13 Negara Tergabung dalam SSG-Tering Bay International Amateur Championship

oleh -458 views

BATAM – Destinasi Batam, Kepulauan Riau, terus memikat pasar mancanegara. Melalui SSG-Tering Bay International Amateur Championship 2019, Batam mampu menghadirkan 13 negara. Paspor persertanya tersebar merata di 3 benua. Dominasi tetap datang dari pasar Singapura.

SSG-Tering Bay International Amateur Championship sudah digelar 30 Juni hingga 3 Juli. Venuenya ada di Tering Bay Golf & Country Club, Batam. Event terbagi dalam 3 kategori, yaitu Men Division, Ladies, juga Men Senior. Total ada 8 trofi yang diperebutkan para peserta. Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata mengungkapkan, repon peserta terhadap event positif.

“Event ini menarik. Persaingannya ketat. Semua strata golfer mendapat slot. Kami juga gembira karena mayoritas peserta datang dari mancanegara. Kehadiran mereka tentu sangat positif bagi periwisata di Batam,” ungkap Ardiwinata, Rabu (3/7).

Rivalitas SSG-Tering Bay International Amateur Championship 2019 melibatkan 99 golfer. Para peserta datang dari 13 negara. Di luar pegol tuan rumah, untuk koneksi Asia di isi oleh Singapura, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, Malaysia, India, dan Hong Kong. Peserta dari Eropa menempatkan Inggris dan Prancis. Slot lainnya ada Australia.

“Penyelenggaraan SSG-Tering Bay International Amateur Championship meriah. Peserta beragam dari berbagai negara. Dengan keberagaman peserta, event menjadi sangat menarik. Yang jelas, event tersebut sangat ramah. Semua lintas usia bisa bergabung di sini,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Sangat majemuk, beragam background dimiliki oleh peserta. Untuk tuan rumah, pesertanya berstatus atlet Pra PON. Berbeda dengan India yang turun dengan atlet nasionalnya. SSG-Tering Bay International Amateur Championship semakin beragam dan ramah. Sebab, Nadech Choolim menjadi golfer termuda asal Singapura yang ambil bagian di sini. Usianya saat ini 10 tahun.

Golfer muda Singapura tersebut memakai SSG-Tering Bay International Amateur Championship sebagai media berlibur. Sebab, hampur seluruh aktivitasnya dihabiskan di Amerika Serikat. Lalu, Roy Tan Kian Huat asal Singapura menjadi golfer tertua. Usianya genap 76 tahun ketika menikmati green SSG-Tering Bay International Amateur Championship.

“SSG-Tering Bay International Amateur Championship sangat unik. Pesertanya luar biasa. siapa saja bisa bergabung di sini. Event tersebut ramah bagi keluarga. Untuk itu, pastikan SSG-Tering Bay International Amateur Championship tetap masuk kalender event para golfer di tahun depan,” kata Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Mengumpulkan golfer dari berbagai negara, SSG-Tering Bay International Amateur Championship pun efektif sebagai magnet penarik wisman. Kehadiran peserta asingnya ikut mengatrol pergerakan wisman di Batam. “Kehadiran para golfer mancanegara memberi impact positif bagi pariwisata. Dengan begitu, pergerakan wisman di Batam dan Kepulauan Riau makin kompetitif,” ujar Dessy lagi.

Pergerakan wisman di Batam pada rentang Januari-Mei 2019 memang positif. Arusnya tumbuh 4,06% apabila dibandingkan periode sama 2018. Sepanjang Januari-Mei 2019, jumlah wisman yang berkunjung 762.404 orang. Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono menjelaskan, Batam dan event yang digelar selalu mengakomodir kepentingan para milenial.

“Batam selalu menjadi destinasi menarik. Ada banyak experience yang didapatkan wisatawan di sini, termasuk para milenialnya. Batam sangat tahu bagaimana mengakomodir kepentingan para milenial. Ada banyak spot instagramable yang dimiliki Batam. Berikutnya, silahkan eksplorasi lagi destinasinya,” papar Don.

Menariknya Batam sebagai destinasi bisa dilihat dari kontribusi wismannya. Mengacu kepada 3 pintu masuk lainnya, Batam memang dominan. Pada rentang sama Januari-Mei 2019, pergerakan wisman di Bintan 258.485 orang. Namun, jumlah tersebut tumbuh 59,38% dari periode sama 2018. Tanjungpinang menarik 69.927 wisman (naik 28,46%), lalu Karimun menghasilkan 47.160 wisman (tumbuh 36,77).

“Sebagai destinasi mereka mampu menjaga marketnya. Beberapa wilayah di Kepulauan Riau pergerakan wismannya naik signifikan. Kalau semuanya naik, tentu sangat bagus bagi perekonomian. Artinya, ada kesejahteraan bagi masyarakat,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *