Ini Jurus Keren Wonderful Indonesia di TITF 2019 Bangkok

oleh -830 views

SUARAJATIM.CO.ID, BANGKOK – Tanggal 13-17 Februari 2019, Kementerian Pariwisata RI ‘memborbardir’ Thailand International Travel Fair (TITF) 2019 dengan promosi Wonderful Indonesia. Lokasinya pun sangat strategis. Lokasinya di Queen Sirikit Convention Center, tempat lalu-lalang ribuan orang yang hendak berwisata.

Lantas mengapa harus Bangkok? Mengapa juga harus di arena TITF?

Jawabannya ternyata berangkat dari fakta. Bukan reka-reka. Setiap tahunnya TITF selalu dikunjungi ratusan ribu travellers yang hendak berwisata. Gambaran crowdnya dari hari pertama sampai hari terakhir kira-kira bisa disandingkan dengan satu stadion Gelora Bung Karno. Full dari tribun atas sampai bawah. Crowd yang mondar mandir di TITF itu adalah pasar traveler yang sudah terseleksi secara alamiah. Mereka pasar yang sangat potensial.

“Ibarat kolam yang penuh ikan, tak terhitung berapa ekor yang tertangkap. Jadi ‘serangannya’ sudah pas,” terang Menpar Arief Yahya, Kamis (14/2).

Semua analogi Menteri terbaik se-ASEAN 2018 itu diimplementasikan Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa dan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Dessy Ruhati, dengan strategi ‘tiki taka’ yang sangat baik.

Booth Wonderful Indonesia langsung dibalut dengan video, foto-foto dan text berbagai destinasi yang keren-keren. Dari mulai Dieng, Borobudur, Prambanan, Bali, Jogjakarta, Tanjung Puting sampai wisata diving Morotai, semuanya tebar pesona di arena TITF. Komplit dengan sambutan “Visa Free” to Indonesia.

Desainnya simple. Minimalis modern. Sangat matching dengan desain besar interior dan eksterior Queen Sirikit Convention Center. “Semuanya kami tampilkan untuk memikat pengunjung Queen Sirikit,” Kiki, sapaan akrab Rizki Handayani.

Itu berlum termasuk sajian tarian asal Jogjakarta yang dibawakan apik. Sangat menarik perhatian ribuan pasang mata yang berseliweran di sana. “Ada juga coffee corner berbasis bahan organik. Dari mulai kopi arabika sampai robusta asal Bali, bisa dinikmati secara gratis,” tambahnya.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Dessy Ruhati, meyakini peluang Wonderful Indonesia masih sangat terbuka lebar. Kans untuk menggaet Thai people masih sangat terbuka. Alasan pertama, karakter Thai people tidak suka dengan penerbangan di atas tiga jam.

“Alasan kedua, Thai people hanya punya sedikit waktu. Liburannya pendek. Biasanya hanya saat long weekend. Kalau mereka Bangkok resident, biasanya mereka ke Singapura, Malaysia, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Filipina juga Indonesia,” ungkapnya.

Florida Pardosi, Kabid Promosi untuk Singapura dan Thailand Kemenpar, juga seirama. Menurutnya, Indonesia bisa sangat diuntungkan bila mencoba menjaring ikan di arena TITF.

“Thailand mirip-mirip dengan Singapura. Hilir mudik orang dari berbagai penjuru dunia ke Negeri Gajah Putih itu mengalir tak habis-habisnya. Volume dan frequensinya juga wow. Karenanya peluangnya masih sangat terbuka lebar. Kita masih bisa menggarap wisata tematik seperti adventure, religi atau diving yang banyak disuka milenial Thailand,” papar Butet, sapaan akrab Florida Pardosi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *