Keren! 800 Wisman Tiongkok Dipastikan Hadir di Balingkang Kintamani Festival

oleh -764 views

SUARAJATIM.CO.ID, DENPASAR – Bali memanfaatkan momen Imlek dengan luar biasa. Balingkang Kintamani Festival pun disiapkan, 6 Februari. Event ini mendapat sambutan hangat dari wisatawan Tiongkok. Buktinya, 800 wisatawan asal Negeri Tirai Bambu sudah dipastikan hadir.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali IB Agung Partha optimistis festival ini mampu mendatangkan 1.500 sampai 2.000 wisatawan Tiongkok.

“Hingga, Rabu (30/1/2019) sekitar 800 wisatawan Tiongkok sudah mendaftar. Kami optimistis, jumlahnya akan sampai 2.000 wisatawan pada saat perayaan nanti,” ujar Partha, Rabu (30/1).

Balingkang Kintamani Festival 2019 akan menampilkan kisah romansa masa lalu. Kisah cinta antara penguasa Bali Kuno Sri Jayapangus dengan Permaisuri Kang Cing Wie dari Tiongkok dan Dewi Danu yang merupakan putri dari penguasa Danau Batur.

Yang pasti, akulturasi budaya Bali dan Tiongkok pada era Kerajaan Balingkang bakal dikemas secara apik. Setidaknya ada 500 peserta yang akan tampil dalam festival ini. Lokasi festival pun akan dihias maksimal, penuh dengan hiasan imlek seperti lampion. Event ini akan mengambil latar Pura Batur, Kintamani.

“Kita menyiapkan semuanya sampai duwe [benda pusaka] di Batur juga diturunkan hingga kita memperlihatkan fragmen Kang Cing Wie,” katanya.

Menurutnya, Festival ini akan menjadi daya tarik wisata baru bagi wisatawan Tiongkok yang berlibur ke Bali. Sejauh ini wisatawan Tiongkok hanya menikmati wisata alam dan belum mengenal jauh kebudayaan Bali. Padahal, akulturasi budaya antara Bali dan Tiongkok telah berlangsung sejak zaman dahulu. Ini dibuktikan dari adanya situs Kerajaan Balingkang di Pulau Dewata.

Memberikan garansi, festival ini juga akan menyediakan pemandu wisata berbahasa mandarin untuk mengokumunikasikan inti cerita kepada para wisatawan. Mass Media asal China yakni WeChat dan Wibo juga akan digunakan untuk mempublikasikan dan menyiarkan kesuksesan festival ini.

“Karakteristi wisatawan asal Tiongkok yang banyak mengandalkan rekomendasi dari keluarga dan kerabat serta ulasan social media saat memilih sebuah destinasi untuk berlibur, diperlukan startegi publikasi yang tepat,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati optimis festival ini akan menjadi momentum kebangkitan datangnya wisatawan Tiongkok. Setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan karena praktik nakal jual-beli kepala. Ia pun berharap lewat festival ini diharapkan Batur, Kintamani dikenal menjadi daerah teromantis di dunia.

“Jadi ini (budaya), salah satu tools yang kita pakai. Karena pariwisata begitu menarik jika dibumbui oleh budaya. Itu yang disukai wisatawan,” kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Terpisah, Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa menjelaskan data menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan ke Indonesia 60% adalah untuk wisata budaya, 35% karena tertarik untuk wisata alam dan 5% tertarik pada obyek wisata buatan. Data ini menunjukkan betapa besarnya minat wisatawan terhadap kekayaan budaya.

“Wisatawan ini mencari experience. Budaya menawarkan itu. Apalagi ini Bali, dimana budaya menjadi nadi hidup. Saya yakin target 2.000 wisatawan Tiongkok akan tercapai di festival ini. Karena Kemenpar juga masif mempromosikan festival ini lewat berbagai media,” ucap Rizki yang diamini Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziyani.

Mendengar hal tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sumringah. Menurutnya langkah Bali sangat tepat. Memanfaatkan kedekatan budaya untuk mendulang kembali wisatawan Tiongkok ke Bali. Apalagi wisatawan Tiongkok ini memiliki jumlah outbond yang besar dan menjadi rebutan berbagai negara di dunia.

“Budaya salah satu diplomasi terbaik untuk mendulang wisatawan. Apalagi saat Imlek wisatawan Tiongkok paling senang berlibur ke luar negeri. Ini tentunya harus bisa dimaksimalkan. Untuk menarik mereka masuk ke Indonesia. Indonesia memiliki berbagai tradisi Imlek yang telah mendunia. Bali sebentar lagi akan memilikinya juga lewat Balingkang Kintamani Festival,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *