Bagansiapiapi Siap Tebar Pesona Saat Bakar Tongkang

oleh -1.055 views

SUARAJATIM.CO.ID- Kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, bersiap menebar pesonanya. Yaitu melalui prosesi budaya Bakar Tongkang. Event ini akan dihelat 28 hingga 30 Juni 2018.

Prosesi Bakar Tongkang sangat unik. Selalu mampu menyedot ribuan wisatawan. Hal ini pun diakui oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, Bakar Tongkang merupakan salah satu magnet utama pariwisata Riau. Ini dibuktikan dengan angka kunjungan wisatawan pada prosesi Bakar Tongkang tahun lalu.

“Tahun lalu berhasil menyedot 52 ribu kunjungan wisatawan. Bahkan 20 ribu diantaranya merupakan wisatawan mancanegara. Ini sangat luar biasa. Wajar jika Bakar Tongkang masuk dalam 100 Wonderful Events Kementerian Pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya, Jumat (22/6).

Masuknya wisatawan, memicu meningkatnya tingkat hunian sejumlah homestay dan hotel di Bagansiapiapi. Tak jarang, rumah-rumah warga di sekitar lokasi perayaan dibuka untuk menampung para wisatawan.

“Antusiasme turis terhadap prosesi tersebut cukup tinggi. Hal ini turut memacu perekonomian daerah. Seluruh sektor kebagian rezeki. Apalagi sektor akomodasi. Saya dengar, seluruh hotel dan homestay di Bagansiapiapi sudah full book. Ini tentu luar biasa,” ungkap Menteri asal Banyuwangi tersebut.

Hal ini juga diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman. Untuk menyiasati tingginya permintaan terhadap jumlah kamar, pemerintah setempat tengah merancang konsep nomadic tourism. Yaitu dengan tenda atau glamcamp seperti yang tengah dicanangkan Kementerian Pariwisata.

“Ini salah satu terobosan yang coba kami kembangkan untuk memenuhi tingginya permintaan kamar pada prosesi Bakar Tongkang tahun ini,” kata Fahmizal.

Sebagai sebuah prosesi budaya, Bakar Tongkang merupakan sebuah janji dari masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi. Mereka berjanji untuk tidak kembali ke tanah leluhur dan mengembangkan Kota Bagansiapiapi.

Perayaannya jatuh pada penanggalan lunar di hari ke-16 bulan kelima, dihitung pasca-Imlek. Secara historis, upacara itu merupakan sebuah penanda untuk memperingati hikayat asal-muasal Kota Bagansiapiapi.

“Agenda ini tahun lalu dinobatkan sebagai atraksi budaya terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API). Bakar Tongkang juga berkontribusi mendorong Riau meraih juara umum penghargaan pariwisata berstandar nasional tersebut, ujar Fahmizal.

Perhelatan tahun ini pun telah diset matang oleh seluruh stakeholder pariwisata Riau. Bukan hanya prosesi budaya, beragam atraksi lainya pun akan disuguhkan. Ada Bakar Tongkang Fashion Karnival, Pentas Negeri Seribu Kubah, Bagansiapiapi Heritage menjadi sajian pembukanya.

Atraksi budaya Tionghoa seperti barongsai bisa disaksikan dalam prosesi tersebut. Di samping itu, ada panggung hiburan yang salah satu acaranya menyuguhkan lagu-lagu Hokkian, yang dibawakan oleh para peserta dari dalam negeri dan luar negeri.

Pembakaran replika tongkang memuncaki festival yang berlangsung tiga hari itu. Sebelum diarak ke tempat pembakaran, replika kapal yang besar didoakan dan diberkati di Klenteng Hok Hok Eng. Ada kepercayaan di antara warga Tionghoa, apabila tiang utama tongkang yang dibakar itu jatuh mengarah ke laut, berarti peruntungan akan bersumber dari laut. Sebaliknya, jika mengarah ke daratan, peruntungan akan lebih banyak dari darat.

Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti juga sangat antusias menyambut prosesi Bakar Tongkang. Apalagi Bakar Tongkang telah terbukti menjadi salah satu atraksi utama pariwisata Indonesia.

“Semangat saya selalu berlipat jika berbicara mengenai Bakar Tongkang. Sebagai salah satu atraksi pariwisata, event ini selalu sukses dalam setiap penyelenggaraannya. Selalu sukses menyedot wisatawan datang. Tahun lalu saya hadir disana, sangat luar biasa. Sampai ketemu lagi di Bakar Tongkang, Bagansiapiapi,” ujar Esty yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *