Ini Dia Hasil Manis Muhibah Bugis Melayu Serumpun di Batam

oleh -346 views

BATAM – Kota Batam memperlihatkan kekayaan budaya yang dimilikinya. Momen yang digunakan Adalah Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun. Event ini dilangsungkan Sabtu (27/4) malam. Lokasinya di Ibis Style Hotel, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatannya berlangsung sukses. Sebab, ada 219 wisatawan mancanegara yang hadir.

Menariknya, 219 wisatawan yang hadir itu berasal dari Singapura. Mereka memiliki alasan khusus datang ke acara ini. Ke-219 wisatawan itu adalah keturunan Suku Bugis Melayu. Dengan kata lain, mereka memiliki ikatan batin.

Menurut Kepala Bidang Area II Asdep Pemasaran Regional I, Trindiana M. Tikupasang, Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun adalah cara untuk melestarikan kebudayaan.

“Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengangkat kembali kejayaan Melayu Bugis. Juga untuk merajut kebesaran sejarah Bugis Melayu yang pernah gemilang melalui kuliner, pentas musik, dan tarian,” ujar Trindiana yang menghadiri acara tersebut.

Selain perwakilan Kementerian Pariwisata, event ini juga dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Wuryanta.

“Rangkaian acara pada kegiatan Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun sangat padat. Dan, sangat kental dengan budaya. Khususnya budaya Bugis dan Melayu. Ini juga yang menjadi daya tarik bagu wisatawan,” terang Diana.

Salah satu kebudayaan yang ditampilkan adalah Tari Bugis, Paduppa. Tarian ini dibawakan dengan sangat indah oleh Sanggat Wan Sendari. Paduppa merupakan tari sambutan buat tamu yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Selain itu, diperdengarkan juga lagu-lagu Melayu dan Bugis. Antara lain lagu Balo Lipa, Tak Akan Melayu Hilang di Dunia, Tana Ogi Wanuakku, dan Zapin Pusaka. Nuansa budaya makin kental terasa saat tari Melayu, Pulau Putri, ditampilkan. Namun yang paling seru, saat seluruh undangan diajak mengikuti Joget Lambak Bersama-sama.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Dessy Ruhati, memberikan acungan jempol untuk pelaksanaan event ini.

“Selain mampu menyajikan atraksi-atraksi modern, Batam juga mempertahankan budayanya. Bahkan diperkenalkan. Seperti dalam Muhibah Bugis Melayu ini,” kata Dessy memberikan apresiasinya.

Hal senada disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia mengingatkan betapa berharganya melestarikan kebudayaan.

“Budaya itu semakin dilestarikan akan semakin meeyejahterakan. Nilainya akan semakin tinggi. Dan culture ini juga menjadi magnet untuk menarik wisatawan. Muhibah Bugis Melayu ini adalah contoh yang baik. Apalagi merupakan perpaduan dua budaya yang berbeda,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *