Maria Simorangkir Angkat Topi Buat dengan Promosi Danau Toba Kemenpar

oleh -863 views

SUARAJATIM.CO.ID– Promosi Danau Toba gencar dilakukan Kementerian Pariwisata. Hal ini sangat diapresiasi Jawara Indonesian Idol 2018 Maria Simorangkir.

Penyanyi asal Sumatera Utara itu, menjadi endorser Sales Mission Danau Toba di Trans Mall Studio, Bandung. Event ini digelar 9-11 November.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pariwisata aku sudah diajak mengisi acara Ayo ke Toba. Danau Toba itu sangat layak dipromosikan. Danau Toba itu indah banget. Danau Toba itu kuasa Tuhan yang tak ada tandingannya,” kata Maria sebelum tampil.

Dalam performanya, Maria tampil energik. Para pengunjung dibuat terpesona oleh suara emasnya. Penampilannya makin impresif dengan beberapa lagu hits yang dinyayikan. Aksinya seolah menjawab tuntas penantian para pengunjung Sales Mission Danau Toba di Trans Studio.

Dengan suara emasnya, Maria sukses menjadi juara Indonesian Idol 2018. Pesonanya makin kuat berkat kemampuannya memainkan piano, gitar, dan biola. Kualitas primanya diakui penyanyi dunia Loren Alfred saat menyanyikan lagu Never Enough.

“Pengunjung di sini luar biasa. Acara Ayo ke Toba sangat bagus. Sebab, mengajak orang untuk mengenal dan datang ke Danau Toba. Maria sangat mengenal Danau Toba. Destinasi Danau Toba itu indah banget. Danaunya sangat biru. Kayak laut saja,” terangnya.

Reputasi Danau Toba sudah memiliki reputasi mendunia. Maklum Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Daya tarik utamanya adalah Pulau Samosir yang ada di tengah danau.

Kawasan ini semakin unik karena ada Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di tengah Toba. Pesonanya semakin lengkap dengan kehadiran pulau lain seperti, Sibandang, Tao, Tolping, dan Tulas.

Danau Toba memiliki 12 air terjun. Ada Air Terjun Sipiso-Piso, Situmurun, Afrata, dan Bidadari. Di sisi lainnya ada Air Terjun Sigarattung, Janji, Binanga Bolon, hingga Simamora. Danau Toba juga menjadi habitat endemik ikan Batak (Neolissochillus Thienemanni). Ikan ini bahkan sudah masuk kategori terancam punah (vulnerable).

“Berada di Danau Toba sangat menyenangkan. Ada banyak hal indah yang bisa dinikmati. Dari ujung ke ujung semuanya masih sangat original. Tradisi di Toba dan Batak juga masih ada. Semua dilestarikan sangat baik,” ujar Maria lagi.

Selain alam, Danau Toba juga ditopang kekuatan culture yang luar biasa. Wilayah ini memiliki pesona berupa Ulos. Kain tradisional Batak ini sangat indah dengan fungsi beragam. Budaya Mengulosi saat ini pun masih berlaku.

“Kawasan Danau Toba merupakan kampung halaman yang luar biasa. Ada banyak cerita yang bisa dinikmati saat berkunjung ke sana,” jelasnya lagi.

Kawasan Danau Toba dilengkapi Museum Huta Bolon Simanindo. Dengan nuansa tradisional kuat dengan benteng dan tanaman bambu, kawasan ini dahulu juga didiami oleh raja. Hingga kini, Pesta Adat Mangalahat Horbo tetap dilestarikan. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati Tarian Batak Tradisional setiap harinya.

Usai menikmati Tarian Batak Tradisional, wisatawan juga bisa manortor bersama. Lengkap dengan kain ulos dan ikat kepala. Sajian berikutnya menikmati Tari Sigale-Gale.

Destinasi lainnya adalah Batu Kursi Siallagan. Destinasi ini menjadi gambaran bagaimana hukum adat ditegakan. Di sini, wisatawan juga diberikan simulasi proses eksekusi hukuman mati orang yang dinilai bersalah.

“Pokoknya, semua harus datang ke Danau Toba. Pesonanya luar biasa dan indah banget. Danau Toba ini destinasi yang wajib dikunjungi,” tegas Maria.

Danau Toba juga menawarkan beragam cara untuk menikmati keindahannya. Salah satu sudut terbaik ini ditawarkan Menara Pandang Tele. Kombinasi Gunung Pusuk Buhit dan birunya air danau menjadi background foto terbaik.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, pernyataan Maria Simorangkir terkait keindahan Danau Toba adalah fakta.

“Keindahan Danau Toba adalah fakta. Maria Simorangkir pasti tahu banyak hal terkait Danau Toba ini. Kawasan ini memang sangat indah. Alamnya luar biasa. Kawasan ini juga menjadi situs budaya yang sangat besar. Ada banyak pesona yang ditawarkan Danau Toba,” terang Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan menjadi #TheBestMinistryOfTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok.

Selain atraksinya, aksesibilitas menuju Danau Toba juga sangat mudah. Melalui Bandara Internasional Silangit, kawasan ini sudah terkoneksi langsung dengan Malaysia. Poros ini dihubungkan oleh Malindo Air dan AirAsia. Malindo Air menghubungkan Bandara Silangit dengan Bandara Subang Skypark di Malaysia sejak Jumat (17/8). AirAsia membangun poros Silangi dengan Bandara International Kuala Lumpur 2, Malaysia. Direct flightnya sudah dimulai Minggu (28/10).

“Ada banyak pilihan menuju Danau Toba, apalagi ada 2 maskapai yang terbang langsung dari Malaysia. Selain itu, amenitasnya juga bagus di sana. Ada banyak pilihan hotel. Belum lagi kuliner yang disajikan ini sangat nikmat. Silahkan datang ke Danau Toba dan nikmati banyak experience yang ditawarkan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *