Kumai Siap-siap, Wonderful Sail to Indonesia 2018 Bakal Singgah

oleh -694 views

SUARAJATIM.CO.ID– Rally yacht Wonderful Sail to Indonesia 2018 berlanjut. Kali ini, 70 yacht peserta bakal singgah di Pelabuhan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), 7-10 Oktober 2018.

Just info buat kalian, Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki destinasi kelas dunia. Namanya Taman Nasional Tanjung Puting Orangutan. Tepatnya di Camp Prof Dr. Birute Galdikas dan Camp Leakey, Kalimantan Tengah.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indroyono Soesilo mengatakan, Pelabuhan Kumai dipilih karena para yachter internasional ingin mengunjungi destinasi Taman Nasional Tanjung Puting, yaitu habitat asli orang utan.

“Para yahcter dari mancanegara ini sebelumnya singgah di beberapa pulau di Tanah Air dan akan melanjutkan ke titik singgah lain, termasuk di Kumai pada 7-10 Oktober mendatang,” kata Indroyono dalam jumpa pers Wonderful Sail to Indonesia 2018 Kumai di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (3/9).

Indroyono Soesilo mengatakan, Wonderful Sail to Indonesia menjadi wisata layar terpanjang di dunia. Melintasi jalur terbaik sepanjang 7.000 km di perairan nusantara. Event ini berlangsung selama 5 bulan dari Juni hingga November 2018. Atau, saat cuaca paling baik di perairan garis khatulistiwa.

“Setelah satu tahun digelar. Event ini menjadi rebutan semua daerah. Daerah sudah punya atraksi dan tak perlu akses karena ada kapal dan amenitas sebab mereka tinggal di kapal. Pintu masuk ada dua di Lombok Utara dan Anambas. Mereka juga dipantau oleh semua pihak perairan Indonesia,” katanya.

Indroyono menjelaskan selama 5 bulan berlayar para yachter akan singgah di pulau-pulau sebagai titik labuh. Mulai dari entry port hingga exit port telah dipersiapkan sekitar 53 destinasi yang akan disinggahi.

Di setiap destinasi yang disinggahi mereka membelanjakan uangnya untuk menikmati kuliner, membeli cinderamata, menggunakan transportasi lokal, maupun untuk keperluan lainnya.

“Ketika singgah di Pelabuhan Kumai mereka menggunakan perahu klotok khas yang bisa digunakan sebagai tempat menginap (homestay) sambil berjalan menuju TN Tanjung Puting,” kata Indroyono.

Pihak Kemenpar juga sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan setempat. Nantinya, kapal-kapal ada yang berlabuh dan ada juga yang lego jangkar.

“Titik labuh di lintang 02 derajat 44 menit 13,7 lintang selatan Bujur 111 derajat 44 menit 13 detik Bujur Timur. Dan berada dikedalaman 5-13 meter,” ujarnya.

Indroyono mengatakan, Wonderful Sail To Indonesia 2018 tidak hanya mempromosikan potensi wisata bahari Indonesia. Tetapi juga menjadi destinasi wisata layar terbesar di dunia.

Selain itu, event ini juga momentum untuk mempromosikan bahwa Indonesia telah melakukan deregulasi (Perpres RI Nomor 79/ 2011, diubah dengan Perpres No 180/ 2014 dan disempurnakan menjadi Perpres No. 105/ 2015) yang memberikan kemudahan masuknya kunjungan kapal wisata yacht asing ke Indonesia.

Sementara itu, Sekda Kotawaringin Barat Fahrizal Fikri mengatakan, sejumlah agenda acara telah disiapkan. Antara lain penyambutan para peserta rally dengan jamuan makan malam (dinner), demo membuat kuliner khas daerah, serta pertunjukan kesenian dan budaya daerah.

“Para travel agent daerah menyiapkan 7 paket wisata pilihan menarik. Ketujuh paket wisata tersebut adalah Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Pesalat, Pondok Ambung, Camp Leakey, Sungai Buluh Besar, dan Sungai Arut Tebal & Sungai Perlu,” kata Fahrizal Fikri.
Menpar Arief Yahya, mengapresiasi CEO, atau leader komitmen, Kotawaringin Barat yang menjadikan pariwisata sebagai leading sector. Pria berdarah banyuwangi itu mengatkan, komitmen pemimpin menentukan 50 persen kesuksesan pariwisata daerah.

“Di awali dengan komitmen orang nomor satu di daerah itu, maka semua program dengan mudah akan berjalan. Begitu pun sebaliknya. Karena tugas pemimpin itu menentukan arah dan mengalokasikan sumberdaya,” ujar Menpar Arief.

Keseriusan CEO akan terlihat dari bagaimana Pemda memprioritaskan sumber daya dan anggaran di pariwisata. Contohnya, mengenai besaran anggaran untuk pariwisata. Dan apakah pemilihan Kepala Dinas Pariwisata sudah yang terbaik.

“Kalau mau berterus-terang, saya hanya akan bantu provinsi, kabupaten/kota yang gubernur atau bupati/walikota yang benar-benar committed dan konsisten membangun pariwisata,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *