Kemenparekraf Pulihkan Wisata Dairi dengan Rebound Desa Wisata

oleh -142 views

DAIRI – Pariwisata adalah sektor paling terdampak akibat Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar berbagai program untuk memulihkan kondisi ini. Salah satunya dengan Rebound Desa Wisata yang digelar di Taman Wisata Iman di Sitinjo I, Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (27/11/2020).

Menurut Wijonarko, Koordinator Area 1 Direktorat Pengembangan Destinasi Regional 1 , Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, pemulihan pariwisata berada di tangan masyarakat sendiri

“Di tangan masyarakatlah destinasi wisata bisa pulih dan maju. Kita mengerti kondisi yang dihadapi. Oleh karena itu, Kemenparekraf terus menggelar program untuk mengembalikan sektor pariwisata, Ada Balasa dan termasuk Rebound Desa Wisata,” terangnya.

Wijonarko mengatakan, Kemenparekraf hadir di Dairi dengan Rebound Desa Wisata sebagai langkah awal untuk membuka destinasi secara bertahap. Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kemenparekraf sudah mencanangkan pembukaan destinasi wisata dengan penerapan protokol kesehatan. Termasuk juga hotel dan restoran. Namun ada protokol kesehatan yang harus dipenuhi sebagai persyaratan. Ini juga yang akan dilakukan di Dairi, dengan membuka Taman Wisata Iman secara bertahap,” ujarnya.

Wijonarko pun meminta pelaku wisata Dairi memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan ke khalayak jika Taman wisata Iman sudah siap menyambut wisatawan dengan jumlah dibatasi. Dan tetap diawasi dengan peraturan ketat.

“Kita tidak tahu kapan pandemi berakhir, tapi pemerintah siap menyuntikkan vaksin tahun 2021, artinya kita bisa berharap tahun 2022 kondisi sudah bisa pulih kembali. Tapi, bapak ibu harus menjadi contoh penerapan kesehatan .

Sementara Andy Marpaung, Sub Koordinator Area 1A Direktorat Pengembangan Destinasi Regional 1 Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, mengatakan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di destinasi.

“Destinasi yang sudah menerapkan protokol kesehatan, kita harapkan bisa dibuka lagi secara bertahap. Tapi jangan lengah, karena kalau sampai muncul lagu kasus Covid, destinasi bisa ditutup kembali. Dan kita yang akan rugi,” katanya.

Andy Marpaung menambahkan, output dari Rebound Desa Wisata adalah menghadirkan destinasi yang adaptif dengan tatanan baru di era new normal.

“Output dari Rebound Desa Wisata Destinasi Super Prioritas Danau Toba Dairi dalam rangka Pemberian Dukungan Pengembangan Desa Wisata di Destinasi Pariwisata Regional I Destinasi Super Prioritas Toba, adalah terwujudnya destinasi pariwisata untuk mengantisipasi tatanan kehidupan baru pasca Covid 19. Yang tentunya sesuai prinsip higienis dan sanitasi yang baik dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman Covid-19,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi, Mahadi Kudadiri, mengaku bangga Kemenparekraf menunjuk Dairi sebagai lokasi Rebound Desa Wisata.

“Kita harapkan kegiatan ini bisa meningkatkan pariwisata. Bisa membantu memulihkan sektor pariwisata Dairi,” katanya.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata bukan hanya kewajiban pemerintah, tapi juga melibatkan masyarakat, pelaku bisnis.

“Dairi sudah menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan. Tahun 2019, 132 ribu wisatawan hadir di Dairi. Namun tahun ini tidak bisa tercapai karena Covid. Banyak yang mempertanyakan kapan ini berakhir. Banyak wisatawan yang mau datang ke Dairi. Mari kita berdoa semoga pandemi Covid segera berlalu. Tapi kita tetap harus waspada,” ujarnya.

Sementara Wakil Direktur 1 Poltekpar Medan Femmy Dalimunthe, yang menjadi narasumber, menilai butuh waktu bagi pariwisata untuk recover.

“Pariwisata adalah industri yang paling terdampak, dan paling parah. Dan recovery akan paling belakangan. Karena pariwisata tidak terlepas dari kunjungan dan keramaian. Oleh karena itu, kalau kita tidak mengikuti protokol kesehatan, destinasi bisa ditutup lagi. Artinya, kita harus sama-sama mendukung protokol kesehatan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *