Kota Bogor Bakal Berpesta saat Cap Go Meh Street Festival 2019

oleh -818 views

SUARAJATIM.CO.ID, BOGOR – Pesta rakyat disiapkan Kota Bogor. Kegembiraan ini akan tercipta di Cap Go Meh Street Festival 2019, Selasa (19/2). Tema besarnya adalah Katumbiri Street Festival. Katumbiri berasal dari Bahasa Sunda yang dipakai untuk menyebut ‘Pelangi’. Makna yang ingin disampaikan, semangat dan ajakan tetap memelihara keberagaman budaya.

“Cap Go Meh Street Festival tahun ini akan digelar lebih menarik. Kami optimistis, event akan memberi inspirasi kepada semua. Bagaimana seharusnya merawat keberagaman. Silahkan datang ke Kota Bogor. Nikmatilah beragam keyaan budayanya,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, Kamis (24/1).

Beragam kekayaan budaya dan toleransi disajikan secara utuh. Cap Go Meh Street Festival 2019 akan menampilkan aksi dari 15 sanggar seni. Ada juga show dari 25 tim liong dan barongsai. Festival juga memberikan ruang ekspresi bagi beragam komunitas, organisasi, hingga masyarakat atau lembaga.

“Kota Bogor luar biasa. Potensi pariwisatanya sangat besar dan beragam. Bergulirnya Cap Go Meh Street Festival akan menguatkan daya tarik Bogor. Bagaimanapun, Bogor adalah destinasi wisata terbaik. Festival ini juga digelar sangat menarik karena menjadi panggung besar bagi budaya dengan beragam latar suku bangsa,” ungkap Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa.

Kota Hujan memiliki banyak karya seni dan budaya. Sebut saja Wayang Bambu yang khas dan unik. Sesuai nama, wayang ini terbuat dari bahan dasar bambu. Cerita yang dikembangkan diantaranya Prabu Siliwangi. Dan, nama besar Wayang Bambu sudah sampai di kawasan ASEAN hingga Jepang.

Bogor juga terkenal dengan ragam tariannya. Ada Tari Rampak Gendang yang dikolaborasikan dengan gamelan selendro. Tarian lainnya adalah Ketuk Tilu yang terdiri dari ronggeng dan nayaga. Kekayaan lain Bogor juga ditampilkan dari Tari Wayang Hihid. Inspirasi tarian ini adalah hihid atau kipas.

Rizki Handayani menambahkan, Cap Go Meh Street Festival selalu memberi kejutan.

“Cap Go Meh Street Festival merupakan paket wisata terbaik. Selalu ada kejutan baru dan ini menjadi experience terbaik. Kami yakin, penyelenggaraan event ini bisa menaikan kunjungan wisatawan secara signifikan,” tutur Rizki yang biasa disapa Kiki.

Menambah kemeriahan, 1.000 lampion akan dipasang. Lokasinya berada di sepanjang jalan yang akan dilalui karnaval Katumbiri Lighting Fest. Lebih menarik, tata waktu penyelenggaraan karnaval direvisi malam hari. Nantinya Katumbiri Lighting Fest digelar mulai pukul 18.30 WIB.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung menerangkan, karnaval jadi daya tarik Festival.

“Beragam seni budaya akan digelar di Cap Go Meh Street Festival. Puncaknya adalah karnaval budaya. Agenda ini selalu ditunggu dan menarik perhatian publik. Ada beragam potensi dan kekayaan dari Kota Bogor yang ditampilkan di sini. Kami berharap, semua bisa berbagi kegembiraan di sini,” terang Adella.

Menjadi puncak festival, karnaval Katumbiri Lighting Fest melibatkan berbagai latar belakang. Mereka berasal dari pelajar, mahasiswa, dan umum. Nantinya setiap delegasi terdiri dari 30 orang. Peserta harus menampilkan konsep kreatif kostum, properti, dan koreografi dengan acuan unsur budaya nusantara. Konsep ini juga disempurnakan dengan lighting artistik. Jangan lupa, konsep kreatif harus original.

“Warga Bogor ini memiliki kreativitas yang sangat tinggi. Mereka juga sangat produktif. Pasti akan ada banyak karya kreatif yang ditampilkan dalam Katumbiri Lighting Fest. Karakternya akan semakin kuat karena karnaval digelar malam hari,” jelas Adella lagi.

Guna mengoptimalkan show karnaval, setiap delegasi boleh membawa kendaraan hias. Namun, ukuran dari kendaraan hias tidak melebihi panjang 3,5 Meter, lebar 3 Meter, dan tinggi 3 Meter. Pendaftaran calon peserta karnaval melalui emailkatumbirifest2019@gmail.com paling lambat Minggu (27/1). Dan, sertakan juga informasi profil peserta, konsep kreatif beserta sketsanya, plus data teknis lainnya.

“Cap Go Meh Street Festival ini menjadi pesta rakyat yang sebenarnya. Semuanya lapisan masyarakat ini dilibatkan. Keberagaman dirawat dengan sangat baik. Menjadi komoditi yang luar biasa. Potensi itu lalu menghasilkan value ekonomi tinggi,” tegas Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan.

Penyelenggaraan Cap Go Meh Street Festival 2019 pun diacungi jempol Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Festival ini menjadi panggung ‘kampanye’ keberagaman dan toleransi. Seluruh potensi pariwisata yang dimiliki Kota Bogor juga bisa dibranding dengan optimal. Ujungnya tentu kesejahteraan masyarakat naik melalui income transaksi aktivitas wisata tersebut.

“Kemenpar mendukung penyelenggaraan Cap Go Meh Street Festival 2019 ini. Sebab, festival ini metode branding terbaik. Seluruh potensi yang dimiliki Bogor akan terangkat. Dan, manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung masyarakat. Silahkan bergabung di Bogor. Sebab, atraksi, aksesibilitas, dan amenitas di sana yang terbaik,” tutup Menpar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *