Adaptasi Industri 4.0, Kemenparekraf Tingkatkan Kapasitas SDM Seni Pertunjukan Secara Virtual di Badung

oleh -96 views

BADUNG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Krearif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) seni pertunjukan pada era industri 4.0. Untuk mengakselerasi hal tersebut, Bimbingan Teknis (Bimtek) “Manajemen Seni Pertunjukan SDM Ekonomi Kreatif” diselenggarakan di Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali pada Sabtu (12/6/2021).

Sebelum dimulai, seluruh peserta yang berjumlah 100 orang perwakilan dari sanggar dan komunitas seni pertunjukan menjalani SWAB Antigen terlebih dahulu. Mereka wajib menjalani protokol kesehatan dengan ketat.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya dalam sambutannya meminta para peserta mengikuti dengan seksama dan tidak menyia-nyiakan kesempatan berdiskusi bersama narasumber terkait manajemen seni pertunjukan.

“Program Bimtek ini untuk menyesuaikan dengan standar kompetensi agar kualitas SDM ekraf sektor seni pertunjukan kita semakin baik,” tutur dia, Minggu (13/6/2021).

Menurutnya, era adaptasi kebiasaan baru saat ini membuka peluang seni pertunjukan secara virtual. Apalagi, di era perkembangan industri 4.0 saat ini, di mana promosi biasa dilakukan secara kreatif melalui sarana virtual, maka adaptasi dan pengetahuan tersebut pun perlu dielaborasi.

“Peluang sekecil apapun harus bisa dimanfaatkan untuk sarana promosi pariwisata melalui seni pertunjukan. Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus dapat dipahami agar seni pertunjukan juga bisa beradaptasi dan memanfaatkan peluang tersebut,” kata Wisnu.

Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Erwita Dianti berharap kepada generasi muda pelaku seni di Kabupaten Badung agar terus semangat dalam berkarya. “Bimtek ini dapat memberikan semangat atau motivasi untuk adaptasi juga kolaborasi dengan siapapun, baik dari pusat maupun daerah dan berani berinovasi agar kreativitas seni tetap berjalan,” tutur dia.

Koordinator Edukasi III Kemenparekraf/Baparekraf, Toar RE Mangaribi dalam laporannya menjelaskan, kegiatan Bimtek ini merupakan kolaborasi pusat dan daerah yang bertujuan untuk memberikan wawasan manajemen seni pertunjukan, khususnya memperdalam segi artistik dan non artistik dalam seni pertunjukan. “Kegiatan ini dapat memberikan wawasan manajemen seni pertunjukan gaya baru yang adaptif pada masa pandemi agar seniman tetap dapat berkarya,” harap Toar.

Pada kegiatan Bimtek tersebut para peserta mendapat materi dari narasumber berkompeten. Di antaranya adalah Sari Madjid yang membawakan materi Manajemen Pertunjukan dan Johan Didik dengan materi Tata Cahaya. Pada kegiatan Bimtek tersebut, para peserta secara langsung mengaplikasikan ilmu dengan pertunjukan Tari Kecak.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *