Blended Activity Kemenparekraf/Baparekraf Ciptakan Harmoni di DTW Tukad Bindu

oleh -112 views

DENPASAR – Blended activity Kemenparekraf/Baparekraf membuat harmoni Daya Tarik Wisata (DTW) Tukad Bindu makin kental. Melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman), keseimbangan manusia, alam, bahkan penciptanya semakin sempurna. DTW tersebut lestari hingga memberi banyak manfaat, termasuk secara ekonomi.

DTW Tukad Bindu, Kesiman, Denpasar, Bali, layak sebagai referensi utama wisata di masa transisi New Normal. Apalagi, Kemenparekraf/Baparekraf sudah melakukan penguatan melalui Bimtek Ekonomi Kreatif Fotografi dan BISA, Minggu (6/9). Tukad Bindu bahkan ditunjuk sebagai venue peluncurannya. Dijamin tetap hijau Covid-19, pergerakan wisatawan diprediksi akan terus tumbuh menuju normal.

“Blended activity ini semakin mengangkat brand Tukad Bindu. DTW ini memiliki potensi besar dengan beragam experience bagi wisatawan. Pergerakan wisatawannya sebenarnya bagus. Di masa transisi New Normal seperti sekarang ini pun terus membaik. Kami terus yakin pergerakan segera normal kembali, apalagi kalau pandemi Covid-19 selesai,” ungkap Relawan Tukad Bindu Dewa A Hendrawan.

Menjadi DTW dengan basic tukad (sungai), profil mengesankan memang dimiliki Tukad Bindu. Sebab, sungai awalnya kotor karena sampah juga angker. Pembenahan dan pembersihan akhirnya dilakukan pada 2010. Berikutnya, Tukad Bindu menjelma menjadi DTW eksotis. Buktinya, kawasan ini jadi salah satu spot yang dikunjungi peserta IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

Memiliki panjang sekitar 1 Km, Tukad Bindu dilengkapi dengan beragam fasilitas. Ada wahana edukasi Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Mikro. DTW ini juga banyak memiliki sisi instagramable, seperti jembatan. Mengiatkan nuansa alam, DTW ini juga dilengkapi Kebun Tanaman Organik dan Pojok Akuaponik. Ada koleksi beragam jenis anggrek di sini.

“DTW Tukad Bindu dan Kesiman sangat bersih sekali. Lingkungannya hijau dengan udara yang segar. DTW ini semakin sempurna karena menerapkan program BISA. BISA dengan protokol kesehatannya jadi kunci utama untuk menarik wisatawan. DTW ini juga pesona lain dari produk ekonomi kreatifnya,” terang Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Riwud Mujirahayu.

Experience pengunjung dijamin semakin lengkap. Apalagi, DTW Tukad Bindu juga memiliki fasilitas bermain anak. Permainan yang ditawarkannya bercorak tradisional, seperti Egrang, Congklak/Dakon, dan Ayunan. Ada juga zona konservasi satwa Landak, Musang, juga beragam jenis burung. Semakin menarik, DTW ini dilengkapi _WiFi_ gratis dan area kuliner.

“DTW Tukad Bindu memang ideal sebagai lokasi program Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan gerakan BISA. Ada banyak inspirasi yang ditawarkan. Silahkan berkunjung ke Tukad Bindu dan nikmati beragam keseruan yang ditawarkan. DTW ini sangat cocok bagi keluarga,” tegas Riwud yang mewakili Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.

Keseruan wisatawan dijamin sempurna. Sebab, DTW Tukad Bindu memiliki spot kopi. Keharuman yang ditawarkan adalah Kopi Kintamani. Ditanam pada ketinggian 900 mdpl, kopi robusta tersebut sangat terkenal. Pada derajat sangrai sedang (medium roast), kopi ini muncul homogen. Aromanya terkesan manis dengan sedikit rempah-rempah.

Bila tingkat keasaman reguler terpenuhi, maka muncul aroma jeruk. Kekentalan yang muncul sedang. Kopi Kintamani juga terkenal tidak terlalu pahit (bitter) dan sepat (astringent). Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani menegaskan, Tukad Bindu salah satu sudut terbaik untuk menikmati vibrasi harmoni Pulau Dewata-julukan Bali.

“Alam dan budaya menyatu di Tukad Bindu. DTW ini merupakan salah satu sudut terbaik merasakan vibrasi harmoni Bali. Warna warni khas Bali tersaji lengkap di sini, termasuk kuliner khasnya. Ada Kopi Kintamani yang sangat terkenal karena cita rasanya,” tegas Ricky.

Dengan beragam _experience_ terbaik yang ditawarkan, pergerakan wisatawan pun tumbuh kompetitif di masa transisi New Normal. Usai diaktivasi kembali, Tukad Bindu rata-rata dikunjungi sekitar 100 orang wisatawan per harinya. Jumlah tersebut memenuhi slot 25% dari rata-rata hari normal sebelum pandemi Covid-19. Angka riil kunjungan wisatawannya sekitar 300-400 orang per hari.

“Program Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan gerakan BISA akan mengembalikan pergerakan wisatawan menuju normal. Sebab, program ini menjamin DTW selalu Bersih, Indah, Sehat, dan Aman. Dengan pesona yang dimilikinya, Tukad Bindu akan tetap menjadi rujukan utama wisman saat kran asing dibuka lagi,” tutup Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Denpasar Putu Riyasti.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *