Ada Suju dan TVXQ, Pertumbuhan Wisatawan Korsel Bakal Melesat

oleh -393 views

JAKARTA – Pariwisata Indonesia diyakini bakal melesat kencang. Sebab, dua boyband asal Korea Selatan, Super Junior (Suju) ndan TVXQ dirangkul untuk mempromosikan pariwisata Tanah Air. Hal ini dinilai efektif. Karena fans Suju dan TVXQ tersebar ke berbagai negara. Kunjungan wisatawan asal Korea pun diyakini akan tumbuh semakin subur di tahun ini.

Dalam beberapa tahun belakangan, tepatnya dalam kurun waktu 2014 hingga 2018, pertumbuhan wisatawan asal Korea Selatan sangat signifikan. Bahkan, kunjungan wisatawan asal Korea ke Indonesia termasuk yang tertinggi.

Mengacu data dari dashboard Kementerian Pariwisata, di tahun 2016, kunjungan wisatawan asal Korea Selatan ke Indonesia mencapai 343.887. jumlah ini, tumbuh 9,6% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Wisatawan asal Korea Selatan sangat potensial buat pariwisata Indonesia. Setiap tahun, jumlah kunjungan wisatawan mereka selalu bertambah. Mulai tahun 2016, jumlah kunjungannya mulai mengalami kenaikan signifikan,” terang Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (20/3).

Growth kunjungan wisatawan asal Negeri Ginseng itu semakin tinggi ditahun 2017. Masifnya berbagai promosi yang dilakukan Kementerian Pariwisata terbukti mampu merayu wisatawan Korsel. Buktinya, data Dashboard Kemenpar mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan Korsel tahun 2017 mencapai 423.191 orang. Atau, tumbuh 23,1% jika dibandingkan tahun 2016 sebesar 343.887.

“Data yang kita gunakan beradasarkan laporan bulanan. Dan telah diolah Dashboard Kemenpar. Dari data itu, kita bisa melihat jika Indonesia masih menjadi destinasi yang menarik buat wisatawan asal Korea Selatan. Oleh sebab itu, kita melakukan berbagai cara untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di sana. Salah satunya dengan merangkul Super Junior dan TVXQ,” terangnya.

Di awal tahun 2019, kunjungan wisatawan asal Korea Selatan juga tumbuh positif. Di Januari 2019, pertumbuhannya memang tidak terlalu besar. ‘Hanya’ sekitar 0,54%. Namun, jumlah itu mampu merealisasi 87.92% dari target kunjungan yang dibebankan di bulan Januari.

Namun, angka ini langsung melonjak di Februari 2019. Di saat wisatawan negara lain stagnan, kunjungan wisatawan asal Korea Selatan justru semakin tumbuh. Pertumbuhannya mencapai 5,66%. Jumlah ini jauh lebih positif jika dibandingkan pertumbuhan wisatawan asal Jepang, Taiwan, atau Amerika Serikat.

“Memang saat Januari pertumbuhan wisatawan asal Korea Selatan tidak terlalu besar. Hal ini bisa kita maklumi. Sebab, Januari masih masuk dalam low season. Jadi memang jumlah kunjungan wisatawan tidak banyak. Di Januari, momen yang dimanfaatkan adalah Tahun Baru,” terang Menpar.

Sedangkan di bulan Februari, ada momen Imlek dan perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di berbagai daerah. Hal ini diyakini menjadi momen kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia.

Ada tiga jalur utama yang menjadi pintu masuk wisatawan Korea Selatan ke Indonesia. Yaitu melalui Bali, Jakarta, dan Batam. Dari jumlah data wisatawan yang masuk, Bali diketahui masih menjadi tujuan utama.

Pada periode Januari 2019 wisman Korsel yang datang lewat Bali mencapai 14.726 orang. Jumlah ini naik 64.13% jika dibandikan periode yang sama tahun 2018. Saat itu jumlah kunjungan wisman Korsel ke Bali sekitar 8.972.

Kenaikan juga terjadi pada periode Februari 2019. Wisatawan Korsel yang masuk ke Bali tercatat 14.110 orang. Jumlah ini naik 57,32% jika dibandingkan Februari 2018 dengan angka 8.969 wisatawan.

Melalui Jakarta, kunjungan wisatawan asal Korea Selatan cenderung stagnan pada Januari 2019. Namun, kondisi mulai pulih pada Februari 2019. Jumlah kunjungannya mencapai 10.507. atau naik 11.94% jika dikomparasikan dengan Februari 2018 dengan 9.386 orang.

Datang yang menarik terjadi di Batam. Kunjungan wisatawan asal Korsel termasuk yang tertinggi diantara wisatawan Asia Pasifik lainnya. Meski tidak ada kenaikan signifikan, kunjungan wisatawan Korsel jauh lebih tinggi jika dibandingkan wisatawan Jepang dan Taiwan.

“Data-data itu menunjukkan jika kita memang masih bisa menggali di pasar Korea Selatan. Bali masih menjadi favorit. Dan ini juga kita manfaatkan. Tapi, kita juga akan menyiapkan destinasi lain sebagai alternatif. Seperti 10 Bali Baru,” papar Menteri asal Banyuwangi itu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *