Kampung Kuliner, Tempat Berburu Kuliner Khas Lombok di Festival Pesona Bau Nyale

oleh -565 views

SUARAJATIM.CO.ID, LOMBOK -Pulau Lombok tidak hanya memiliki destinasi yang eksotis. Destinasi yang kerap meraih penghargaan wisata halal terbaik, juga memiliki wisata kuliner yang oke. Cita rasa kulinernya selalu membuat ketagihan. Kenikmatannya tidak perlu diragukan.

Untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Festival Pesona Bau Nyale 2019, dibangunlah Kampung Kuliner. Begitu dibuka, Minggu (24/2), destinasi ini langsung diserbu wisatawan.

“Ini merupakan strategi untuk semakin mengangkat kekayaan kuliner Lombok sekaligus meramaikan Festival Pesona Bau Nyale 2019. Di satu sisi kami ingin memanjakan wisatawan lewat beragam kelezatan kuliner khas Lombok,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal.

Kampung Kuliner memang paten. Beragam kuliner khas Lombok hadir memanjakan wisatawan. Ada Ayam Taliwang, Sate Ikan Tanjung, Sate Rembige, Sate Pusut, Pelecing Kangkung, hingga Banteng Ngangak. Kuliner yang anti-mainstream pun ada. Bahkan menjadi buruan wisatawan. Sebut saja keripik kulit kuda yang menjadi favorit untuk dijadikan oleh-oleh wisatawan untuk dibawa pulang.

“Ya yang paling dicari tentunya yang sudah terkenal seperti Plecing Ayam. Tetapi keripik kuda menjadi favorit untuk oleh-oleh. Sebentar saja keduanya sudah ludes diborong wisatawan,” ucap Faozal.

Menurut Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Muh Ricky Fauziyani, kuliner merupakan daya tarik tersendiri dari pariwisata. Keberadaannya mampu menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk menentukan destinasi liburan.

“Ya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Saling melengkapi satu sama lain. Bahkan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam berwisata. Kalau Lombok saya pikir sudah tak perlu diragukan. Kulinernya sudah terkenal seantero negeri,” ucapnya.

Hal ini juga diamini oleh Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I, Hendri Noviardi. Menurutnya Lombok memiliki potensi kuliner khasnya menjadi modal untuk menarik minat wisatawan. Apalagi mencicipi kuliner khas seakan sudah menjadi tradisi sebagian wisatawan dalam berwisata. Semua pasti merasa kurang lengkap jika tidak mencicipi makanan khas daerah yang dikunjunginya.

“Apalagi Lombok. Soal kuliner wisatawan tidak perlu bingung. Semua lezat. Dan yang pasti halal. Karena Lombok adalah pusat destinasi halal di Indonesia jadi wisatawan Muslim tidak perlu bingung,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresi digelarnya Kampung Kuliner untuk meramaikan Festival Pesona Bau Nyale. Pasalnya ini meruoakan cara efektif memperkenalkan kuliner terbaik Lombok. Apalagi pengeluaran wisatawan paling besar selain untuk akomodasi adalah untuk keperluan makanan/kuliner. Jumlahnya mencapai 60 persen dengan rincian 40 persen untuk hotel dan 20 persen untuk kuliner atau restoran.

“Bahkan diplomasi sosial ekonomi terbaik melalui kuliner. Ya jadi sudah saya simpulkan, diplomasi sosial ekonomi terbaik itu melalui kuliner. Paling soft tanpa terasa, tetapi bikin ngangenin. Sudah tepat Kampung Kuliner dihadirkan untuk meramaikan Festival Pesona Bau Nyale,” kata Menpar Arief. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *