Inisiasi New Normal lewat Mandalika Rebound sebagai Bentuk Dukungan Kemenparekraf

oleh -283 views

BADUNG – Persiapan fasilitas destinasi untuk menyambut New Normal terus dilakukan oleh Kemenparekraf. Setelah Bali, Lombok Mandalika kini menjadi sasaran selanjutnya. Sapta Pesona dan Revitalisasi Amenitas destinasi diperkuat sebagai bagian dari inisiasi new normal di kawasan Super Prioritas ini. Ini sejalan dengan rencana NTB untuk membuka bertahap destinasi wisata di NTB dimulai dari pembukaan 3 Gili, Rinjani, dan Mandalika yang saat ini sedang memasuki tahapan simulasi.

Dibuka di Pantai Kuta Mandalika, rangkaian kegiatan Mandalika Rebound yang diselenggarakan 16-17 Juli 2020 ini mengambil tempat di 3 titik sepanjang Mandalika; Pantai Kuta Mandalika, pantai Aan, dan pantai Gerupuk, yang mayoritas dikunjungi wisatawan untuk berselancar.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan dukungan ke Islamic Center NTB pada tanggal 17 Juli 2020.

Hadir dalam acara Mandalika Rebound Managing Director The Mandalika, Wayan Karioka, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal, Kadispar Kab. Lombok Tengah Nasrun, Sekdispar Lombok Tengah, Landak jayadi,Operation Head Mandalika Made Pari Wijaya. Kepala Bapeda Prov. NTB Ibu Ari, Direktur Pengembangan Destinasi Regional I, Oni Yulfian, Direktur Pengbangan Destinasi Regional II, Wawan Gunawan dan Asosiasi Usaha Perhotelan se Mandalika.

Untuk menguatkan format Sapta Pesona dan Revitalisasi Amenitasnya di Mandalika, Kemenparekraf pun mengalirkan beragam dukungan. Bentuknya diantaranya, alat pendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan, fasilitas kebersihan; seperti wastafel dan tempat sampah, thermo gun, P3K dan disinfektan, papan signage sapta pesona, dan papan protokol kesehatan. Ada juga aktivitas bersih-bersih destinasi, diikuti oleh total 150 peserta yang terdiri dari para pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif setempat.
Sedangkan untuk Islamic Center, Kemenparekraf akan memberikan dukungan untuk pembangunan pedestrian batu andesit, serta fasilitas pendukung berupa lampu taman dan bangku taman. Selain itu ada tempat cuci tangan, tempat sampah dan papan petunjuk Sapta Pesona dan acara bersih-bersih destinasi.

“Mandalika adalah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas. Program ini adalah bentuk komitmen dukungan pemerintah pusat yang bersinergi dengan daerah dan stakeholder terkait, dan bagian dari simulasi dan pembiasaan protokol pasca Covid-19, karena bersih-bersih di destinasi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan indikator Clean, Hygienis, and Safety,” papar Hari Santosa Sungkari selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Ini nantinya harus jadi pembiasaan. Kita perlu menunjukkan kepada dunia adalah bahwa Mandalika sebagai Destinasi Super Prioritas ini adalah aman untuk dikunjungi pasca covid,” lanjutnya.

“Inovasi harus dilakukan pada setiap destinasi. Penyempurnaan infrastruktur yang mengacu protokol kesehatan memang harus diprioritaskan. Dengan begitu, destinasi menjadi spot hijau Covid-19. Seiring naiknya kepercayaan, destinasi pasti akan ramai dikunjungi wisatawan,” tegas Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Wawan Gunawan.

Seperti yang diketahui, pandemik tidak menyurutkan segudang prestasi yang diraih Lombok di bidang pariwisata. Setelah Lombok masuk dalam 10 destinasi terbaik se Asia, penghargaan pun diraih Islamic center sebagai masjid teladan 2020. Managing Director ITDC Bapak Wayan Karioka menjelaskan Program Mandalika Rebound ini diperlukan sebagai langkah awal inisiasi New Normal dan bagian dari roadmap menuju Mandalika MotoGP 2021.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *