Bantu Penerapan CHSE, PGTI Support NTB Thermo Gun

oleh -86 views

MATARAM – Pucuk dicinta ulam tiba. Pepatah ini tepat disematkan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran Persekutuan Gereja Tionghoa Indonesia (PGTI) di Jakarta ini untuk membantu penerapan CHSE – Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) di NTB. PGTI menyerahkan bantuan 50 buah thermo gun. Bantuan thermo gun ini selanjutnya akan diserahkan kepada pemilik homestay di sekitar kawasan Mandalika-Lombok Tengah. Salah satunya Sarhunta homestay Mandalika.

Therno gun menjadi salah satu komponen pendukung penerapan CHSE di Lombok Tengah. Sebelumnya PGTI Jakarta berperan aktif memberikan bantuan saat NTB dilanda gempa dahsyat yang menyebabkan puluhan bahkan ratusan korban meninggal dunia. Jelang pelaksanaan event World Superbike (WSBK) dan MotoGP, PGTI hadir kembali memberi bantuan, ikut mendukung pembangunan pariwisata di NTB.

Bantuan thermo gun diserahkan langsung perwakilan PGTI Jakarta di NTB, Hintantua Chandra kepada Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, didampingi Sekretaris Dispar NTB Lalu Hasbul Wadi. Thermo gun ini menjadi salah satu komponen kelengkapan penerapan CHSE. “Alat ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk mendukung event-event internasional di Mandalika,” terang Hasbul Wadi singkat.

Jelang digelarnya sejumlah event olahraga berskala internasional di Mandalika, beberapa ketentuan disyaratkan organisasi olahraga internasional. Diantaranya memenuhi ketentuan 65 persen vaksin. Namun capaian vaksin di Lombok Tengah mencapai 70,26 persen. Ketentuan lain penerapan protokol kesehatan dan sudah tersertifikasi CHSE. Upaya memenuhi ketentuan yang disyaratkan penyelenggara event internasional ini hampir seluruhnya sudah mencapai target.

Dari kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung perhelatan event, pemerintah daerah dan pemerintah terus bekerja keras. Berkolaborasi dengan berbagai pihak, seluruh komponen pemerintah dan pihak swasta telah berupaya menyelesaikan sejumlah pekerjaan pendukung event. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan penyelenggara event. Selebihnya, kebijakan pemerintah pusat menciptakan situasi yang ramah pandemi.

Dalam waktu dekat, event HK Endurance Challenge akan digelar 15-17 Oktober. Kemudian akan disusul dengan WSBK 19-21 Nopember. Puncaknya perhelatan event MotoGP Maret 2022 tahun depan.

“Melihat rentetan event dalam waktu dekat ini, kita perlu meyakinkan penonton dan wisatawan yang akan datang ke Lombok-Sumbawa. Bahwa kita menjamin dan bisa hidup berdampingan pandemi covid-19. Jika ini bisa kita lalui dengan aman dan lancar, puncaknya event MotoGP tahun depan. Maka bisa kita pastikan semua berjalan lancar. Semoga,” tutup Yusron penuh harap. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *