Cobain Yuk, Camping Sambil Berburu Sunrise di Pasar Sago

oleh -750 views

SUARAJATIM.CO.ID– Hei para pecinta alam, ada kegiatan seru nih di destinasi digital Pasar Sago, Payakumbuh, Sumatera Barat. Minggu (16/9), kalian bisa camping sambil berburu sunrise di sana

Ya, Minggu (16/9), Pasar Sago menawarkan sensasi yang luar biasa. Pengunjung bisa happy bareng. Ceria bareng. Dan semuanya, bisa dilakoni bersama teman, keluarga, kerabat dan sahabat.

“Sejak dibuka tanggal 5 Agustus lalu. Antusias masyarakat cukup bagus. Wisatawan yang datang ke Pasar Sago lebih tertarik ke camping. Sambil hunting sunrise atau sunset di Bukit Trabas Payakumbuh,” ujar ujar PIC Pasar Sago, Elsa Thessia Yeneva, Sabtu (15/9).

Wanita yang kerap disapa Eca itu juga menceritakan alasan para pengunjung Pasar Sago tertarik camping di sana. Menurut Eca, keberadaan Pasar Sago sudah menjadi daya tarik sendiri. Selain instagramable, destinasi digital besutan GenPI Sumbar ini juga memiliki lanskap yang luar biasa. Tak jarang jadi lokasi untuk hunting foto sunrise atau sunset.

“Dari awal Kita sudah menyedikan camping. Karena beberapa komunitas lebih tertarik ke camping. Tendanya sekitar 10 sampe 15 tenda kalo lagi bagus cuaca. Di sana ada Bukit Trabas bisa ditempuh jalan sekitar 15 menit. Jadi temen-temen yang mau camping bisa Kita pandu untuk menyaksikan sunrise atau sunset di sana,” kata Eca.

Yang lebih menarik, saat matahari terbit. Di puncak bukit Kita bisa melihat gumpalan awan ditambah pantulan sinar matahari pagi. Sehinga sangat tepat untuk bidikan kamera para wisatawan.

“Apalagi sekarang sedang kemarau, nuansa musim gugur semakin terasa. Untuk camping sendiri tidak dipungut biaya. Cukup membayar seikhlasnya saja untuk biaya kebersihan. Kami tidak mematok harga. Namun apabila wisatawan yang datang tidak memilik tenda, kami juga menyediakan sewa tenda dan perlengkapan camping lainnya,” katanya.

Selain camping, ada aktivitas lain yang bakal seru. Seperti panjat pinang condong, permainan anak nagari, kesenian Minang, hiburan hingga festival jajanan minang.

“Kalau untuk kegiatannya, tidak jauh beda dengan pasar lainnya. Ada permainan tradisional anak nagari, ada panjat pinang condong yang diadakan di dalam kolam dan mancing,” ujarnya.

Yang tidak boleh dilewatkan di Pasar Sago adalah kuliner. Kelezatannya tidak perlu diragukan lagi. Ada rendang yang sudah mendunia, dan ada juga kuliner yang tidak bisa dijumpai ditempat-tempat lain. Yaitu Nasi Sala.

Nasi Sala adalah hidangan ikan dibalut tepung yang disajikan bersama nasi dan sambal. Kata ‘sala’ dalam bahasa setempat bisa diartikan sebagai digoreng. Ciri khas dari gorengan yang disebut ‘sala’ adalah baluran adonan tepung yang menyelimutinya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi semangat anak-anak GenPI dalam berkreasi. Menciptakan pasar-pasar dengan berbagai karakter, sesuai daerahnya.

“Pasar Sago ini menggabungkan antara adventure, nature, culture dan ada banyak sentuhan buatan atau manmade. Itu sangat kreatif,” kata Menpar Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *