Kemenpar Sajikan Kenikmatan Kopi dari 6 Daerah, ITTF 2019 Makin Mantab

oleh -401 views

SUARAJATIM.CO.ID, MANILA – Diplomasi kopi kembali dilakukan pariwisata di Indonesia Trade & Tourism Festival (ITTF) 2019. Ada 6 jenis varian kopi dari berbagai daerah di nusantara yang ditawarkan. Aroma sekaligus kenikmatan kopinya mampu memikat pengunjung dari 5 negara juga. Kualitas racikan kopi tidak perlu diragukan karena ada barista tersertifikasi yang ikut dalam ITTF ini.

ITTF 2019 digelar 8-9 Maret dengan venue Glorietta 2 Activity Center, Palm Drive, Metro Makati, Manila, Filipina. Event ini menawarkan keramahan pariwisata Indonesia. Dari beberapa stand, sisi refreshment ITTF 2019 menjadi favorit para pengunjung. Sebab, sisi tersebut menyajikan kopi khas nusantara dengan keharumannya. Varian produknya berkualitas dan diambil dari 6 daerah di Indonesia.

“Kami sajikan kopi terbaik dari Indonesia. Ini adalah produk terbaik dari beberapa daerah di Indonesia. Setiap kopi memiliki karakteristik masing-masing. Yang jelas, semua varian kopi disajikan kepada para pengunjung ITTF 2019. Mereka sangat antusias menikmatinya. Para pengunjung juga menggali banyak informasi terkait kopi nusantara,” ungkap Barista Exo Koffie Herla Agustina, Sabtu (9/3).

Kopi yang disajikan di zona refreshment adalah Toraja, Flores Bajawa, dan Java Sunda. Ada juga varian Bali hingga duo Andalas, yaitu Sumatera Mandheiling dan Janji Maria Sumatera. Karakter setiap kopi yang ditawarkan pun berbeda. Sumatera Mandheiling ini dihasilkan dari zona cincin gunung api. Kopi ini memiliki kombinasi karakter lembut, manis, cocoa, smoke, kayu cedar, hingga tabacco.

Zona tumbuh gunung api juga memberi rasa khas Flores Bajawa. Karakter yang dihasilkannya harum bunga, dark cocoa flavor, keasaman sedang, rasa halus, hingga heavy body. Untuk karakter kopi Toraja lebih unik. Sifatnya rasanya warm, ada unsur kayu manis, dan sedikit black papper. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, kopi Indonesia itu luar biasa.

“Indonesia kaya dengan kopi. Ada banyak varian yang dihasilkan dan semua kualitasnya sudah diakui oleh dunia. Kehadiran kopi-kopi di ITTF 2019 tentu sangat spesial. Publik Filipina bisa ikut merasakan kenikmatan kopi nusantara,” kata Rizki.

Menjadi destinasi favorit publik Filipina, Bali juga mengirimkan varian kopi terbaiknya. Pulau Dewata memiliki jenis Bali Coffee. Kopi ini berasal dari kawasan gunung api. Karakternya sangat khas dengan manis, lembut, cenderum asam. Rasa asamnya seperti jeruk mandarin. “Rasa kopi akan lebih spesial bila dinikmati langsung di Indonesia. Ada nusansa budaya dan alam yang menyertainya,” terang Rizki lagi.

Menegaskan keramahan dan kehangatan Indonesia, kopi-kopi ini didatangkan langsung dari nusantara. Asal usulnya juga jelas dengan treatment tumbuh organik. Pengolahannya panjang dengan seleksi ketat di tingkat petani. Berikutnya, ada tahapan roasting, coffee cupping, dan grinding. Untuk brewing suhu air disesuaikan dengan asal kopi. Untuk ITTF 2019, suhu airnya berkisar 200oC-225 oC.

Dengan treatment terbaik, wajar bila kopi nusantara jadi favorit pengunjung ITTF 2019. Sejak launching hingga tengah hari ke-2, sudah ada sekitar 270 cup kopi yang dibagikan. Penggemarnya didominasi oleh warga Filipina. Selain Manila, penikmat kopi ini datang juga dari wilayah Davao. Selain lokal Filipina, ada juga penikmat kopi dari Italia, Spanyol, Turki, dan Tiongkok.

“Kopi memang sudah menjadi budaya masyarakat dunia, meski cara menikmatinya berbeda. Publik di Filipina mungkin suka manis, tapi negara lain berbeda. Dan, beragam karakter kopi ini lengkap dimiliki Indonesia. Kopi juga bisa menjadi cenderamata terbaik,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Memberikan kemudahan, produk kopi Exo Koffie juga bisa didapatkan secara online. Silahkan hubungi nomor +62-81375166691 atau klik www.exokoffie.com. Bisa melalui Facebook exokoffie atau instagram @Exokoffie. Kopi yang ditawarkan dalam green bean dengan harga grade 1 Rp80 Ribu per 200 Gram. Kopi ini sudah menembus pasar mancenegara, diantara Estonia, Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang.

“Kopi memang menjadi salah satu daya tarik pariwisata Indonesia. Kami gembira karena publik Filipina ini sangat menikmati sajian kopi. Banyak dari mereka memang sudah mengenal kopi-kopi Indonesia. Melalui kopi ini, kami yakin mereka akan mengekplorasinya lebih jauh dengan datang ke Indonesia,” ujar Kabid Pemasaran Area Sulawesi & Filipina Kemenpar Ni Putu Gayatri.

Kekuatan kopi Indonesia juga diakui Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar bahkan ikut merekomendasikan varian lain. “Indonesia kaya dengan kopi. Wisatawan mau berkunjung di destinasi manapun, pasti ada kehangatan kopi yang menyambut. Indonesia juga punya kopi Gayo, Wamena, juga Luwak. Kopi luwak ini unik dengan cita rasa nomor luar baisa,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *