Keren, Festival Cap Go Meh di Belitung Jadi Ajang Promosi Pariwisata

oleh -878 views

SUARAJATIM.CO.ID, BELITUNG – Festival Cap Go Meh 2019 yang berlangsung di pantai Tanjung Pendam, Belitung, Rabu (20/2) malam menjadi puncak perayaan Imlek di Belitung.

Festival yang dibuka langsung Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, didampingi perwakilan Kementrian Pariwisata Eksan, Ketua Panitia Ayie Gardiansyah dan Kepala Dinas Pariwisata Hermanto itu dimeriahkan oleh penampilan barongsai dan kembang api.

Acara berlangsung sangat meriah dengan diisi beragam hiburan mulai tarian daerah , atraksi barongsai dan penampilan band Kelekak akustik yang melantunkan lagu mandarin, lagu daerah Belitung dan lagu pop Indonesia.

Selain acara hiburan, pihak panitia juga menyajikan sebanyak 400 kue Keranjang yang dibagikan secara gratis kepada pengunjung dan tamu undangan.

Masyarakat Belitung sangat antusias dengan Festival Cap Go Meh ini, terlihat dari ramainya pengunjung yang datang ke venue acara. Tidak hanya dari Belitung saja yang datang tetapi wisatawan nusantara maupun dari wisatawan mancanegara ikut hadir. Seperti yang terlihat adalah wisatawan mancanegara dari Singapura, Malaysia dan Jepang.

Acara ditutup dengan atraksi barongsai dan kembang api (fire work) yang menjadikan Cap Go Meh 2019 di Belitung semakin semarak.

Dalam sambutannya wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan Cap Go Meh itu adalah hari ke-15 di bulan pertama Imlek, kebiasaannya adalah hari penutupan perayaan Imlek maka disebut Cap Go Meh. “Kalau dulu di zaman Dinasti Han, Cap Go Meh dirayakan pada malam hari seperti sekarang. Setiap rumah selalu memasang lampion namun tentunya tidak ada aliran listrik. Semua dengan lilin, dan semua rumah menghiasi dengan lampion warna warni dengan berbagai bentuk,” kata Isyak.

“Tahun depan saya berharap Cap Go Meh kita akan menjadi Cap go Meh yang jauh lebih meriah lagi, dan dihiasi dengan lampion yang lebih meriah lagi.” ujarnya.

Lebih lanjut Isyak menambahkan Cap Go Meh bukan hanya tradisi budaya dan agama, Cap Go Meh sekarang untuk Belitung konteksnya adalah kepariwisataan.

“Imlek tahun ini dan Cap Go Meh sebagai penutupannya saya yakini akan membawa berkah yang berlimpah bagi seluruh warga Belitung, mengapa? karena Pak Bupati sudah menandatangani kerja sama dengan penerbangan Air Asia Indonesia,” ucap Isyak

Isyak juga mengatakan Air Asia Indonesia bulan Juni nanti akan menerbangi Pulau Belitung dengan tiga rute. Rute pertama adalah ke Kuala Lumpur Malaysia, rute kedua adalah ke Surabaya, dan rute ketiga adalah ke Jakarta. Kalau ini berhasil maka sebuah pintu gerbang baru kembali dibuka untuk Belitung. “Karena itu masyarakat harus bersiap-siap. Kondisi kita yang sekarang mungkin kurang baik akan terangkat kembali di bulan bulan yang akan datang,” kata Isyak.

Isyak mengharapkan Cap Go Meh ini bisa membawa berkah yang berlimpah bagi semua yang hadir. “Belitung tahun depan akan membuat 36 festival, artinya setiap bulan ada 3 festival, dan festival yang kita buat tidak hanya dipertontonkan kepada masyarakat Belitung, tetapi harus juga diperuntukan kepada wisatawan,” ucap Isyak

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Cap Go Meh 2019 Belitung Ayie Gardiansyah mengatakan perayaan Cap Go Meh ini senantiasa dinantikan oleh masyarakat Belitung. Perayaan Cap Go Meh akan tumbuh dan mengakar yang akan menjadi kekayaan budaya lokal terlestarikan.

“Nilai budaya etnis Tionghoa di Belitung yang khas dan unik cukup berpotensi dalam rangka membentuk karakter dan jati diri masyarakat. Sedangkan status sosial etnis Tionghoa yang cukup mapan dan mempunyai jaringan yang luas baik nasional maupun mancanegara bisa menjadi modal untuk memajukan bangsa,” ucap Ayie

Ayie menambahkan even ini memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri pariwisata daerah. Ini sejalan dengan visi daerah yaitu terwujudnya masyarakat yang bertuah.

Sementara itu Menpar Arief Yahya mengatakan perayaan Cap Go Meh saat ini bukan sekadar perayaan agama atau budaya tetapi sudah menjadi atraksi pariwisata yang mengundang daya tarik wisman.

“Unsur kesenian, budaya menjadi atraksi yang kini jadi bagian dari pariwisata dan ini ada dalam perayaan Cap Go Meh. Kita harus dukung dan terus dikembangkan agar menarik wisman,” kata Arief Yahya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *