Festival Wonderful Indonesia di Kuching dihadiri 350 Ribu Pengunjung

oleh -508 views

JAKARTA – Festival Wonderful Indonesia 2019 selesai digelar, 29-31 Maret lalu. Dilihat dari jumlah pengunjung, kegiatan ini sangat sukses dengan dihadiri sekitar 350 ribu orang. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Kuching pun memberikan apresiasi pada kegiatan ini.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung mengatakan, moment tahunan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mempromosikan festival-festival crossborder Kalimantan Barat. Baik melalui tayangan LED di seluruh kawasan Waterfront, maupun lewat poster dan pembagian flyer.

“Event ini masuk tahun ke-6. Pada pelaksanaannya, kita join promo dengan festival lokal yaitu agenda Warisan Pintar Old Kuching atau Old Kuching Smart Heritage. Kita juga bekerjasama dengan Dewan Bandaraya Kuching Utara (DBKU). Karenanya, event tahunan ini tak hanya dihadiri masyarakat seluruh penjuru Sarawak, Tapi juga Malaysia semenanjung,” ujarnya, Selasa (2/4).

Menurut Rizki, event ini menguntungkan kedua belah pihak. Bagi Indonesia, ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya dan destinasi Indonesia. Sementara bagi Sarawak, warga di sana bisa terhibur dan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Dari event ini, terlihat masyarakat Sarawak banyak mengidolakan artis-artis Indonesia. Untuk itu, keberadaan artis nasional pada setiap festival crossborder dapat menjadi booster kunjungan wisman asal Sarawak. Serta dapat menjadi event yang dinanti-nantikan kehadirannya.

Kabid Pemasaran Area III Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono menambah, pada information center, pengunjung nampak ramai menanyakan informasi wisata Indonesia. Mereka juga mengikuti games, dan mengisi online survey.

Hasil survey menunjukkan, tujuan bepergian warga Sarawak/ Malaysia antara lain untuk leiseure sebanyak 58%, bisnis 20,5%, dan meeting friend/ relatives 16,1%. Sedangkan untuk minat terhadap destinasi Indonesia, terfavorit adalah Jakarta (41,1%), Bali (40,2%), dan Yogyakarta (27,7%). Dalam berwisata, mereka sangat mengutamakan attraction (51,1%), dibanding cost (21,4%), activity (19,8%), dan accommodation (2,7%).

Karena itu, lanjut Sapto, travel agent sangat diburu pengunjung untuk menanyakan destinasi wisata Indonesia, serta promo paket wisata. Contohnya, Bangun Wisata Holidays Jatim menawarkan Buy 3 Get 4 dan Trans Borneo Adventure dengan trip menariknya Mahakam Cruise River. Storytelling Paket Pesut Mahakam oleh Anugerah Travel menjadi daya tarik masyarakat Sarawak, bahkan bagi Menteri Pelancongan Sarawak, Datuk Haji Abdul Karim Rahman Hamzah.

Tak kalah menarik dari itu, craft corner juga dibanjiri pembeli yang takjub melihat produk-produk kerajinan di Kalbar. Menurut pengunjung, produk yang ditawarkan sangat unik dan milenial, dengan harga yang cukup miring. Sebagai contoh, tanaman hias dan alas kaki dari rajutan dengan ornamen yang unik.

“Untuk kuliner, Mami Ayu Kopi Lada Hitam serta Ayam Geprek & Bakso Ina menjadi jawara dagangan terlaris. Pengunjung juga tertarik memperhatikan demo jamu dan penjelasannya, serta mencicipi langsung cita rasa jamu yang menyegarkan,” ungkapnya.

Di lain pihak, Menteri Pelancongan Kesenian Kebudayaan, Belia, dan Sukan Sarawak, Datuk Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang telah berpartisipasi dan memeriahkan event tahunan ini. Ia pun menyambut baik rencana pembukaan rute Pontianak-Jakarta oleh AirAsia. Terlebih, selama ini warga Sarawak harus transit ke Pontianak dan rute terbatas untuk ke destinasi-destinasi Indonesia selanjutnya.

“Saya pribadi penasaran dengan Paket Pesut Mahakam oleh Anugerah Travel. Ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Sarawak. Sayang, konektivitas udara masih harus transit hingga 2 kali menuju ke beberapa destinasi Indonesia lainnya,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, wisata perbatasan atau crossborder tourism akan terus digelar dan ditingkatkan di titik-titik yang memiliki potensi kunjungan wisman cukup tinggi. Berbagai atraksi juga akan disuguhkan sebagai salah satu daya tarik untuk mendatangkan turis asing. Selain lewat seni dan budaya, kegiatan crossborder bisa disemarakkan dengan festival kuliner dan konser musik yang menampilkan artis-artis ibukota.

“Di wilayah perbatasan lain seperti Kepulauan Riau, kita juga support kegiatan dengan sentuhan olahraga atau sport tourism. Di masing-masing crossborder memang memiliki nilai jual yang berbeda, sehingga kita tinggal menyesuaikan dengan permintaan pasar tersebut,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *