Keseruan Wonderful Noon 2019 Siap Hadir di Bandung

oleh -816 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan kembali menggelar Wonderful Noon. Tahun ini, kegiatannya dilakukan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/3). Sejumlah pengiat media sosial. Wonderful Noon selama ini digelar dua kali setahun berpindah-pindah kota melibatkan pentahelix ABCGM (Academic, Business, Community, Government, Media).

Lewat gelaran ini, Kemenpar ingin mempublikasikan dan mempromosikan pengelolaan informasi kebijakan dan program pembangunan Kementerian Pariwisata melalui media sosial.

Kegiatan bertema White Of Wonders – The Extra Ordinary Experience ini juga bakal mengundang puluhan penggiat media sosial ternama dengan ribuan bahkan ratusan ribu follower untuk mendukung promosi pariwisata Indonesia.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara mengatakan, acara gathering Wonderful Noon 2019 merupakan bagian dari upaya membangun kemitraan. Yaitu kesetaraan untuk memperkuat promosi Wonderful Indonesia ke masyarakat luas.

“Di era digital ini, promosi pariwisata Indonesia saat ini akan digencarkan dengan platform digital melalui media sosial. Saling memperkuat dengan berbagai pihak untuk mempromosikan Wonderful Indonesia yang pada akhirnya menciptakan Indonesia incorporated,” kata Ukus Kuswara, Rabu (6/3).

Acara Wonderful Noon turut melibatkan co-branding yaitu Orchid Forest Cikole, Tauzia Group, Martha Tillar, Sariayu, Hyrococo, Go Fress, Bakmi Naga, Aerofood Acs Garuda Indonesia Group, Bandung Kunafe, Pixel, Hachi Grill, Kalaha Group, Canon, Focus Nusantara, Pipiltin Cocoa, STP Bandung dan OZ Radio.

Kegiatan ini sejalan dengan salah satu fokus Kemenpar di tahun 2019 yaitu ‘Tourism 4.0’, Kemenpar mengajak blogger, vlogger dan selebgram untuk terus mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia melalui media sosial.

“Ajang kumpul para Blogger, Vlogger dan Selebgram ini sesuai dengan ‘Toursm 4.0’-nya Kemenpar, bahwa di era saat ini, para calon wisatawan cukup dengan klik di smartphone mereka, baik mencari hotel, memesan tiket pesawat, tour guide, destinasi menarik, hingga mengabadikan perjalanan mereka saat berwisata, semuanya dengan cara digital melalui smartphone,” jelas Ukus Kuswara.

Sejalan dengan Ukus Kuswara, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti pun mengatakan, untuk menghadapi datangnya era tourism 4.0, strategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Salah satunya adalah pengelolaan dan pembangunan pariwisata melalui Go Digital.

“Para Blogger, Vlogger dan Selebgram yang hadir dalam Wonderful Noon selama ini pantas kami sebut aktivis digital pariwisata. Karena mereka semua turut membantu pemerintah dalam mengenalkan pariwisata Indonesia ke seluruh penjuru Indonesia, bahkan dunia. The More Digital, The More Personal, apa yang mereka share di sosial media dapat menginfluence, mempengaruhi follower masing-masing secara personal untuk juga berwisata ke tempat-tempat yang dikunjungi,” ungkap Guntur Sakti.

Apalagi, pimpinan Kemenpar, Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah tiga puluh tahun lebih bergulat dengan digital dan IT. Dan dia tidak menemukan jawaban lain, kecuali “Go Digital” untuk menerobos proyeksi spektakuler 20 juta wisman di tahun 2019.

“Apa yang seperti diungkapkan oleh bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa hanya dengan cara yang tidak biasa, bisa mendapatkan hasil yang luar biasa! Dan cara yang luar biasa itu, adalah digital,” kata Guntur Sakti.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, jika Kemenpar semakin digital maka kemenpar bisa menggunakan beragam apps dan digital tools untuk menyentuh satu-persatu konsumen secara personal.

“Kita bisa tahu demografi, psikografi, dan perilaku konsumen kita satu-satu. Semakin digital maka cara kerja kita dalam menggaet wisatawan akan semakin profesional. Misalnya dengan memanfaatkan convergence media yang mengintegrasikan paid, owned, dan social media,” ucap Menpar Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *