Ayam Taliwang Berkumandang di Sales Mission Selandia Baru

oleh -1.579 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA – Nusantara merupakan khasanah gastronomi terbaik. Bukan sekedar cita rasa nikmat atau tampilan memikat, kuliner juga menjadi media diplomasi terbaik. Profil ini melekat pada varian Ayam Taliwang. Treatment pendamai perselisihan 2 kerajaan. Kuliner ini lalu menjdi identitas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut juga terjadi di acara Sales Mission Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang digelar di Novotel Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/2).

Ayam Taliwang di acara Sales Missio bikin heboh para buyers. Itu setelah sellers asal Lombok dari Mahamaya, Mr David Anthony Roberts menceritakan kelezatan makanan asal Nusa Tenggara Barat itu. “Lezat dan nikmat Ayam Taliwang. Selain Lombok punga Gili-Gili pulau yang seksi dan indag, Lombok juga punya kuliner yang memukau yakni Ayam Taliwang,”ujar David.

Kata dia, selain cita rasanya, wistawan juga bisa menikmati sejarah dan filosofinya sekaligus. Hal senada diungkapan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani. Kata Rizki, silahkan wisatawan asal Selandia Baru untuk ke Lombok dan menikmati Ayam Taliwang yang sudah menjadi daya tarik pariwisata NTB.

“NTB ini destinasi pariwisata luar biasa. Dari sekian banyak atraksinya, jangan lupakan Ayam Taliwang. Ini adalah kuliner khas dengan cita rasa nikmat. Ada banyak cerita yang melatarbelakangi munculnya kuliner khas ini,” ungkap wanita yang biasa disapa Kiki itu.

Ayam Taliwang pada awal kemunculannya sebenarnya bernama Ayam Pelalah. Latar belakangnya yaitu bumbu rempah yang digunakannya. Untuk memasaknya dengan cara di bakar. Rempah bumbu yang digunakan adalah khas Suku Sasak dengan karakter rasa pedas. Berikutnya, Ayam Pelalah selalu identik dengan rasa pedas. Seiring waktu, nama Ayam Pelalah pun menggema di Lombok.

“Kenikmatan Ayam Taliwang kini tersebar ke mana-mana. Kenikmatannya memang sangat khas. Rasa pedasnya sangat kuat. Hal ini muncul dari beragam bumbu yang digunakannya, anda akan ketagihan,” tambah Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional IV Kemenpar Edy Wardoyo.

Berbagi pengetahuan, rasa Ayam Taliwang dibangun dari beragam rempah yang dipakai sebagai bumbu. Beberapa diantaranya adalah bawang merah, bawang putih, garam, dan cabai. Paduan bumbu semakin istimewa dengan campuran terasi Lombok. Rasa semakin spesial, sebab Ayan Taliwang disajikan secara utuh. Bahan baku utamanya juga menggunakan ayam kampung muda.

“Terasi Lombok itu sangat khas. Selalu membuat masakan menjadi lebih nikmat. Dengan bahan baku terbaik, kenikmatan Ayam Taliwang semakin kuat. Ditambah nuansa alam yang luar biasa eksotis, maka NTB menjadi spot terbaik untuk menikmati kuliner ini secara utuh,” tambah Kepala Bidang Pemasaran Area IV (New Zealand, Oceania), Titik Lestari.

Kenikmatan Ayam Taliwang makin lengkap bila mengerti nilai sejarah di dalamnya. Sebab, kemunculan kuliner ini dilatarbelakangi perseteruan 2 kerajaan di masa silam. Adalah, peperangan antara Kerajaan Selaparang Lombok dan Kerajaan Karangasem Bali. Pada suatu waktu, pasukan Kerajaan Taliwang didatangkan ke Lombok untuk membantu Kerajaan Selaparang.

Status pasukan Kerajaan Taliwang adalah melakukan pendekatan diplomasi dengan Raja Karangasem. Tujuannya, agar perang yang memakan biaya besar dan menelan banyak korban itu segera usai. Misi perdamaian Kerajaan Taliwang pun dilengkapi para pemuka agama, juru kuda, dan juru masak. Mereka ini memiliki tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Sebagai juru damai, pasukan Kerajaan Taliwang pun berdiam di suatu tempat. Lokasi itu lalu dikenal sebagai Karang Taliwang. Juru damai Kerajaan Taliwang lalu menyertakan olahan ayam dengan bumbu terbaik dalam proses negosiasi damai. Terpesona dengan kenikmatan ‘Ayam Taliwang’ ini, Raja Kerajaan Karangasem lalu mengakhiri perseteruan. Kerajaan Karangasem lalu meninggalkan Lombok.

“Konsep diplomasi ini juga kerap dipakai hingga saat ini. Penerapannya lebih luas, termasuk di dalam bisnis. Ada banyak deal yang dilakukan dari meja makan. Dan, prodak perdamaian Ayam Taliwang ini masih bisa dinikmati. Ayam Taliwang ini tentu menjadi warisan berharga,” ujar Titik.

Mengikuti perkembangan, penyajian Ayam Taliwang pun lebih berwarna. Ayam Taliwang saat ini punya tandem berupa Plecing Kangkung. Kuliner tersebut memiliki bahan baku kangkung, cabai rawit, tomat, garam, jeruk limau, dan tentu saja terasi Lombok. Ikut menegaskan kenikmatannya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun ikut merekomendasikan Ayam Taliwang.

“NTB ini sangat kaya dengan kuliner. Semuanya nikmat. Tapi, wisatawan bisa memilih Ayam Taliwang. Kenikmatan rasanya sudah terkenal dari dahulu hingga sekarang. Bukan hanya rasanya, wisatawan juga bisa belajar sejarah yang ada didalamnya. Silahkan datang ke NTB agar rasa Ayam Taliwang semakin nikmat. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitas NTB sangat luar biasa,” tutup Menpar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *