ITdBI 2018 Lebih dari Sekadar Sport Tourism

oleh -994 views

SUARAJATIM.CO.ID– Bagi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, perhelatan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 lebih dari sekadar sport tourism. Karena, dikegiatan ini seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi berkonsolidasi.

Hal tersebut disampaikan Azwar Anas sesaat sebelum melepas peserta di etape pertama ITdBI 2018, Rabu (26/9). Tepatnya di depan kantor Pemkab Banyuwangi, Jalan Ahmad Yani. Pelepasan etape pertama ini dihadiri Wakil Bupati Samosir Samosir Juang Sinaga. Hadir juga perwakilan Federasi Sepeda Internasional UCI, dan perwakikan PB ISSI.

“International Tour de Banyuwangi Ijen adalah kebanggaan buat Banyuwangi. Oleh karena itu, event ini lebih dari sekadar sport tourism. Karena, disinilah seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi berkonsolidasi. Mulai dari Bupati, Forkopimda, Camat, Lurah, dan tentunya masyarakat. Semua kita libatkan,” paparnya.

Dijelaskan Azwar Anas, semua bekerja sesuai dengan tugas masing-masing dan saling mendukung. “Seperti kepolisian yang menjaga keamanan, Dishub yang mengamankan jalur, pemerintah daerah yang support izin, dan lain-lain,” paparnya.

Menariknya masyarakat pun dilibatkan secara aktif. Terutama untuk menjaga jalur agar aman dan steril dari gangguan. Bahkan petani pun diliburkan. “Yang biasa angon bebek, kambing dan lain-lain, kita minta libur dulu. Jangan sampai jalur yang dilewati peserta nanti malah terganggu bebek,kambing dan lainnya. Makanya semua terlibat,” paparnya.

Yang membuat Azwar Anas lebih bangga lagi, ITdBI masuk dalam kategori 2.2 UCI. Atau level nomor dunia setelah 2.1. Di Indonesia, baru Tour d’Indonesia yang berada di level 2.1. “Setelah itu baru ITdBI. Tapi kita sangat optimis tahun depan Tour de Banyuwangi Ijen naik level ke peringkat 2.1,” paparnya.

Pelaksanaan International Tour de Banyuwangi Ijen 2018 diikuti total 19 tim dari 25 negara. Pada etape I, para peserta melewati rute sepanjang 153,1 Km. Tepatnya start dari Kantor Pemkab Banyuwangi sampai Rowo Bayu Songgon. Para peserta akan melewati IV etape. Pada etape terakhir, peserta akan finish di kawasan Gunung Ijen.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan acungan jempol untuk pelaksanaan ini. Apalagi, ITdBI mampu menghadirkan peserta mancanegara.

“ITdBI event yang selalu keren. Karena selalu mampu menghadirkan banyak peseeta mancanegara. Banyuwangi memang tidak perlu di khawatirkan untuk menggelar sebuah event. Selalu bagus dan keren,” paparnya.

Meski demikian, Menpar mengingatkan agar Penyelenggaraan sport tourism harus berkelanjutan (sustainable ). Untuk ini harus memperhatikan dukungan dari media (broadcasting), maupun advertising dan ticketing,

“Nilai tertinggi dari penyelenggaraan event sport tourism pada pemberitaan atau news value, sehingga dukungan media terutama broadcasting yang handal sangat menentukan karena itu akan mempengaruhi para sponsor.

Arief Yahya mengambil benchmark dari keberhasilan penyelenggaraan World Cup 2014 yang 60% didukung oleh broadcasting, 30% advertising dan merchandise, (jerseys), sedangkan pemasukan dari hasil penjualan tiket (ticketing) pertandingan hanya 10%. “Pemasukan terbesar dari broadcasting tentu terkait dengan sponsor sehingga even sport tourism akan sustain,” kata Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *