Aksi Dancer Taiwan Mengakhiri SIPA 2018

oleh -987 views

SUARAJATIM.CO.ID– Penampilan indah nan gemulai dipadu dengan kelincahan gerak yang dibawakan delegasi Taiwan, Sabtu (8/9) malam, menjadi pemungkas Solo International Performing Art (SIPA) 2018. Aksi delegasi Taiwan ini, mendapat sambutan hangat pengunjung yang memadati Benteng Vastenburg, Solo.

Pada hari terakhir pelaksanaan Solo International Performing 2018, ada tiga delegasi mancanegara yang tampil. Selain Taiwan, ada DJ asal Spanyol yang berkolaborasi dengan gitaris rock lawas Indonesia Toto Tewel, dan penampilan Capitol asal Filipina.

Selain itu, tampil juga perwakilan asal Papua yang membawakan Tarian Noken yang terinspirasi dari keseharian masyarakat Papua. Penampilan asal Papua mendapat sambutan yang tidak kalah keras. Pengunjung dibuat penasaran dengan Tarian Noken.

Namun, SIPA 2018 resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo Hasta Gunawan, Sabtu malam. Ia didampingi Ketua Pelaksana SIPA 2018 Irawati Kusumorasri.

“Suatu kebanggaan buat Kota Solo memiliki event akbar seperti Solo International Performing Art. Apalagi event ini sudah berjalan secara reguler selama 10 tahun. Sampai bertemu dalam SIPA 2019. Dan dengan ini, saya menyatakan SIPA 2018 ditutup,” tutur Hasta Gunawan.

Di malam terakhir ini pengunjung yang datang jauh lebih ramai dari sebelum. Suasana Benteng Vastenburg pun lebih semarak. Apalagi seni yang ditampilkan juga lengkap. Selain tari, ada juga musik, nyanyian. Semua didukung dengan lightning yang keren.

Belum lagi aksi para pengisi acara yang all out. Termasuk para peserta mancanegara. Total, SIPA 2018 diikuti peserta 10 negara. Seperti Amerika Serikat, Spanyol, Belanda, Zimbabwe, Korea Selatan, Taiwan, dan Filipina.

Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan, mengangkat topi untuk pelaksanaan SIPA 2018. Menurutnya, pelaksanaan ini berjalan sukses.

“SIPA 2018 berjalan sukses. Sejak hari pertama sambutan masyarakat luar biasa. Dan menariknya, pengunjung didominasi anak-anak muda. Luar biasa sekali. Karena dengan kondisi seperti itu, seni bisa terjaga,” kata Wawan.

Hal senada disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Sumarni mengatakan hal serupa.

“Saya tidak meragukan kemampuan Solo untuk menggelar kegiatan seni dan budaya. Karena, mereka memiliki sumber daya manusia yang memadai. Masyarakatnya pun menyenangi seni dan mencintai budayanya. Dan ini menjadi keunggulan Kota Solo,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai SIPA 2018 memiliki value yang bagus. Karena bisa memberdayakan masyarakat dalam kegiatannya.

“Ada value yang bagus dari SIPA 2018. Karena bisa mengangkat ekonomi warga. Karena, warga dilibatkan dalam aktivitas itu. Seperti mengelola parkir dan lainnya. SIPA 2018 juga menjadi penegas Solo sebagai kota yang kaya akan seni dan budaya. Selamat atas suksesnya pelaksanaan SIPA 2018,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *