Ada Shalawatan di ITdBI 2018, Ini Komentar Menpar

oleh -633 views

SUARAJATIM.CO.ID– Pelaksanaan International Tour de Banyuwangi Ijen (ItdBI) 2018 mampu menarik perhatian Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Terutama pada etape II yang start di Stasiun Kalibaru. Flag off etape ini diwarnai shalawat yang diiringi musik hadrah. Peserta mancanegara berebut mengabadikan momen ini.

Untuk sebuah perhelatan lomba balap sepeda internasional, kehadiran shalawat yang dan alunan musik hadrah adalah keunikan. Sebab, jarang sekali dilakukan.

Tapi, strategi ini cukup mampu menghibur peserta ItdBI 2018. Bahkan, Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan perhatian khusus untuk etape ini.

“Acara start di Kalibaru diwarnai dengan shalawatan dan kumpul kyai-kyai lokal. Tim dari Jepang malah suka. Mereka ikut mukul rebana. Dan yang shalawatan jadi rebutan foto para peserta foto, karena pakai sarung,” kata Menpar, Jumat (28/9).

Yang dimaksud Menpar sebagai tim dari Jepang adalah Commissaire 3. Sekaligus, perwakilan federasi balap sepeda internasional (UCI), Tsunenori Kikuchi.

Melihat atraksi unik ini, Tsunenori langsung larut. Ia turut menabuh rebana. Ia pun nampak asyik dengan pemain hadrah di atas panggung. Kikuchi manggut-manggut meski tak mengerti apa yang dinyanyikan.

Menteri yang membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryOfTourism2018 se Asia Pasifik di Bangkok, hanya mengeluarkan satu kata singkat untuk atraksi itu. “Unik,” katanya.

Momen jelang flag off etape II ITdBI itu, direkam dengan sangat detail oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Bahkan, sesekali terdengar suara Azwar Anas yang ikut shalawatan.

“Balap sepeda internasional di dunia dan di negara manapun tidak ada pembukaan acara dilakukan dengan Shalawat. Baru ada di Banyuwangi ini,” kata Azwar Anas, saat memberangkatkan peserta di Stasiun Kalibaru, lokasi start etape II.

Menurut Anas, dikumandangkannya shalawat di pembukaan etape kedua itu, adalah bentuk mengangkat adat lokal di Banyuwangi. Tak hanya itu, shalawat, kata Anas, merupakan media persatuan dan kesatuan bangsa.

“Menurut Mbah Hasyim (KH Hasyim Wahid pendiri NU), olahraga, budaya dan dan agama menjadi satu nafas rakyat Indonesia. Makanya kita praktekkan sekarang ini, dan berhasil,” ujarnya.

International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 merupakan event sport yang dibalut pariwisata. Pada ajang ini, Banyuwangi memperkenalkan kecantikan alam, seni dan budayanya. Semua dibagi lewat etape-etape yang akan dilalui para peserta.

Tahun ini, penyelenggaraan ITdBI sudah memasuki pelaksanaan ke-7. Tema yang dipilih adalah “Spirit of Blue Fire”. Para peserta menempuh jarak sekitar 599 kilometer, yang terbagi dalam empat etape.

Seluruh etape yang disiapkan, akan mengambil start di lokasi ikonik Banyuwangi. Beberapa spot baru, juga menjadi jalur etape para pembalap sepeda. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *