Bimtek Fotografi dan BISA Eksplorasi Potensi Destinasi Pariwisata Lombok Tengah

oleh -63 views
Toar RE Mangaribi, Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekraf - Kemenparekraf/Baparekraf saat memberikan arahan jelang Bimtek dan BISA di Desa Mertak, Lombok Tengah
Toar RE Mangaribi, Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekraf - Kemenparekraf/Baparekraf saat memberikan arahan jelang Bimtek dan BISA di Desa Mertak, Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH – Beragam potensi besar destinasi wisata Desa Kuta, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), diekplorasi Kemenparekraf/Baparekraf. Kanalnya dari Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman), Selasa (29/9). Kedua agenda ini memotret beragam kekayaan alam dan budaya yang terus lestari. Acara digelar dua kali. Pertama digelar di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada tanggal 29 September.

Sementara hari kedua digelar di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Desa Kuta dan Pujut secara umum sangatlah eksotis. Destinasi ini sangat lengkap. Alam dan budaya di sini sangatlah luar biasa. Kehadiran Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA sangat positif menaikan citra seluruh potensinya,” ungkap Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekraf Kemenparekraf/Baparekraf Toar RE Mangaribi.

Program Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA digulirkan di Kuta, Pujut, Lombok Tengah, NTB, pada Selasa (29/9). Sama seperti wilayah Lombok lainnya, Kuta juga terkenal eksotis baik alam dan budayanya. Potensi alamnya dikuatkan melalui warna bahari Pantai Kuta. Fasilitasnya lengkap dan wisatawan bisa melakukan beragam aktivitas.

Aktivitas di Pantai Kuta sangatlah beragam. Wisatawan bisa snorkling, diving, hingga surfing. Perairan ini memiliki terumbu karang indah dengan biota lengkap. Ada beragam jenis ikan yang bisa dijumpai di sana. Wisatawan juga bisa menikmati warna bahari dengan bermain air dan berenang. Toar mengatakan, eksotisnya warna alam dan budaya bisa dinikmati sepanjang masa transisi New Normal.

“Aktivasi kawasan destinasi wisata di Kuta sudah dilakukan. Warnanya tetap indah dan hangat. Spot ini sangat menarik dikunjungi, apalagi di sama transisi New Normal. Sebab, destinasi ini juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Untuk itu, kami berharap, wisatawan yang berkunjung juga mengikuti regulasi yang berlaku. Memakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah Nurman.

Selain alam, Kuta juga menawarkan sisi eksotis budayanya. Kawasan ini hidup tradisi Roah Segare yang mampu menarik massa besar. Penuh dengan warna sakral, tradisi Roah Segare menjadi media berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk ungkapan rasa syukur atas limpahan rizki dan keselamatan yang diberikan. Rangkaian acara ditutup dengan pelarungan Kepala Kerbau. Lokasi yang dipilihnya biasanya berada di Pantai Dundang yang menjadi akses keluar-masuknya nelayan.

 

“Dengan potensi besar yang dimiliki, pertumbuhan wisatawan akan positif di sana. Dari berbagai aspek, semuanya memenuhi persyaratan. Dengan berbagai pertimbangan tersebutlah, Kuta dipilih sebagai venue Bimtek dan BISA. Kalau sudah normal, kawasan ini akan berkembang cepat,” kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.

Menguatkan warna terbaiknya, Kuta juga menawarkan sisi lain kulinernya. Kemasannya melalui tradisi dan budaya ‘Mangan Berenges’. Ritual ini menjadi makan bersama seluruh masyarakat. Datang ke spot Pantai Kuta dan Senek, mereka membawa beragam kuliner hasil bumi, peternakan, hingga perikanan. Makanan tersebut diolah dengan racikan bumbu khas Suku Sasak.

“Destinasi ini sangat hangat dan ramah. Atraksinya beragam, termasuk kulinernya. Wisatawan dijamin akan nyaman berada di sana. Apalagi, protokol kesehatan diterapkan secara ketat di sini. Kami ucapkan terima kasih kepada wisatawan yang berkunjung ke sini dan mematuhi seluruh regulasi masa transisi New Normal,” tutup Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *