Kekayaan Seni Budaya Sumba Tengah Diperlihatkan di Jakarta

oleh -919 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA – Kekayaan seni budaya Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) memang luar biasa. Kehadirannya mampu memancarkan aura eksotis yang mempesona. Hal ini terlihat pada Malam Pagelaran Seni dan Budaya Sumba Tengah di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (15/2).

Sajian pembukannya langsung menggebrak. Tarian Kataga membuat tampil begitu atraktif menghipnotis tamu dan undangan yang datang. Tarian tersebut merupakan tarian perang asli dari Kabupaten Sumba Tengah. 

Begitu juga fashion show yang mengangkat keindahan kain tenun Sumba. Berbagai kreasi busana yang dihadirkan semakin menambah kekayaan budaya Sumba Tengah. Hal itu diperkuat dengan konsep tampilannya yang mempesona. Hampir disetiap sudut dihiasi keindahan berbagai corak kain tenun Sumba. Bahkan berbagai kerajinan tangan khas Sumba ikut diboyong menyemarakkan suasana.

“Ini merupakan upaya kami dalam upaya pengembangan pariwisata di Pulau Sumba, khususnya Sumba Tengah. Sehingga gaung pariwisatanya semakin kuat lagi,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumba Tengah (IKBST) Jabodetabek, Yanto Umbu Pada Boli Yora,” Jumat (15/2).

Sebagai bagian promosi wisata Sumba Tengah, acara tersebut memang patut diacungi jempol. Pasalnya dukungan bagi pariwisata Sumba Tengah pun hadir dari berbagai kalangan. Dari mulai Staf Khusus Presiden Gories Mere, Wakil Bupati Sumba Tengah Daniel Landa, Senator DPD-RI Perwakilan Provinsi NTT Adrianus Garu, hingga Sekretaris DPD-RI Donny Moenek, hadir pada acara tersebut. Hadir pula Chairman Hendropriyono Strategic Consulting, Hendropriyono beserta istri.

“Komitmen kami sangat jelas. Kami sebagai warga asli Sumba Tengah diperantauan ingin mengangkat tanah kelahiran kami melalui pariwisata. Modalnya tak perlu diragukan. Alam yang indah serta budaya yang kuat menjadi modal kuat kami. Untuk itulah kami berusaha untuk mempromosikannya seperti dengan menggelar event malam ini,” terangnya.

Kementerian Pariwisata pun tak tinggal diam. Dukungan pun langsung diberikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya yang hadir pada acara tersebut. Menurutnya acara-acara seperti ini harus terus dilakukan untuk mengangkat pariwisata Sumba.

“Kekuatan pariwisata Sumba itu selain alamnya ya budayanya. Kegiatan-kegiatan seperti ini yang harus terus dilaksanakan untuk mempromosikan kekayaan pariwisata Sumba. Karena wisatawan itu paling tertarik dengan wisata budaya. Daya jualnya sangat tinggi,” ucap Nia.

Dikesempatan itu Nia pun menegaskan kembali komitmen Kemenpar untuk membantu promosi pariwisata Sumba. Nia mengatakan Kemenpar siap mendorong serta mempromosikan pariwisata Sumba, khususnya Sumba Tengah

“Kami siap mempromosikan melalui semua platform media yang kami miliki. Silahkan siapkan kontennya, kami akan bantu mempromosikan. Ini menjadi komitmen kami, apalagi Sumba memiliki potensi pariwisata yang luar biasa,” ucap Nia.

Apa yang disampaikan Nia diamini oleh Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran II Iyung Masruroh. Selama ini dalam berbagai kesempatan Kemenpar selalu mengajak Sumba untuk ikut berpromosi. Baik itu lewat kegiatan sales mission maupun pameran pariwisata di dalam dan luar negeri.

“Kami selalu memberikan slot bagi daerah-daerah yang ingin berpromosi. Tentu disesuaikan dengan karakter pasar dan juga aktifnya daerah untuk mempromosikan diri,” ucap Iyung

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikut angkat suara. Menurut Menpar, keberadaan seni budaya Sumba menambah eksotis pariwisata pulau yang berjuluk Hidden Paradise itu. Bahkan, diyakini olehnya Sumba kian dicintai wisatawan berkat tradisi dari leluhur Pulau Sumba yang bisa membawa wisatawan semakin betah di pulau tersebut.

“Budaya itu semakin dilestarilan semakin mensejahterakan. Kenapa? Karena laku dijual ke wisatawan. Sumba modalnya sudah kuat. Alamnya bagus, budayanya kaya, tinggal bagaimana menggencarkan promosinya. Sekarang tinggal komitmen pemerintah daerahnya diperkuat. Perbanyak atraksi yang dapat mengundang wisatawan datang. Kemenpar pasti akan membantu untuk promosinya,” ujar Menteri yang murah senyum itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *