Kolaborasi Mr. Aladin dan Big Max, Kemenparekraf Genjot Pariwisata dengan Protokol Kesehatan

oleh -70 views

BALI – Bali dikenal sebagai destinasi utama di Tanah Air. Bali juga menjadi hub dan salah satu pintu masuk utama wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Oleh karena itu, pembenahan pariwisata Indonesia dimulai dari Bali.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, dalam Road Trip Protocol CHSE Big Max Indonesia, Rabu (2/12/2020). Kegiatan ini turut didukung Mister Aladin.

“Saya sampaikan terima kasih ke Mr. Aladin yang sudah menjadi mitra kerja sampai saat ini, dan telah bekerja sama dengan mitra-mitra lain,” tutur pria yang akrab disapa VJ itu.

Menurutnya, Bali adalah tourism capital of Indonesia

“Bali adalah jantung pariwisata Indonesia. Jika something wrong, atau terjadi sesuatu di Bali, pasti berdampak ke semua. Oleh karena itu, pada saat pandemi Covid-19, Bali menjadi yang paling parah terdampak. Apalagi Covid berdampak besar terhadap tourism. Di luar itu, dampak juga terjadi di Lombok dan Surabaya,” katanya.

Menurut Vinsen, Bali adalah hub bagi wisnus dan wisman. Wisatawan yang masuk dari Bali, biasanya akan masuk ke Lombok, Surabaya, Jogja, dan lainnya.

“Itulah mengapa Bali harus dibenahi dulu. Kalau dilihat dari sisi promosi, kita bergandeng tangan komunitas, dan ini salah satu strategi yang paling efektif. Kita menggandeng komunitas supaya menjadi duta-duta ambasador. Karena bagaimana pun juga saat pandemi ini kita fokus di Indonesia aja,ini yang kita gaungkan bersama teman teman komunitas,” katanya.

Dijelaskannya, di masa pandemi ini protocol kesehatan harus dipegang teguh, yaitu dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Vinsensius Jemadu menambahkan, DNA pariwisata adalah pergerakan atau perjalanan. Saat pergerakan atau perjalanan itu terhenti, maka terhentilah pula pariwisata.

“Dengan program ini, kita ingin membangkitkan pariwisata dengan perjalanan dan hanya fokus di dalam negeri. Roadtrip sekarang lagi happening, lagi booming. Traveler sudah bisa mengatur perjalanan apalagi infrastruktur jalan sudah sangat bagus. Dari komunitas ini kalau mereka roadtrip sampai ke Bali, ini adalah promosi yang sangat baik. Apalagi bulan Desember ada liburan, mari kita berwisata di dalam negeri dan mari kita berwisata juga ke Bali,” katanya.

VJ menambahkam, event seperti ini akan kembali dilakukan, mengingat frekuensi kegiatan di 2020 ini sangat terbatas akibat penanganan covid-19 ini.

“Tapi di tahun 2021 saya sangat yakin sekali program program seperti ini akan di tingkatkan kembali baik dari segi quality maupun kuantitasnya. Bahkan, frekuensinya juga akan ditingkatkan kembali dan bukan hanya ke Bali, karena destinasi di Indonesia itu luar biasa banyak. Nanti kita akan bawa ke destinasi-destinasi lain, seperti Labuan Bajo, Manado, Jogja, Belitung dan, destinasi lain,” ujarnya.

Sedangkan Koordinator Pemasaran Area 1 Regional 1 Kemenparekraf, Taufik Nurhidayat, menerangkan mengenai program CHSE.

“CHSE adalah suatu terobosan dari Kemenparekraf yang diinisiasi wakil menteri. Inisiatif keluar karena Kemenparekraf melihat industri ini terpuruk dan menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan sektor parekraf,” katanya.

Selain CHSE, Kemenparekraf juga mengkampanyekan Indonesia Care, I Do Care, dengan beberapa komponen CHSE di dalamnya.

“Kita pikirkan bagaimana cara mendapatkan confident dari masyarakat atau pengunjung. Untuk itu disosialisasikanlah sertifikasi kepada hotel, restoran, homestay. Dengan sertifikasi ini kita pastikan CHSE diterapkan dan tempat tersebut aman dikunjungi,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *