Kopi dan Rumah Baghi Curi Perhatian Peserta Pagaralam Heritage Trail 2018

oleh -705 views

PAGARALAM – Deretan rumah tradisional desa Plang Kenidai, Pagaralam, Sumsel rupanya telah mencuri perhatian para peserta Pagaralam Heritage Trail 2018. Rumah adat yang disebut rumah Baghi itu memang menjadi warisan sejarah yang memiliki daya tarik tersendiri. Rumah ini pun terletak di desa tertua di Pagaralam.

Peserta Pagaralam Heritage Trail 2018 tampak mengagumi rumah-rumah yang terbuat dari kayu ini. Ada dua jenis rumah baghi yaitu rumah tatahan yang dilengkapi dengan ukiran menggunakan papan panjang dan rumah gilapan yang polos tanpa ukiran dengan menggunakan papan pendek tapi lebar. Keunggulan rumah Baghi adalah tahan gempa.

Menurut budayawan Sumsel Yudhy Syarofie tahan gempanya rumah baghi lantaran kontruksinya yang memakai sistem ikat untuk penyatuan bagian-bagiannya. Demikian pula penggunaan aking untuk tapak tiang. Karena tiang-tiang pada rumah baghi tidak ditanam di tanah sehingga gempa hanya membuat rumah itu berayun. “Inilah bagian kearifan lokal yang justru jadi kelebihannya,” ujar Yudhy.

Pada hari ketiga event yang berlangsung 7 – 9 Desember itu peserta memang diajak mengenal budaya di desa tertua, desa Plang Kenidai. Selain diajak mengenal rumah adat setempat, peserta juga bisa menikmati kopi khas desa Plang Kenidai yang diolah secara tradisional. Namanya Kopi Besemah, kopi khas orang Besemah. Kopi ini disangrai diatas api menggunakan kayu bakar kemudian ditumbuk manual dan diayak, disaring.

Selain rumah baghi dan kopi besemah, tarian kebagh dan pencak silat juga mewarnai event yang menjadi Calender of Event Kementrian Pariwisata ini. Tarian Kebagh merupakan tarian tertua di kawasan Pagaralam yang dikaitkan dengan istri dari tokoh legenda setempat, Serunting Sakti atau Si Pahit Lidah.

“Pagaralam ini memang kaya akan budaya masyarakat yang masih dilestarikan. Saya juga merasa bahagia melihat antusias masyarakat di sini. Semoga event ini mampu mengangkat wisata di Pagaralam dan mendatangkan lebih banyak wisatawan,” kata Staff Khusus Kemenpar Raseno Arya pada Gelar Budaya Kampung Plang Kenidai, Minggu (9/12).

Lebih jauh Raseno berharap di tahun-tahun mendatang event Pagaralam Heritage Trail bisa diadakan lebih baik lagi. “Kegiatan promosi seperti ini harus terus dilakukan,” ujar Raseno

Sementara itu, Kedisbudpar Pagaralam Samsul Bachri mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenpar sehingga pelaksanaan Pagaralam Heritage Trail 2018 yang sempat tertunda bisa terlaksana dengan meriah. “Semoga ini bisa menjadi motivasi kami untuk terus berusaha mengembangkan potensi wisata di Pagaralam,” ujar Samsul Bachri.

Secara terpisah Menpar Arief Yahya mengatakan kekuatan budaya menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Ini merupakan bagian dari unsur 3A (akses, amenitas, dan atraksi), yakni atraksi budaya. “Untuk menarik perhatian perlu adanya atraksi. Promosi dengan atraksi budaya adalah cara untuk memikat wisatawan,” kata Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *