Ikhtiar Juara, Kadispar NTB Sinergikan Program Strategis Perangkat Daerah di Tete Batu

oleh -72 views

Nusa Tenggara Barat – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kadispar Provinsi NTB), Yusron Hadi sebagai koordinator pendampingan di Tete Batu mewakili Pemprov NTB melihat adanya potensi besar dari desa-desa wisata di sekitar yang juga menyimpan keunikan wisata sendiri. Menurutnya, hal tersebut akan melengkapi potensi dan keunikan yang dimiliki oleh Desa Wisata Tete Batu.

“Desa wisata penyangga ini punya varian keunggulan daya tarik wisata yang sangat berbeda dengan Tete Batu. Semuanya bisa saling menguatkan dan memperkaya daya tarik wisata di kawasan ini. Kita harus bersama-sama dengan Kabupaten Lombok Timur untuk mengembangkannya menjadi satu kawasan wisata maju nantinya,” ungkap Yusron, Kamis (9/9/2021).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah memberi support luar biasa dengan kehadiran langsung di Tete Batu, sehingga para perangkat daerah juga berkomitmen penuh mendampingi Tete Batu mengikuti lomba di Ajang Best Tourism Village UNWTO 2021,” harap Yusron.

Yusron juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran 17 perangkat daerah provinsi yang turut hadir pertemuan dan ikut ambil bagian dalam gerak bersama pendampingan ini.

Pada kesempatan itu, Yusron mempresentasikan highlight utama, yakni peran dan tugas semua perangkat daerah yang terlibat dalam pendamping. Berbagai program unggulan provinsi di intervensi di Tete Batu merujuk pada 12 indikator penilaian UNWTO.

“Indikator -indikator penilaian tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kualitas daya tarik wisata saja, namun ternyata banyak indikator yang menyentuh aspek sosial-budaya dan ekonomi masyarakat,” kata Yusron.

Dengan demikian,Yusron memaparkan jika lomba ini cakupannya luas dan ingin melihat seberapa besar dampak aktivitas desa wisata bagi kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat setempat bahkan wilayah yang lebih luas di luarnya.

Adapun 12 indikator penilaian UNWTO tersebut adalah pertama, mengurangi ketimpangan regional dalam pendapatan dan pembangunan. Kedua, melawan depopulasi. Ketiga, kemajuan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan pemuda. Keempat, mempromosikan transformasi pedesaan dan memperkuat kapasitas daya tarik.

Kelima, memperkuat multi-level-governance, kemitraan dan keterlibatan aktif masyarakat. Keenam, meningkatkan konektivitas, infrastruktur, akses ke keuangan dan investasi. Ketujuh, inovasi dan digitalisasi tingkat lanjut. Kedelapan, berinovasi dalam pengembangan produk dan integrasi rantai nilai. Kesembilan, mempromosikan hubungan antara sistem pangan yang berkelanjutan, adil dan tangguh. Kesepuluh, memajukan konservasi sumber daya alam dan budaya.

Kesebelas, mempromosikan praktik berkelanjutan untuk penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan pengurangan emisi dan limbah dan terakhir meningkatkan pendidikan dan keterampilan.

Menurut Yusron, bila indikator tersebut diselaraskan dengan program unggulan provinsi, maka dukungan program provinsi akan terkait dengan perbaikan prasarana jalan, penataan landscape, lingkungan asri, pengelolaan sampah dengan bank sampah, posyandu keluarga, desa ramah anak dan ibu, perpustakaan digital, desa wisata digital, lumbung pangan keluarga, pengembangan Bumdes, pertanian organik, swasembada daging, biogas, desa tangguh bencana, pengembangan umkm produk ekonomi kreatif dan pengembangan SDM.

“Alhamdulillah dan terima kasih atas dukungan rekan-rekan perangkat daerah provinsi dan semoga sinergi ini juga kita akan hadirkan dalam pengembangan desa-desa wisata lainnya di Lombok-Sumbawa, terlebih yang juga sedang mengikuti lomba ADWI yakni Desa Wisata Senaru, Sesaot dan Bonjeruk,” ujar dia.

Menurutnya, desa wisata adalah etalase program-program pemerintah. Karenanya, ke depan kita punya program desa wisata plus, yakni desa-desa wisata yang siap menginternalisasi program-program strategis daerah. “Dan kita mulai sekarang dari Tete Batu, kerja sama pentahelix tercermin di desa wisata kita,” pungkas Yusron.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *