nusantara yang ada di Malinau juga dilibatkan. Hal ini akan memperlihatkan indahnya keberagaman Malinau secara keseluruhan,” papar Menpar Arief Yahya, Senin (15/10).

Irau merupakan pesta rakyat. Agendanya meliputi pesta seni dan
Budaya. Tahun ini, tari-tarian dari Suku Dayak Kenyah yang dikedepankan.

Para penari membawakan tarian perang dan tarian penyambut tamu. Dalam perayaannya, mereka menampilkan tari tunggal dan tari
berpasangan.

“Suku Dayak adalah salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Suku yang kemampuan seni dan budayanya sudah cukup dikenal di luar negeri. Dijamin tidak akan bosan menyaksikan kekayaan budaya Kalimantan,” paparnya

Ditambahkan Menpar, dengan posisinya yang dekat dengan Malaysia, Irau Malinau sangat berpotensi mendatangkan wisatawan Malaysia.

“Atraksi yang ditampilkan sangat menarik. Sangat potensial untuk mendatangkan wisatawan crossborder. Khususnya wisatawan asal Malaysia. Dan saya yakin event ini bisa mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar,” katanya.

Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty juga mengakui kekayaan budaya Malinau.

“Irau Malinau adalah pesta rakyat. Pesta yang menampilkan beragam seni dan budaya. Khususnya, kebudayaan khas Suku Dayak di Malinau,” papar Esthy yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata.

Event ini akan berlangsung cukup panjang. Selama 10 hari. Untuk itu Esthy mengajak wisatawan untuk hadir ke Malinau. “Banyak atraksi yang akan ditampilkan dalam Irau Malinau 2018. Sayang kalau sampai terlewatkan,” katanya.

Akses menuju Malinau sendiri semakin mudah. Tersedia penerbangan dari Balikpapan dan Tarakan di Kalimantan Timur. Balikpapan-Malinau membutuhkan waktu penerbangan sekitar 1,5 jam, sedangkan Tarakan-Malinau sekitar 30 menit.

Amenitas di Malinau juga cukup aman. Karena, ada belasan hotel di sana. Jadi, tidak perlu ragu jika Anda perlu bermalam di kota tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *