Kemenparekraf Berharap Famtrip Gerakkan Kembali Sektor Pariwisata dan Ekraf di Sumbar

oleh -175 views

SUMATERA BARAT – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Familiarization Trip atau Famtrip yang melibatkan Key Opinion Leader (KOL). Famtrip ke sejumlah destinasi di Sumatera Barat (Sumbar) itu dimaksudkan untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata yang terdampak Covid-19. Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, Famtrip yang diselenggarakan sebagai upaya mempromosikan destinasi wisata di Sumbar.

“Upaya promosi melalui Famtrip ini sebagai bagian dari upaya menggerakkan kembali destinasi wisata di seluruh Indonesia. Beberapa hari ini kami lakukan promosi sejumlah destinasi wisata di Sumbar,” tutur Vinsensius Jemadu, Minggu (14/3/2021). Pria yang karib disapa VJ itu melanjutkan, Famtrip ini juga bertujuan membentuk pola perjalanan wisata di Sumbar sebagai pedoman perjalanan wisata bagi wisatawan yang akan berlibur. “Kami memberikan pedoman pola perjalanan wisata kepada wisatawan yang hendak berlibur ke Sumbar, khususnya dari aspek keselamatan dan kenyamanan ketika berada di destinasi wisata,” kata VJ.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menuturkan, salah satu aspek yang digenjot untuk dipromosikan pada kegiatan Famtrip ini adalah implementasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainable). Tujuannya, kata Taufik, agar memberikan gambaran utuh kepada wisatawan mengenai destinasi yang telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE di sejumlah obyek wisata di seluruh Indonesia, khususnya Sumbar.

“Saat ini tak hanya atraksi, aksesibilitas dan amenitas saja yang menjadi pilihan wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata, tetapi juga aspek keselamatan, kesehatan dan kenyamanan saat bsrada di suatu destinasi. Maka, protokol kesehatan berbasis CHSE ini penting untuk kita sosialisasikan,” ujar Taufik.

Selain protokol kesehatan berbasis CHSE, hal lain yang dipromosikan pada Famtrip ini adalah hastag #DiIndonesiaAja, di mana ajakan agar wisatawan melakukan perjalanan wisata di dalam negeri saja. “Artinya secara regional di wilayah masing-masing. Masyarakat Sumbar silakan eksplor destinasi wisata yang dimiliki, begitu juga dengan masyarakat di daerah lainnya,” ujarnya.

Ke depan, Taufik mengaku tak hanyak melibatkan KOL saja, namun juga stakeholder pariwisata lainnya agar tersusun pola perjalanan dan promosi wisata semkin masif “Program yang seperti ini kita akan membentuk pola perjalanannya. Nanti hasil dari Famtrip ini harus ada paket wisata yang dijual. Kenapa kita lakukan selama ini, karena harapannya adalah teebentuknya paket wisata. Kalau hanya Famtrip saja tetapi hasilnya tidak ada pariwisata yang dijual itu percuma. Jadi ke depan ini Famtrip yang akan kita bawa barangkali harus ada tour operator,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono mengulas, setelah kegiatan Famtrip ini usai, ia mendapatkan masukan yang begitu berarti. Katanya, ada banyak hal yang perlu dibenahi. “Yang jelas setelah Famtrip ini banyak PR (Pekerjaan Rumah) kami yang harus kami siapkan ketika nanti akan tambah pengunjung datang ke Pariaman. Karena dengan pemberitaan dari media, Selegram, Vloger dan Traveler jadi akan menambah jumlah kunjungan ke Pariaman. Ketika banyak jumlah kunjungan ke Pariaman kami harus siap Sapta Pesona-nya yaitu kebersihannya, ketertibannya dan lain-lain, termasuk protokol kesehatan CHSE,” kata dia.

Hal berikut yang perlu dibenahi adalah industrinya, destinasinya, pelaku pariwisatanya agar bagimana ke depan promosi pariwisatanya semakin digencarkan. “Yang terakhir penguatan lembaga dan SDM, karena Pariaman baru lima tahun menekuni sektor pariwisata. Yang dulunya nelayan dan petani, pelan-pelan kita ajak untuk menjadi selaku sektor pariwisata. Sehingga penguatan kulitas SDM-nya yang penting buat kami,” ucap Marhen.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *