Kemenpar Sambut 620 Wisatawan Singapura dengan Gala Dinner

oleh -758 views

SUARAJATIM.CO.ID– Sebanyak 620 wisatawan mancanegara mengikuti program Outing Stasiun Media Corps Singapura, Sabtu (8/12). Kementerian Pariwisata menyambut kehadiran para wisman dengan Gala Dinner. Outing Stasiun Media Corps Singapura dilakukan di Bintan Lagoon Resort, Kepulauan Riau (Kepri).

“Ini merupakan upaya untuk menunjukkan keramahan pariwisata Indonesia, sekaligus mempromosikan berbagai destinasi lain di Indonesia,” ujar Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.

Sambutan ini membuat para wisman Singapura sumringah. Terlebih suguhan yang diberikan merupakan kuliner khas Indonesia. Kedekatan wilayah membuat warga Singapura sudah sangat familiar dengan kuliner Nusantara. Begitu juga suguhan tari-tarian tradisional juga membuat malam semakin hangat. Tari Tortor, Tari Piring, Hingga Tari Melayu ikut dipersembahkan.

Suasana semakin heboh ketika lagu Poco-Poco dan Maumere dimainkan. Tanpa sungkan mereka langsun menari mengikuti irama.

“Sebagai Negara yang berbatasan langsung bukan cuma destinasi kita saja yang menggoda mereka. Kuliner pun demikian. Bahkan Sudah mengakar di Singapura. Begitu juga budayanya. Mereka Sudan sangat akrab dengan budaya nusantata. Ini keunggulan kita,” ungkap Giri.

Hal ini pun diamini oleh Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Masruroh. Menurutnya ini merupakan langkah pas untuk terus membangun kedekatan dengan para wisman Singapura. Terlebih para wisman yang datang ini didominasi oleh wisman yang sudah lanjut usia.

“Mereka banyak yang sudah berusia lanjut. Yang maunya kalau liburan ini yang dekat-dekat saja. Tentunya ini peluang kita untuk menggenjot pariwisata di border area kita. Apalagi pasar wisatawan Singapura sangat menjanjikan,” ujarnya.

Pasar wisatawan Singapura sendiri sangat sexy untuk terus dieksplorasi. Selama puluhan tahun, hingga 2015 Singapura adalah pasar utama Indonesia. Originasi yang jumlah wismannya paling besar, sebelum akhirnya disalip Tiongkok di tahun 2016.

“Provinsi Kepri memang sangat menjanjikan. Daerah itu hanya terpaut 45 menit dari Singapura dan 1 jam dari Malaysia. Pastinya terus kita dorong menjadi lokomotif besar untuk menggerakkan pariwisata di wilayah perbatasan. Salah satunya dengan mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Postur besar pariwisata border area memang tak bisa dianggap remeh. Contoh besarnya terlihat Dari kesuksesan program Hot deals. Bahkan target 500.000 paket di tahun 2018 pun tercapai sejak bulan November 2019.

Singapura menyumbang 278 ribu wisman pada program Hot deals. Ini tentunya merupakan sinyal positif pariwisata border area.

“Tentunya kita harus gencar menyasar pasar potensial Singapura. Kita punya VITO Representative Singapora yang merupakan representasi dari Wonderful Indonesia. Kita juga mempunya kerjasama co-branding dengan Grab di Singapura. Ini menandakan keseriusan Kemenpar menggarap pasar Singapura,” tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menpar menambahkan, sepatutnya Indonesia terus mengejar pasar Singapura. Pasalnya Singapura merupakan hub Internasional. Seluruh penerbangan dari belahan dunia mana pun mampir ke sana.

“Singapura bukan hanya sebagai hub transportasi udara internasional dan pintu gerbang pariwisata, tetapi juga menjadi hub pasar MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). Ada puluhan ribu perusahaan asing, baik dari Eropa, Amerika, Asia dan Australia yang memiliki kantor perwakilan di Singapura. Kepri terutama Batam dan Bintan punya itu semua,” ujar Menteri ramah asal Banyuwangi itu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *