Dipenuhi Komunitas, Launching Pasar Cikundul Penuh Warna

oleh -808 views

SUARAJATIM.CO.ID– Destinasi digital milik Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sukabumi, Pasar Cikundul, resmi meluncur, Minggu (9/9). Kegiatannya meriah. Banyak komunitas yang ikut join ke kawasan Taman Pemandian Air Panas Cikundul, Sukabumi.

Yamg melaunching-nya pun langsung pimpinan daerah. Agendanya dikawal Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Dady Iskandar.

Seluruh stakeholder Sukabumi ikut terlibat. Terbukti Walikota terpilih Sukabumi terpilih pun datang langsung beserta pejabat dan aparatur pemerintahan lainnya.

“Ini membuktikan keseriusan semua pihak untuk mendorong adanya destinasi baru termasuk destinasi digital Pasar Cikundul ini. Terlebih Kota Sukabumi tidak banyak mempunyai destinasi wisata terutama wisata alam,” ungkap Pj Walikota Sukabumi Dady Iskandar.

Tercatat ada 25 komunitas yang hadir dalam lauching ini. Sebagian komunitas, memperlihatkan kebolehannya. Sajiannya beragam.

Ada atraksi bela diri. Seperti pencak silat, dan ibing pencak. Atraksi yang terakhir disebut ini, rupanya paling dinantikan pengunjung. Karena, sangat khas Sukabumi.

Ibing pencak adalah silat seni. Atau, bukan silat nomor pertandingan. Karena berada di Sukabumi, pesilat ibing pencak lebih banyak menampilkan gerakan seni khas Sukabumi.

Selain komunitas bela diri, adalah juga penampilan yang menggemaskan dari para penari Jaipong. Karena, gerakannya sangat gemulai dan indah. Ada juga komunitas Dongeng dari Saung Dongeng. Atraksi kekinian pun ada yaitu Panahan dan Live Sketch.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh seluruh pihak yang sudah mendukung Pasar Cikundul. Baik itu Kemenpar, pemerintah daerah serta para komunitas Kesukabumian yang sudah hadir serta pengunjung lainnya. Kini Pasar Cikundul hadir memberikan warna baru pariwisata Sukabumi,” ujar Juragan Pasar Cikundul Agus Rustiawandi, Minggu (9/9).

Pasar besutan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sukabumi itu memang paten. Konsepnya tidak kalah dengan destinasi digital lainnya. Gaya kekinian yang dipadukan dengan nuansa kearifan lokal. Hasilnya, memberikan nuansa tersendiri. Hal ini ditandai dengan asiknya para pengunjung mengabadikan diri diberbagai spot instagramable Pasar Cikundul.

Konsep pasar terlihat jelas dari berbagai lapak yang ada. Pasar tersebut diisi oleh 15 lapak penjual dengan 30 lebih jenis produk. Produknya pun cukup beragam, dari mulai makanan, minuman, hingga aksesoris tradisional.

Berbagai makanan dan minuman khas Sukabumi pun dapat ditemukan di Pasar Cikundul. Ada Moci, Surabi, Peyeum, Bubur Ayam, Jala Ketan Galendo, Enye, Nasi Liwet, hingga Bandrek dan Bajigur ada disana. Harganya dijamin murah. Rata-rata berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

Layaknya destinasi digital lain, transaksi yang dilakukan tidak menggunakan uang tunai. Pengunjung diwajibkan menggunakan koin kayu sebagai alat pembelian. Nominalnya juga senilai Rp 5.000 dan Rp 10.000.

“Jadi semua kita konsepkan seunik dan semenarik mungkin. Ini yang menjadi nilai plus dari destinasi digital. Konsep ini berhasil di berbagai destinasi digital di berbagai daerah lainnya. Dan semoga dengan hadirnya pasar cikundul ini bisa memberikan manfaat dan keberkahan khususnya bagi semua pihak yang terlibat dan umumnya bagi Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia,” kata Agus.

Respons positif ditunjukkan para penjual di Pasar Cikundul. Dari 30 produk yang dijual, produk yang paling laku adalah Cireng, Liwet dan Gulali. Ketiga produk ini mendapatkan omzet hampir 40 % dari omzet keseluruhan.

Hal ini diamini Ela Kamelia yang membuka lapak Nasi Liwet. Dirinya mengaku sangat senang dengan adanya Pasar Cikundul. Karena pasarnya ramai dan menguntungkan. Hal ini jelas memberi harapan baru binis kuliner. “Ramai kang. Untungnya lumayan. Alhamdulillah bisa buat tambah-tambah uang dapur,” ungkap Ela.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun sumringah. Menurutnya Destinasi Digital ini bisa menjadi incubator buat GenPI untuk belajar 2C sekaligus, yakni memperkuat Creative Values sekaligus Commercial Values, menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Konsep community development diterapkan dengan melibatkan seluruh stakeholder. Termasuk juga masyarakat sekitar lokasi sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat dari adanya pasar digital ini,” tutur Menpar Arief.

Menteri berdarah Banyuwangi itu juga menyebut, anak-anak muda millennials itu akan belajar bermedia sosial yang keren, positif, mengangkat dan mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia.

“Di sana juga mengasah mereka untuk terus berkreasi, berinovasi, mengikuti selera zaman yang makin cepat bergerak. Saya ingin menghidupkan minimal 100 Pasar GenPI baru di tahun 2018 ini,” imbuh Menpar Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *