Ada Olivia Zaliyanti dan Kesenian Tradisional di Eksotika Bromo

oleh -847 views

SUARAJATIM.CO.ID– Untuk kesekian kalinya, Gunung Bromo menjadi tuan rumah para budayawan dan seniman tari nusantara. Mereka memperlihatkan hasil kreativitasnya. Eventnya adalah Eksotika Bromo. Kegiatan ini akan berlangsung di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/6).

“Acara ini digelar di Lautan Pasir Kasiah dan Agrowisata Desa Jetak. Silakan datang! Ayo saksikan karya kreasi para seniman dan budayawan tari nusantara, mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB,” ajak Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, event ini melibatkan ratusan seniman tari dari berbagai daerah. Tidak hanya itu, hadir pula artis multitalenta Olivia Zaliyanti. Artis Ibu Kota ini tampil membawakan puisi dengan tema Nyawiji. Tidak hanya Olivia, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat The Voice Indonesia Pritta Kartika juga tampil membawakan Lagu Tanah Air.

“Namun, untuk tahun ini panitia membuat eventnya lebih besar lagi. Melibatkan banyak pihak. Sehingga para seniman dari luar Kota Probolinggo juga turut berpartisipasi mengisi acara. Karena itu sekarang namanya Eksotika Bromo. Eksotika Bromo sendiri sudah berlangsung sejak tahun lalu,” kata Esthy.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, M. Sidik Wijanarko mengatakan, Ekstotika Bromo digagas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai desa di Kecamatan Sukapura. Tujuannya untuk agar bisa menyedot banyak perhatian wisatawan. Eksotika Bromo merupakan pagelaran kesenian untuk menyambut Hari Raya Yadnya Kasada.

“Kalau tahun lalu baru pertama digelar, masih butuh penyesuaian. Di tahun ini, event eksotika bromo dikemas semenarik mungkin dan bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi,” ujarnya.

Sidik mengaku bangga Eksotika Bromo masuk dalam Top 100 Wonderful Indonesia Calendar of Event Kemenpar. Menurutnya dengan didukung Kemenpar Kabupaten Probolinggo akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Prestasi ini juga memacu kami untuk membuat event-event berkelas. Sehingga nama Probolinggo bisa. Kami mengusulkan Eksotika Candi Jabung dan Jazz Gunung. Namun yang baru disetujui baru Eksotika Bromo,” ujarnya.

Pertunjukan dengan konsep menyatukan seni, budaya, dan alam ini digelar di sekitar lautan pasir Gunung Bromo, Jawa Timur. Sederet pertunjukan seni disajikan.

Beberapa diantaranya yakni parade jaranan Tengger, Reog Ponorogo, topeng hudoq Dayak Kalimantan Timur, Jaranan Slining Lumajang, Ul Daul Lanceng Senopati dan masih banyak lagi yang lainnya. Sama seperti sebelumnya, acara akan ditutup dengan penampilan dari Sendratari Kolosal Kidung Tengger.

“Akan ada juga melukis on the spot yang dimeriahkan komunitas lukis Surabaya dan Pasuruan,” ujarnya.

Yadnya Kasada terus digelar seperti biasanya. Pada tahun ini, Yadnya Kasada akan dimulai Jumat malam di Pura Luhur Poten, di kaki Gunung Bromo. Biasanya pada sekitar pukul 00.00 (30 Juni), dimulailah Pemberangkatan Sesaji dan Ongkek dari empat pintu masuk laut Pasir Tengger, yakni Cemara Lawang (Probolinggo), Pakis Bincil (Pasuruan), Jemplang (Malang), dan Puncak Sangalikur (Lumajang).

“Acara berlanjut dengan serangkaian kegiatan lainnya, seperti pembacaan sejarah oleh Lurah Dukun, mekakat, hingga Pujan Kasada,” ujar Sidik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *