Ini Lokasi Berburu Kuliner Ubud saat UWRF 2018

oleh -695 views

SUARAJATIM.CO.ID– Event Ubud Writers & Readers Festival (UWRF 2018) sukses menyedot perhatian wisatawan. Baik dalam maupun luar negeri. Salah satu yang bisa dinikmati dari event ini adalah kuliner. Dan menikmati kuliner di sini bisa dilakukan sambil mengikuti UWRF 2018.

Menteri Pariswisata Arief Yahya mengatakan, kuliner Bali adalah produk budaya yang sudah lama teruji. Dan dilakukan turun temurun. Hal ini mempengaruhi tradisi selera lidah orang Bali.

Menurutnya, dalam terdapat 3 produk dalam portofolio Wonderful Indonesia. Ada Alam (Nature) 35%, Budaya atau Culture 60%, dan Buatan Manusia (Man Made) 5%. Kuliner itu ada di kolom budaya yang 60% itu.

“Kuliner itu sekitar 30% dari 60% portofolio budaya, jadi angkanya memang sudah tersebar,” kata Arief Yahya, Kamis (25/10).

Menpar Arief menambahkan, pariwisata itu gandengannya adalah culinary and shopping sekitar 45 persen. Wisata desa-kota 35% dan wisata budaya, sejarah dan heritage 20%. Karena itu, event ini dibuat di kawasan Bali. Khususnya Ubud yang kental dengan culturenya.

“Bali kini lebih tenang, bersih dan damai. Langit lebih biru, udara lebih bersih, sawah-sawah lebih subur. Silakan ke Bali, ikuti Writers & Readers Festivall! Pasti enak dan keren!” ujar Menpar Arief Yahya.

Mencari kuliner tradisional di Ubud tidak sulit. Ada banyak restoran yang menawarkan menu hidangan Nusantara. empat tempat ini dapat menjadi pilihan. Beberapa di antaranya adalah bisnis keluarga turun temurun di Ubud.

1. Pasar Ubud

Bila Anda ingin merasakan masakan khas Bali, datanglah ke Pasar Ubud saat subuh sampai sekitar pukul 07.00 WITA. Ada banyak jajanan khas Bali seperti aneka kue, bubur bali, dan nasi jinggo. Sarapan hemat dan tentunya lezat.

Di siang harinya, sekitar pukul 09.00, Pasar Ubud berubah menjadi pasar suvenir. Jadi, setelah kenyang, Anda bisa langsung belanja souvenir.

2. Laka Leke Ubud

Restoran Laka Leke menyajikan hidangan bebek garing. Bebek ini disajikan dengan kulit garing dan bebek yang sama sekali tidak alot serta tak berbau. Selain bebek garing, Laka Leke juga menyediakan hidangan Bali lain seperti nasi campur ayam.

Restoran ini berada di Jalan Nyuh Kuning.Keistimewaan lain dari restoran ini setiap sore diselenggarakan workshop seperti menari, bermain gamelan, dan setiap malam ada pertunjukan tarian Bali yang harganya sudah sepaket dengan makan malam.

3. Ayam Betutu Pak Sanur

Warung Ayam Betutu Pak Sanur ini sudah buka sejak 1986. Ayam yang disajikan benar-benar autentik. Keistimewaan ayam betutu Pak Sanur adalah dimasak selama 12 jam dengan api kecil, dengan ragam bumbu dan rempah yang lengkap.

Dengan dimasak seperti itu, maka saat dimakan, semua daging dan kulit akan dengan mudah lepas dari tulangnya.

Warung ayam betutu Pak Sanur beralamat di Jalan Arjuna nomor 19, Ubud. Buka dari pagi hari sekitar 08.00-20.00. Ayam Betutu Pak Sanur dihargai Rp 100.000 per ekor. Sementara, untuk porsi per piring lengkap dengan sayur mayur dihargai Rp 25.000.

4. Bebek Betutu Pak Ketut

Bila Anda malas makan di luar, cobalah pesan Bebek Betutu Pak Ketut. Pak Ketut adalah tetangga Pak Sanur. Rumahnya beralamat di Jalan Arjuna nomor 10.

Bebek Betutu Pak Ketut bukanlah warung atau restoran. Rumahnya juga tidak ada papan tanda yang menandakan ia berjualan bebek. Keluarga Pak Ketut sejatinya adalah pemasak bebek betutu untuk Puri Ubud dan pemasok ke restoran.

Untuk memesan bebek betutu Pak Ketut harus dua hari sebelumnya. Satu bebek betutu buatan Pak Ketut dihargai Rp 130.000. Bebek betutu buatan Pak Ketut ini dijamin rasanya enak.

Bebek betutu dimasak selama 12 jam dengan teknik kubur dengan kulit aris beras dan pelepah pinang. Rasanya luar biasa, dengan daging bebek empuk, dan bumbu yang meresap sampai ke lapisan terdalam bebek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *