Aksi Panggung Para Eselon Hebohkan Penutupan Rakornas Pariwisata I/2019

oleh -686 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA – Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I Tahun 2019 Kementerian Pariwisata (Kemenpar) benar-benar heboh, spektakuler dan luar biasa. Digelar di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta, tidak hanya penampilan para artisnya saja yang keren, persaingan antar eselon 1 di atas panggung memberikan hiburan yang tidak terlupakan.

Suasana Rakornas penuh dengan warna-warni. Didominasi warna oranye, merah muda, biru, hijau dan ungu sesuai warna yang ada di logo Wonderful Indonesia. Masing-masing warna itu mewakili kedeputian yang ada di lingkungan Kemenpar.

Tidak hanya soal warna, mereka juga berkompetisi koor atau menyanyi antar deputi-sesmen. Yang menjadi vokalis utama harus deputi atau sesmen-nya, sedangkan backing vocalnya semua pejabat struktural di bawahnya.

“Rakornas sengaja memasukkan unsur 4R. Yaitu Olah Raga, Olah Rasa, Olah Rasio, Olah Ruh. Dan kompetisi menyanyi ini adalah bagian dari Olah Rasa,” ujar Ketua Rakornas Pariwisata I Tahun 2019, Priantono Rudito, Jumat (1/3).

Priantono menjelaskan, olah rasa ini tujuannya untuk menunjukkan sejauh mana 3S (Solid, Speed, dan Smart) masing-masing divisi. Selain itu, juga untuk menunjukkan kualitas masing-masing meski dalam tekanan.

“Solid, karena melibatkan lapisan jabatan mulai eselon satu hingga staff. Speed, mereka mempersiapkan pertunjukan yang bagus dalam waktu persiapan yang singkat. Dan Smart, bisa dilihat dari cara mereka menampilkan pertunjukannya,” jelas Priantono.

Penampilan mereka dinilai langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama artis penyanyi Rossa dan Fitri Carlina. Juga ada Denny Malik dan Jay Wijayanto yang jadi juri.

Walau hanya sempat latihan 3 kali saja, namun penampilan dari para deputi-sesmen luar biasa layaknya entertainer profesional. Tak nanggung-nanggung, musik yang mengiringi mereka adalah seorang maestro ternama, yaitu Dwiky Darmawan Orchestra.

“Seminggu terakhir ini timnya Dwiky mondar-mandir melakukan mentoring. Sebab tiap deputi-sesmen harus membawakan 2 buah lagu yang sudah ditentukan,” kata Priantono.

Yang tampil pertama adalah Tim Oranye, yaitu Deputi Pengembangan Pemasaran I di bawah komando Rizki Handayani. Tampil dengan gaun anggun warna hitam, Tim Oranye membawakan lagu Cinta milik Crisye dan Inikah Namanya Cinta milik Cowboys.

“Koreografinya dapet, vokalnya dapet dan kostumnya elegan. Overall penampilan Tim Oranye sangat mempesona,” kata Denny Malik mengomentari penampilan Tim Oranye.

Penampil berikutnya adalah Tim Merah Muda, yaitu dari Deputi Pengembangan Pemasaran II di bawah komando Nia Niscaya. Dengan mengenakan kostum milenial etnik, Tim Merah Muda membawakan lagu What Wonderful World karya Louis Armstrong dan Rumah Kita milik Godbless.

“Kostum Tim ini sangat menarik. Simple namun sangat serasi. Apalagi penari latarnya penampilannya sangat bagus hingga membuat lagu lebih sempurna,” komentar Rossa.

Berikutnya adalah Tim Biru. Yaitu Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan di bawah kepemimpinan Ni Wayan Giri Adnyani. Mengenakan busana Western dibalut kain tenun, Tim Biru membawakan lagu Kita Bisa milik Yovie and Nuno dan Cantik karya Kahitna.

“Sepertinya orang-orang yang dipilih ini sangat selektif. Karrna suaranya bagus-bagus yang nyanyi,” kata Rossa mengomentari.

Berikutnya, adalah penampilan Tim Hijau, yaitu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata yang dikepalai Dadang Rizki Ratman. Dengan busana rastafara, penampilan Dadang beserta bawahannya benar-benar mengguncang panggung. Membawakan lagu Someway dan Welcome to My Paradise, Dadang sukses menjadi bintang panggung.

“Saya seperti melihat konsernya artis-artis professional. Kalian berhasil membuat suasana penonton heboh. Bahkan semua juri ikut berdiri dan bergoyang,” komentar Menpar Arief Yahya.

Dan terakhir adalah penampilan Tim Ungu, yaitu Sekretaris Kementerian Pariwisata di bawah komando Ukus Kuswara. Dengan gaya anak raper masa kini, Ukus bersama jajarannya mampu menghipnotis penonton dengan lagu Zamrud Khatulistiwa karya Guruh Soekarno Putra dan Panggung Sandiwara karya Ahmad Albar.

Setelah semua menyajikan penampilan terbaiknya. Yang menjadi Juara I Tim Ungu, disusul runner up Juara II Tim Oranye. Tim Biru harus puas menduduki posisi Juara III dan Juara Harapan I Tim Merah Muda serta Juara harapan II Tim Hijau.

“Penilaiannya berdasarkan kekompakan 40%, vokal 20%, aksi panggung 15%, kostum 10%,” ujar Jay Wijayanto.

Namun masing-masing ternyata memiliki keunggulan sendiri. Sehingga Menpar Arief Yahya pun memberikan trophy khusus untuk beberapa kategori. Tim paling memesona Tim Oranye, Tim dengan kostum terbaik Tim Merah Muda, Tim paling kreatif tim ungu, Tim dengan vokal terbaik Tim Biru, dan Tim dengan aksi panggung terbaik Tim hijau

Menpar Arief Yahya juga tidak mau ketinggalan. Di kesempatan ini, dirinya menyanyikan dua buah lagu. Yaitu Dealova dan Jera. Rakornas ditutup dengan penampilan Rossa yang membawakan beberapa lagu, termasuk berduet dengan Menpar Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *