Kemenparekraf Perkuat Promosi Wisata Minat Khusus Pacitan Lewat Bimtek

oleh -70 views

PACITAN – Kabupaten Pacitan termasuk salah satu daerah di Jawa Timur yang berpotensi mengembangkan wisata minat khusus. Kemenparekraf/Baparekraf membantu memaksimalkan potensi tersebut dengan memperkuat promosi.

Hal ini disampaikan dalam Bimtek yang dilakukan, 10 Desember 2020. Tepatnya Bimtek Penguatan Promosi Wisata Minat Khusus dengan Penerapan CHSE/K4 Pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menurut Afrida Pelitasari, Koordinator Promosi Wisata Minat Khusus Buatan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event Kemenparekraf, dalam pandemi Covid-19, wisata minat khusus menjadi salah satu destinasi yang diminati wisatawan.

“Kemenparekraf/Baparekraf mencoba menggali potensi wisata minat khusus di Pacitan. Karena, saat ini wisata minat khusus menjadi salah satu alternatif bagi traveler yang ingin berwisata. Namun, tetap kita tekankan agar CHSE diterapkan dengan ketat,” tuturnya

Afrida menambahkan, dengan cara ini diharapkan sektor pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa lebih maksimal.

“Seperti yang sama-sama kita ketahui, pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap industri pariwisata. Pariwisata terdampak paling awal, beresiko paling tinggi dan akan pulih paling akhir. Karena, Covid-19 membuat kita tidak bisa bergerak. Sedangkan pariwisata hidup dari pergerakan wisatawan,” ujarnya,

Dijelaskannya, pada tahun 2020 Kemenparekraf telah mengambil sejumlah langkah untuk memulihkan sektor pariwisata.

Seperti memperkuat Sapta Pesona dengan melakukan pembersihan/sterilisasi destinasi juga melakukan sosialisasi/workshop CHSE di DTW dan menerapkan visitor management Sadar Wisata.

Kemenparekraf juga melakukan Revitalisasi Amenitas di daerah tujuan wisata, mulai dari Revitalisasi Toilet Bersih & kelengkapannya, Instalasi tempat cuci tangan, dan lainnya.

“SDM pariwisata dan ekonomi kreatif juga kita benahi dengan melakukan Bimtek terkait 3A atau atraksi, amenitas, dan aksesibilitas, serta melakukan sosialisasi penerapan CHSE di daerah tujuan wisata,” katanya.

Menurut Afrida Pelitasari, ada beberapa yang dilakukan Kemenparekraf untuk membangun kepercayaan publik, meningkatkan minat wisatawan dan menciptakan daya tarik.

“Yang pertama kita harus membuat konten sosialisasi. Konten untuk wisnus dan wisman yang menggambarkan penerapan protokol CHSE telah diterapkan di setiap tahapan, dari kedatangan di bandara hingga tiba di destinasi pariwisata. Kemudian publikasi dan edukasi. Hal ini melibatkan beberapa media konvensional maupun media digital,” katanya.

Hal yang paling penting adalah pemulihan citra destinasi wisata yang bisa dilakukan dengan menyelenggarakan mega famtrip dengan melibatkan perwakilan negara asing, content creator, Media, Tour Operator.

“Kita juga melakukan kerja sama terpadu untuk penyusunan paket wisata dengan airlines dan hotel, penyelenggaraan pertemuan(MICE) K/L, BUMN, perbankan, juga penyelenggaraan event sebagai pull factor,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *